
Happy reading 😍
"Nggak mungkin...," Syifa masih tidak percaya.
"Kalau kak Syifa tidak percaya, tanyakan saja kepada bibi yang sudah menemani kak Syifa saat itu," ucap Aryo ketika melihat keraguan Syifa tentang penjelasan nya.
"Iya nona, yang membawa nona adalah tuan muda," ucap bibi membantu menjelaskan penuturan tuan mudanya.
Siti hanya terdiam, entahlah apa yang di pikirkan nya sekarang, begitu pun dengan Syifa yang masih tidak percaya tentang kebenaran ini.
Lalu Alex...
"Alex siapa??? kenapa dia mengaku sebagai "tuan" ku?! Syifa semakin bergelut dengan hatinya.
Dan Aryo adalah tuan yang sesungguhnya, tuan yang sangat dia sayangi tapi...
Dia adalah pangeran sang adik...
Sang pangeran yang mencintai adiknya bukan dirinya.
Perasaan ini harus di hentikan sebelum muncul lebih besar dan membuat dua hati hancur.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"A... aku minta maaf,"Aryo mulai membuka suara setelah merasa cukup waktu dalam mengatur nafasnya yang terasa sesak karena detak jantung yang tidak beraturan.
"Untuk apa minta maaf," Siti berpura-pura tidak mengerti dengan maksud Aryo, padahal dirinya tahu mungkin hubungan nya dengan Aryo tidak bisa diteruskan.
"Siti... aku tau kamu pasti salah paham tentang aku dan kak Syifa, asal kamu tau aku nggak pernah punya perasaan apapun terhadap kak Syifa, karena dari awal aku hanya mencintai seorang gadis yaitu kamu," Aryo mencoba mengungkapkan isi hatinya bahwa hanya Siti lah yang ada di hati Aryo bukan orang lain.
"Please percaya sama aku, aku hanya mencintai kamu," Aryo tidak tahu lagi bagaimana cara nya agar Siti percaya semua ucapan nya.
"Tapi.... kak Syifa begitu mencintai tuannya Yoo, dia mencintai kamu," Siti tahu bahwa laki-laki yang ada di hadapannya begitu mencintai nya tapi kakaknya juga memiliki perasaan yang sama kepada nya.
"Please jangan seperti ini, aku yakin kak Syifa tidak mencintaiku dia mencintai Alex, meski aku tau cara Alex salah," Aryo benar-benar tidak ingin kehilangan Siti lagi.
"Deek... itu tidak mungkin terjadi," ucap Syifa yang sudah berdiri di belakang mereka.
"Ka...kak Syifa," Siti melihat ke arah suara dan terkejut karena kakaknya sudah berada di hadapannya.
"Kak, a...aku duluan ya, hmmm mau tidur," Siti bermaksud memberi waktu untuk kak Syifa dan Aryo bisa mengobrol berdua, meski sakit rasanya namun apa daya, dia harus menahan tangisnya jika ingin orang yang dia sayangi bahagia.
__ADS_1
"Mau kemana??? Syifa tahu Siti pasti ingin menghindar darinya, tidak, ini tidak boleh terjadi, Syifa tidak ingin kehilangan adiknya.
"Sudah di sini saja," ucap Syifa yang langsung menarik Siti yang hampir saja melarikan diri lagi seperti pada saat insiden tadi pagi.
"Kakak cuma mau mengatakan, kakak akan melupakan janji yang sudah kakak buat, karena kakak dan Aryo nggak mungkin bersama," Jelas Syifa kepada Siti Adiknya, Syifa tidak ingin Siti salah paham terhadap dirinya karena cintanya terhadap tuan sang penolong nya.
"Ka...karena kakak kan sudah mencintai orang lain," ucap Syifa dengan penuh keyakinan agar adiknya tidak ragu lagi menjalankan hubungan nya dengan Aryo.
"Mencintai orang lain???
""Apa Alex maksud kakak," Siti mencoba menebak orang yang sudah di cintai oleh kakaknya.
"Bukan deek, bukan Alex," Syifa langsung memotong kata-kata Siti saat mengatakan nama Alex, seseorang yang sudah tega membohongi dirinya.
"Laluuu siapaaa???
Siti berpikir kak Syifa mencintai Alex namun ternyata dugaan nya salah kali ini.
"Halooo, apa kabar semuanya," ucap seorang pria yang tiba-tiba datang ditengah pembicaraan mereka.
"IMAM???
