
Happy reading 😍
"Syifa... semoga kita bisa berjumpa lagi," batin Imam,
Dirinya berkhayal bisa berjumpa dengan Syifa kembali dan lebih dekat lagi dengannya.
***************
Saat di perjalanan, tiba-tiba ada yang menangkap tangan Syifa dan membuatnya menabrak hampir menabrak pohon yang ada di belakang nya, namun rasanya tidak sakit sama sekali karena sudah ada tangan yang menjadi tameng supaya kepala Syifa tidak langsung terkena pohon.
"Alex...,"
Syifa mencoba lepas dari cengkeraman Alex, namun tidak bisa, karena Alex sekarang benar-benar sangat dekat dengan dirinya. sampai-sampai Syifa bisa merasakan detak jantung dan deru nafasnya Alex.
"Dari mana???
Alex terlihat sangat dingin kali ini, tidak seperti biasanya, tatapan pun begitu tajam bagaikan pedang yang sedang terhunus, dan dapat menusuk mangsanya.
"A...a... kuuu, lapar..." Syifa mencoba menjawab pertanyaan Alex.
"Apa tidak bisa menunggu ku???
Alex semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Syifa. Syifa sedikit takut dengan sikap Alex berubah sedingin es seperti menghadapi para preman tempo hari yang mengganggunya.
"A...a...kuuuu," Syifa tidak bisa menjawab pertanyaan Alex kali ini, Syifa hanya tidak ingin berjumpa dengan Alex saat ini, terlebih bila mengingat kejadian semalam.
"Apaaa... kamu mau selingkuh nona Syifa," ucap Alex dengan nada tinggi dan emosi. tak ada yang boleh mendekati Syifa di dalam kamusnya siapa pun itu.
"Selingkuh???
Syifa tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Alex, kenapa Alex tiba-tiba menuduh nya seperti itu.
#Flash Back On#
Alex mencari Syifa kesana kemari, namun Alex belum bisa menemukan Syifa juga.
Tak lama kemudian, Alex sampai di sebuah kedai, di lihatnya seorang gadis sedang duduk sendirian di pojokan,
Alex tersenyum, akhirnya dia menemukan apa yang sedang dia cari, namun saat Alex akan menghampiri Syifa, tiba-tiba seorang pria datang dan mendekati Syifa. Alex pun tidak jadi menghampiri Syifa namun tetap memantau siapa pria yang berani sekali mendekati Syifa.
Ada rasa kesal saat Syifa malah mengizinkan pria asing itu untuk duduk di sebelahnya, kenapa Syifa tidak menolaknya saja.
"Syifa... apa dia kekasihmu," batin Alex saat melihat Syifa berduaan dengan pria selain dirinya.
"Siaaaal...,"
Alex memukul pohon yang menjadi tempat persembunyian nya dengan keras dan menimbulkan sedikit luka di tangannya.
namun luka di Hatinya lebih sakit dari pada luka di tangannya barusan.
Alex pun pergi meninggalkan tempat itu dan menunggu Syifa di perempatan jalan menuju Villa untuk menanti jawaban Syifa.
#Flash Of#
"Apa kak Alex melihat ku di kedai tadi dengan pria itu," batin Syifa menerka Alasan sikap Alex yang sudah sedingin bongkahan es.
"Ituuu... bukan siapa-siapa, dia cuma bantuin bayarin makanan aku aja," Ceplos Syifa yang tak sengaja mengatakan kebaikan orang asing itu di hadapan Alex.
__ADS_1
"Apa perlu seperti itu nona Syifa,"
Alex merasa cemburu saat Syifa terlihat dekat dengan pria lain dan berbagi senyumnya yang manis yang hanya boleh di nikmati oleh Alex seorang saja.
"A...Akuu...
Syifa semakin gugup saja, Syifa tak berani menatap mata Alex yang tajam seolah siap menerkam mangsa di depannya.
Alex mengambil handphone nya dan menekan nomor yang ada di handphone nya. seperti nya ada seseorang yang Alex hubungi saat ini.
Tuuuuut....
"Iya bos...
"Bawa mobil ke tempat ku sekarang," Alex langsung mematikan panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya.
Alex masih betah saja menatap Syifa, membuat Syifa salah tingkah saja.
"Mobil???
"Mau kemana kak Alex," batin Syifa.
