Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.66


__ADS_3

Happy reading 😍


"Dan untuk kalian,


"Why dad," Aryo tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Ayahnya itu.


"Kita hanya ingin menanyakan perihal para gadis yang baru saja kalian gendong," pak Harun memulai pembicaraan mereka yang perlu di jelaskan oleh kedua pria yang kini saling pandang.


"Kami tidak melakukan hal apapun," ucap Aryo dengan mengangkat kedua tangannya seakan ada pistol di hadapannya.


"IMAM...," Pak Ilham menghampiri Imam dan menepuk bahunya.


"Ya... Pah...," Imam membalas panggilan papanya dengan sedikit canggung, entah apa yang akan di katakan oleh nya, atau jangan-jangan Pak Ilham akan melarang dirinya untuk mendekati Syifa, entahlah apapun keputusan yang akan di ambil, dia akan menerima nya.


"Tiga hari lagi kalian akan menikah," ucap pak Ilham dengan tersenyum kecil dan menatap calon menantunya.


"What???


"Ti...tiga hari pah?" Imam tidak yakin dengan apa yang di dengarnya kali ini, sampai dia ingin pak Ilham untuk bisa mengulang perkataan nya barusan.


"Ya... bagaimana menurut mu," sahut pak Harun membantu menjelaskan bahwa apa yang dikatakan oleh pak Ilham adalah benar.


"Atau mungkin kamu tidak setuju, kalau begitu kita bat...


"SETUJU... sa...saya bersedia, ya bersedia," Imam memotong perkataan Pak Ilham yang hampir saja membuat pupus harapan nya.


"Lah loe sih berlagak mikir, itu kan keinginan loe dari dulu," Goda Aryo dengan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku sepupunya itu.


"Weeeeh dasar gak ada akhlak loe," umpat Imam saat Aryo malah terus menggodanya.


"Terus nasibku gimana nih dad, nikah juga kan ya," ucap Aryo kepada pak Harun sang papa, kenapa papanya tidak menanyakan hal yang sama seperti pak Ilham kepada Imam barusan.


"Entahlah....," Pak Harun meninggalkan mereka dan masuk ke kamarnya.


"Daaaaad....," umpat Aryo sedikit kesal saat papanya tidak memberi kejelasan tentang hubungannya.


Pak Ilham tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka berdua saja dan masuk juga ke dalam kamarnya.


"Lihat kan selalu saja begitu, harusnya gue yang nikah duluan, ini malah loe duluan, kan gak adil, bener gak??? ucap Aryo kepada Imam yang sedang memperhatikan dirinya.

__ADS_1


"Hoaaam.... gue ngantuuuk nih Yoo, no coment, hehehe," IMAM pun berlari ke kamarnya sebelum Aryo menjitak kepalanya.


"Astagaaaaa, awas loe ya, lain kali gue gak akan tolong loe," umpat Aryo, dia pun berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya.


Sementara itu...


Dua orang perempuan sedang mengisi perutnya di rumah makan di pinggir jalan, keduanya tampak lahap sekali seakan tidak makan selama seharian.


"Lihat nasib kita sekarang, sungguh memalukan, ini semua gara gara kamu yang gak bisa membuat Alex berpihak sama kita," umpat seorang perempuan yang lebih tua dari perempuan di sebelah nya.


"Kok jadi aku yang salah sih mommy, ini semua tuh gara-gara Syifa mommy," satu perempuan tidak ingin di salahkan begitu saja.


"Sudahlah, percuma kita berdebat di sini," sahut nya dengan terus memakan makanan yang ada di hadapannya.


"Gimana nasib kita sekarang, bos sudah berada di dalam penjara, terus kita kerja apa sekarang," ucap salah satu orang yang juga sedang menikmati hidangan yang disajikan.


"Apa kita bilang sama tuan putri, kalau tuan Alex tertangkap dan masuk penjara," ucap salah satu dari orang.


"Apa???


"Alex masuk penjara???


"Bagaimana bisa terjadi," batin perempuan itu.


"Baguslah, itu pasti karma, karena dulu sudah berbuat jahat sama kita," ucapnya dengan tersenyum.


