
Happy reading 😍
"Syarat???
"Apa syarat yang kalian inginkan???
"Aku ingiin selama kita kerja sama, kita berdua tinggal di mansion milik bos kalian dan kalian tidak harus memberi tahu sama Alex bos kalian," ucap Dewi, ini adalah kesempatan bagus untuknya untuk menguasai apa yang di miliki oleh Alex.
"Tidak...
"Jangan pernah bermimpi untuk bisa menempati istana tuan Alex," salah satu anak buahnya Alex menolak dengan keras syarat yang di ajukan oleh Dewi dan mommy Melanie.
"Ok... terserah lagi pula kami tidak merasa di rugikan kok," jelas Dewi, dia pun melangkah pergi bersama mommy di sebelah nya.
"Tunggu...
"Apa yang kau lakukan," ucap anak buah Alex yang sudah menolak mentah-mentah syarat yang tidak masuk akal itu.
"Diam saja, ikuti saja permainan mereka," bisik salah satu anak buah Alex yang akan memberikan kesempatan kepada Dewi dan mommy Melanie.
Mendengar mereka memanggil dirinya, Dewi pun menghentikan langkahnya dan berbalik dengan tersenyum sinis, bagaimana pun rencananya tidak akan gagal kali ini.
"Jadi apa keputusan kalian?!
Dewi menunggu jawaban dari anak buah Alex yang seperti nya cukup berat menerima syarat yang di ajukan oleh Dewi.
"Ok... kami setuju, tapi ingat kalian harus tetap jaga mansion seperti pada awalnya, jangan sampai ada perubahan sedikit pun karena tuan Alex tidak suka ada orang yang merenovasi mansion selain dirinya," ucap salah satu anak buah Alex dengan penuh ketegasan, jangan sampai bosnya mengetahui hal ini, pasti bos Alex tidak akan menyetujui keputusan mereka, namun apa daya, demi misi balas dendam dan bisa melihat bosnya bebas, mereka mau mengikuti rencananya Dewi dan mommy Melanie.
"Tenang saja, gue tahu kok, jadi kita deal ya," ucap Dewi dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan meresmikan perjanjian kerja sama.
"Deal...," Anak buah Alex akhirnya memberikan kesempatan untuk Dewi, dan kini mereka akan mengikuti rencana Dewi selanjutnya.
DI VILLA PAK HARUN...
__ADS_1
"Apa sih pah, kok Syifa baru di kasih tau!!" Syifa memonyongkan bibirnya saat paak Ilham mendiskusikan tentang rencana pernikahan nya dalam tiga hari ini.
"Loh ini papa kan lagi bahas sama kamu nak," bela Pak Ilham dengan tersenyum, dia tahu anaknya pasti sedikit terkejut dengan keputusan yang sudah pak Ilham ambil, menurut nya ini adalah cara terbaik agar Syifa tidak lagi di ganggu oleh Alex, dan juga waktu yang tepat, tidak akan ada yang menganggu acara lagi karena Alex masih berada di dalam sel tahanan.
"Tapi paaaah, apa tidak terlalu cepat, tiga hari loh paaah," Syifa sebenarnya tidak menolak untuk menikah, hanya saja waktu yang terlalu cepat yang membuat bingung apa harus menyetujui nya atau tidak.
"Percayalah sama papa, ini yang terbaik buat kamu dan Ilham," ucap Pak Ilham meyakinkan putrinya yang masih tampak ragu dengan rencana pernikahan nya yang akan berlangsung dalam tiga hari ke depan.
"Akuuu belum bisa memberikan keputusan pah, Syifa mau ke taman dulu," Syifa langsung melangkah pergi tanpa melihat apa pak Ilham menginginkan atau tidak, yang terpenting adalah hatinya, hatinya yang entah milik siapa.
Sepanjang perjalanan Syifa selalu memikirkan Alex, dari awal pertemuan sampai akhir, saat Alex di bawa oleh anak buah Imam karena kasusnya menggelapkan berbagai senjata dan banyak lagi kejahatan Alex lainnya.
"Kak Alex.... apa kau memikirkan aku, atau sudah melupakan aku?! batinnya, ada rasa sesak saat menyebut namanya meski hatinya yang berbicara.