Tak lama kemudian, mobil hitam Mercedes dengan plat nomor Jakarta tiba di hadapan mereka, seseorang turun dan memberikan kunci mobil nya kepada Alex.
"Masuk...," Perintah Alex.
Syifa seperti anak kecil yang menuruti apa yang di perintahkan oleh Alex.
Setelah Syifa masuk kedalam mobil, Alex pun menyusul nya, dan berperan sebagai supir Syifa tentunya.
Selama perjalanan, Syifa dan Alex diam saja seperti anak kecil yang sedang bertengkar dan tak saling menyapa.
"Ke kota...," jawab Alex singkat, pandangan nya tetap lurus ke depan.
"Untuk apa ke kota kaak?! Syifa mencoba memberikan pertanyaan selanjutnya.
"Beli Restauran...," Jawab Alex asal.
"Waaaah... apa kak Alex mau jadi chef?! tanya Syifa dengan menatap wajah Alex yang masih saja fokus ke depan.
"Haiiiish... mana ada,"
"Aku jago menyentuh senjata, bukannya spatula," Gerutu Alex
"Dan tentu saja, jago menyentuh mu," batin Alex.
"Senjata???
Syifa menangkap kata senjata yang menurut nya terlihat sedikit ekstrem.
"Hmm.. ya...,"
Alex hanya menjawab sekenanya, masih banyak rahasia tentang dirinya yang belum di ketahui oleh Syifa.
Ciiiiit...
Alex menginjak rem secara mendadak menyebabkan mobilnya sedikit oleng dan hampir membuat kepala Syifa terbentur.
__ADS_1
"Kamu nggak apa-apa," ucap Alex kepada Syifa.
"Nggak apa-apa kok kak," ucap Syifa Sambil tersenyum.
"Ini di mana ya kak," Syifa tampak melihat sekeliling yang tampak ramai banyak orang yang berlalu lalang.
Sebuah tempat perbelanjaan terbesar di Bandung sudah ada di hadapannya,
"Ayooo,"
Alex pun merentangkan tangannya supaya Syifa turun dan ikut bersamanya ke dalam Mall itu.
"Iya kak," Syifa pun menyambut tangan Alex,
Mereka langsung memasuki area Mall bersama dengan pengunjung yang lainnya, Alex terus menggenggam tangan Syifa dengan erat.
**********************
Lanjut kita healing ke Mall yuuk temani Siti yaaak, takut nyangkut di eskalator 🤣
"Tungguuu neng..."
Kang Supri mengikuti langkah Siti dan Bu Nilam sambil melihat-lihat atas Mall.
"Gede amat yaak, coba di Ambu teh kadieu, bisa leungit cigana mah, ckckck...
Kang Supri yang baru pertama kalinya ke tempat ini pun, begitu senang melihat isi dari Mall itu.
Karena Kang Supri fokus melihat lihat bagian atas di Mall, kang Supri malah menabrak seseorang,
Bruuuk....
"Aduuh hampura ya kang, teu sangaja," ucap kang Supri yang membantu orang itu karena terjatuh saat bertabrakan dengan kang Supri.
"Ok...
Orang itu pun seperti sedang mengejar seseorang di depannya,
"Syifaaaa... tungguuuu,
Kang Supri memperhatikan orang yang memanggil nama Syifa namun wajah laki-laki itu tak pernah di lihat kang Supri,
"Aaah... nama Syifa teh banyak, ke Weh lah di pikirkan nya," Kang Supri lanjut mencari keberadaan Siti dan Bu Nilam di tengah banyaknya pengunjung Mall.
"Hayooooo,
Siti tiba-tiba muncul dan mengangetkan kang Supri yang sedang berpikir tentang nama Syifa yang banyak.
"Astaghfirullah, neeeeeng kumaha lamun jantung Abah copot coba," umpat kang Supri melihat kelakuan anak angkatnya itu.
"Abah tidak kalah ngalamun baeee, kunaon sih Abah, mikiran si Ambu nya," ucap Siti sekenanya,
"Bukan mikiran si ambu, tapi itu neng Syifa," ucap kang Supri dengan sedikit ada keraguan di dalamnya.
"Maksud Abah teh kak Syifaaaa," ucap Siti dengan penuh selidik,
"Di mana Abah," Siti mencoba mencari sosok yang sangat dia rindukan di tengah keramaian para pengunjung.
__ADS_1
"Ituuuuu...
Happy reading 😍