"Yaaa... ini adalah kesempatan kita mom," ide cemerlang tiba-tiba muncul begitu saja, tentu saja bukan ide yang baik bila keluar dari otak perempuan yang satu ini.


"Ehmmm, boleh gue gabung sama kalian," Tiba-tiba saja perempuan itu duduk di antara mereka.


"Loe kan Dewi...," ucap salah satu dari mereka yang ikut andil saat memberikan sedikit pelajaran kepada nya.


"Benar gue Dewiii, kalian memang cerdas," ucap Dewi dengan bertepuk tangan.


"Ku dengar bos kalian itu masuk penjara bukan," Dewi mencari informasi lagi dengan menanyakan kebenaran nya.


"Dari mana kamu tahu," selidik orang yang kini sudah ada di sebelah nya dengan tangan kekarnya.


"Tentu saja dari Syifa," ucap Dewi sekenanya.

__ADS_1


"Apa?!


"Syifa... orang yang di cintai tuan Alex?! tanya seorang lagi yang semakin penasaran dengan pertanyaan berikutnya.


"Yaaa betul sekali, tapi apa kalian tahu kalau Syifa tidak pernah mencintai tuan Alex, bos kalian itu," bisik Dewi, Dewi mulai membalikkan fakta dengan sedikit berbohong kepada mereka.


"Tidak mungkin, nona Syifa pasti mencintai tuan kami," ujar salah satu nya, karena dirinya selalu melihat saat Syifa dan Alex bersenda gurau layaknya sepasang kekasih.


"Apa yang kalian lihat itu bukan kenyataan nya, Syifa lah yang menjebloskan bos kalian hingga harus di penjara," Syifa mulai membumbui kebohongan nya agar semuanya percaya dengan kata-kata nya.


BRAAAAK


"Tidak mungkin...," seorang dari mereka berdiri dan memukul meja di hadapannya hingga menimbulkan suara yang cukup keras dan menimbulkan banyak perhatian dari orang di sana.


"Terserah sih kalau tidak percaya, aku bisa saja loh membantu kalian membalaskan dendam kalian untuk tuan Alex," Dewi memberikan penawaran kepada mereka.


"Alex itu dulu teman gue loh, terus gara gara Syifa, dia jadi benci sama gue, Syifa pasti sudah mempengaruhi Alex hingga dia selalu memihak Syifa dari pada sahabat nya," Dewi terus menerus bicara tentang bagaimana dan siapa Syifa sebenarnya.


Mereka terdiam, entah apa yang harus mereka lakukan, mereka memang berniat untuk membalas dendam untuk tuannya yang sudah baik, tidak membawa nama para anak buahnya agar ikut dipenjara juga.


"Ya sudah, aku gak bisa lama-lama, aku pergi ya," Dewi beranjak dari tempat duduknya dan akan melangkah pergi.


"Tunggu...


Langkah Dewi terhenti bersamaan dengan kata tunggu yang di ucapkan salah satu mantan anak buah Alex.


"Apa yang kalian rencanakan, kami akan membantu rencana kalian kali ini," ucap nya meski sedikit ragu dengan keputusan yang di ambilnya, namun kebebasan tuannya adalah hal utama baginya.


"Kalian yakin nih mau tahu rencana ku dan membantu ku mewujudkan nya?!," Dewi tersenyum dengan licik, akhirnya anak buah Alex mau mengikuti rencananya.


"Katakan saja jangan bertele-tele," ucap yang lainnya yang sudah tidak sabar ingin mengetahui rencana yang sudah di rancang oleh Dewi dan mommy Melanie.


"Weeeeh sabar dulu dooonk," ucap Dewi, dia pun duduk kembali dan mengambil minuman yang ada di atas meja.


"Tapi ada syarat yang harus kalian penuhi sebelum aku mengatakannya," ujar Dewi dengan berbisik, karena tempat makan ini makin ramai saja.


"Syarat???


"Apa syarat yang kalian inginkan???

__ADS_1


"Aku ingin...


Happy reading 😍


__ADS_2