Syifa terus berjalan meski dengan pikiran yang melayang, banyak orang yang kena senggol oleh nya karena Syifa tidak fokus ke dunia real nya,
"Awwww... Heeeeh neng, jalan pake mata donk, sakit niih," bentak seorang ibu yang terjatuh saat tertabrak oleh Syifa.
"Ma..maaf Bu, sa...sayaa tidak sengaja," ucap Syifa lirih, dirinya juga sedikit terkejut melihat ada seorang ibu yang terjatuh olehnya.
"Nah gitu donk, tanggung jawab, lain kali hati-hati kalau jalan," Ibu itu langsung mengambil uang yang Syifa sodorkan dan memasukkan nya ke dalam bajunya.
"Iya Bu, saya minta maaf," Syifa masih meminta maaf sampai si ibu itu akhirnya pergi dan meninggalkan nya.
"Ya ampun, kenapa sih aku ini melamun terus, come on Syifa sadarlah, Alex itu penjahat, penipu, pembohong, tidak pantas buat kamu memikirkannya," batinnya mencoba berpikir jernih agar tidak lagi memikirkan Alex lagi.
"Sebaiknya aku pulang saja, dan menyetujui rencana papa," Syifa berbalik arah menuju Villa dan mempertimbangkan rencana papanya.
CIIIIIT
Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di hadapan nya, Syifa mundur beberapa langkah saking kagetnya. setelah mobil berhenti, beberapa orang turun dengan memakai pakaian serba hitam dan menggunakan topeng berwarna hitam juga.
"Siapa mereka??? Syifa merasa mereka bukanlah orang baik, baru saja dia akan pergi, namun seseorang sudah memegang tangan nya dan menariknya ke dalam mobil,
__ADS_1
"Aaaah, lepaskan apa yang kalian lakukan," Syifa merasakan sakit di tangannya karena di tarik dengan kasar.
"Diaaaaam...," bentak orang yang kini menjepit nya di tengah agar Syifa tak bisa bergerak bahkan keluar dari mobil.
"Apa yang akan mereka lakukan, Ya Tuhan," batin Syifa, Syifa kali ini diam dan tidak berontak lagi, karena tenaganya sudah habis melawan mereka yang bertubuh kekar layaknya pemain smax down.
"Cepat jalan," perintah orang yang sudah berada di samping Syifa dan menahannya.
Mobil pun berjalan dengan kecepatan tinggi meninggal kan jejak Syifa di sana, ada sesuatu yang terjatuh saat Syifa memberontak masuk ke dalam mobil,
"Tutup matanya," perintah nya lagi ke Anka buahnya yang berada di sebelahnya,
"Baik,
"Dia lalu mengambil kain berwarna hitam di dalam bajunya dan menutup mata Syifa dengan cepat, meski mendapat perlawanan dari Syifa yang tidak mau diam.
"Bius saja agar dia tidak berontak lagi," perintah nya yang sedikit kewalahan menghadapi Syifa.
"Lepaskan, apa yang kalian inginkan," Syifa masih berusaha untuk melepaskan diri, meski dia tahu percuma saja.
"Apa yang kami inginkan... hahahaha," Anka buahnya yang kini berada di samping Syifa menertawakan dirinya.
"Lihat saja nanti, kita akan memberikan kejutan kepada calon suamimu yang sudah menangkap bos kami," ucaonya dengan menatap Syifa tajam.
"Bos kalian??? Syifa belum memahami apa maksud para penjahat ini yang kini mencoba menculik dirinya.
"Jangan pura-pura bodoh," bentak pria bertubuh kekar yang berada di samping nya.
Syifa terdiam, dan berpikir lebih dalam lagi tentang bos mereka yang kini mencoba menculiknya.
"Tidak, bukan dia yang menyuruh kalian kan? Syifa memang mengenal bos yang di maksud, tapi dia merasa ragu bila dia melakukan hal ini.
"Ya... memang bukan," jawab pria itu.
__ADS_1
"Lalu siapa yang menyuruh kalian," tanya Syifa sekali lagi.
Happy reading 😍