"Iya yooo, ini gueee, masa loe lupa ma saudara sendiri, ckckck," ucap Imam saat saudaranya sendiri melupakan dirinya karena memang ini adalah pertemuan pertama baginya dan bagi Aryo setelah Imam memutuskan untuk mengejar impian nya ke LOS ANGELES.
"Gue baik laaah," Imam lalu melihat ke arah para gadis yang menatap kedua nya.
SYIFA...
IMAM...
Keduanya saling memanggil nama masing-masing untuk memastikan bahwa itu adalah orang yang sama.
Aryo dan Siti saling menatap dengan penuh pertanyaan, ternyata keduanya sudah saling mengenal satu sama lain.
"Waaah, loe ya baru saja pulang ke indo, udah dapet kenalan ajeee," goda Aryo ketika melihat aura saudaranya yang sepertinya menyukai calon kakak iparnya.
"Ki...kita cumaaa...
"Deeek, kenalin ini kak Imam, cowoknya kakak," Syifa tiba-tiba menggendong tangannya Imam dan menunjukkan nya kepada Siti.
"Kak, ini adik aku Siti, calon tunangannya Aryo," Syifa memperkenalkan Siti kepada Imam yang masih Syok dengan pernyataan Syifa yang mengatakan dirinya adalah cowoknya.
__ADS_1
"Hmmm, gueee pinjem Syifa bentar ya," ucap Imam kepada Siti yang masih berpikir keras tentang kak Syifa dan Alex yang tiba-tiba saja putus di tengah jalan.
"Oh, tentu saja kak silahkan," ucap Siti dengan tersenyum.
"Terima kasih," Imam lalu membawa Syifa sedikit menjauh dari adiknya untuk berdiskusi tentang statement yang baru saja dia layangkan.
"Sekarang katakan apa maksudmu??!," Imam seolah tidak sabar mendengar penjelasan Syifa pengakuan nya tadi padahal Imam tahu Syifa sudah memiliki kekasih.
"Ma...maaf kak," Syifa menundukkan kepalanya, dia tahu ini salah, lagi-lagi Syifa melibatkan Imam dalam masalah nya..
Melihat Syifa yang terlihat sedih,Imam jadi tidak tega melihatnya.
"Astaga Syifaaaa," batin Imam, Rasanya benar-benar tidak bisa memarahi Syifa, Syifa terlalu manis baginya, tak pantas di marahi.
"Terus bagaimana dengan tunanganmu," Imam memikirkan Alex yang pernah bertemu dengannya dan memberikan hadiah istimewa untuknya.
"Apa yang terjadi sebenarnya," Imam bertanya lagi meski Syifa belum menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.
"Aku tidak ingin membahasnya kak, please untuk sekarang, aku hanya ingin membuat adikku bertunangan dengan kekasihnya tanpa ada keraguan di hatinya," jelas Syifa panjang lebar sebelum pertanyaan lainnya keluar dari mulut Imam.
"Baiklah terserah kamu," Imam menuruti keinginan Syifa, meski itu menjadi pertanda besar di hatinya.
"Terus sekarang gimana??!," Imam masih bertanya karena dia merasa statusnya kini sudah berubah.
"Gimana apanya kak," Syifa masih kurang paham dengan maksud Imam.
"Hubungan kita...
DEEEG
Syifa baru menyadari apa maksud dari pertanyaan Imam. Sebenarnya Syifa tidak bermaksud untuk membawa Imam ke dalam masalah nya tapi apa daya ini adalah satu-satunya jalan keluar yang terbaik.
"Kita jadian tapi....
"Tapiiii...," Imam sangat senang karena Syifa mau menjadi kekasihnya tanpa dia mengatakan perasaannya kepada Syifa.
"Kak tolong bantu aku ya, kali ini ajaaa," Syifa menggenggam tangan Imam yang terasa sangat dingin.
"Iyaaa aku mau bantu kamu kok," Imam merasa jantungnya sudah berdetak kencang dan tidak beraturan saat Syifa menggenggam tangannya.
"Kita jadian tapi hanya berpura-pura saja, hanya di hadapan Aryo dan adikku," ucap Syifa dengan terus menatap wajah Imam.
__ADS_1
"Jadi hanya berpura-pura saja ya," batin Imam Rasanya sesak sekali ketika Syifa mengatakan hanya berpura-pura saja padahal Imam ingin lebih dari sekedar berpura-pura.
Happy reading 😍