Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.89


__ADS_3

Happy reading 😍


"Apa yang kan kakak lakukan?! Syifa sedikit gugup saat suaminya kini mulai menanggalkan pakaian nya satu persatu.


"Mandi" jawab Alex, Alex menyalakan shower di atasnya, lalu mandi seperti biasanya, bedanya kini ada yang menjadi satpam di depan nya.


"Hmmm, sampai kapan mau berdiri liatin akuuu?! goda Alex saat Syifa hanya diam saja melihat aksinya.


"Sini..


Alex pun menarik Syifa dengan lembut, setelah itu mereka melakukan ritual mandi bersama sebagai pasangan yang sah. meski hanya 1 jam saja, Alex melanjutkan adegan ranjang tentunya di kamar pengantin.


Syifa dan Alex berharap akan muncul beniih cinta mereka dalam waktu dekat dan memberikan keceriaan di dalam rumah tangga yang baru saja mereka pijak.


Sementara itu...


"Nih liat..


"Astaghfirullah... ih apaan sih itu Yooo," Siti melempar Hape Aryo saat dirinya melihat video yang tidak pernah dia nonton sebelumnya.


"Yaaa.... Hape nya kok di lempar, rusak dehh," ucap Aryo dengan cepat mengambil hape nya yang terjatuh akibat di lempar kekasih nya.


"Issh kamu sih, bikin kaget saja," bela Siti saat Aryo menatap nya dengan wajah sedihnya.


"Kita udah cukup umur kok, boleh liat kayak gitu," ucap Aryo dengan entengnya.


"Dasar mesuuum," Siti melempar bantal yang ada di depan nya,


"Haaap... weeee tidak kena," Aryo berhasil menangkap bantal yang baru saja di lempar oleh Siti.


"Awaaaaas yaaaaa" Siti merasa heran, akhirnya dia mengejar Aryo yang sudah kabur ke luar rumah. aksi kejar-kejaran pun tak bisa di hindari, bahkan setiap benda yang ada di hadapan Siti sudah berpindah ke tangan Aryo dengan cepat, dari sepatu, kemoceng, bahkan lap meja pun tak luput dari sasaran Siti.


"Aryooooo....


Siti masih belum menyerah, dia masih saja mengejar Aryo, Aryo hanya tersenyum melihat tingkah Siti yang sudah merajuk itu.


"Eheeeem...


Siti melihat ke arah suara yang baru saja menghentikan larinya, Tampak di belakang mereka, Bu Nilam, pak Ilham, dan pak Heru, ikut menyaksikan adegan yang tidak biasa itu.


"Eh, ibuuu sama paman dan pap...pa," Siti nyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


"Apa yang kalian lakukan, sampai rumah berantakan kayak gini," ucap Bu Nilam, saat melihat semua benda yang tadinya ada di dalam rumah, sudah berserakan di halaman.


"Ituuuuu...

__ADS_1


Siti bingung harus mengatakan apa, mana mungkin dirinya bilang kalau Aryo mesum, duh ini gara gara Aryo hingga membuat seisi rumah berantakan.


"Ini kita lagi latihan drama Bu, judulnya itu kejar daku kau ku tangkap, pasti ibu sudah tahu kan trailer nya," jelas Aryo dengan cepat.


"Ok, tapi setelah selesai semua beresin lagi ya," ucap Bu Nilam yang masuk kembali.


"Kalian teruskan saja, papa mau keluar sama pak Ilham," Pak Heru pun tersenyum melihat aksi keduanya, lalu meninggalkan mereka berdua lagi.


"Mau lanjut??? tanya Aryo yang sudah siap brrlari.


"Dih, lanjut aja sendiri," Siti meninggalkan Aryo dan melangkah pergi menuju kamarnya.


"Kok pergi, ini belum di beresin loh," ucap Aryo dengan melihat kekacauan yang sudah dia buat sendiri.


"Beresin aja sendiri," Siti tetap melangkah pergi,


"Dih gue kan big bos, mana ada cerita nya bos sapu rumah,"Aryo pun menyuruh anak buahnya yang membereskan rumah sampai bersih sedangkan dirinya pergi mandi.


Sedangkan di tempat lain...


Imam sudah sampai di Canberra, ibukota Australia, Australia dengan iklim terkering dan mempunyai maskot kota yang unik, semua orang pasti mengenal maskot dari Australia, KANGGURU.


Hewan langka yang berwarna kecoklatan, berjalan dengan kedua kakinya yang panjang, dapat berdiri selayaknya manusia, namun dia tidak berjalan seperti biasanya, tapi melompat seperti kelinci, dan yang menjadi hewan ini unik adalah ada kantong di dalam perut nya yang berfungsi untuk melindungi anaknya yang masih kecil dari pemangsa.


Imam menghirup nafas dalam-dalam, seakan melepaskan semua beban yang dia tanggung. dirinya tidak menyadari, ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dari turun pesawat sampai kini.


"Hai...


"Apa mau loe???


Imam tetap bersikap seperti biasanya, dingin tanpa tersenyum sedikit pun. namun itu tidak membuat takut si pengikut, justru di pengikut malah lebih dekat dengan nya. lalu mengulurkan tangannya kepada Imam


"Gue gak ada niat jahat kok," ucapnya dengan tersenyum.


"Pergilah...


Imam tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh nya, Imam memilih pergi dan melanjutkan perjalanan nya. namun gadis itu tetap saja berjalan di belakang nya.


Lama-lama Imam merasa risih dengan nya, Imam menghampiri gadis itu lalu memberikan nya uang dalam jumlah yang banyak.


"Sudah kan, sekarang pergi," ucapnya dengan mencibir.


"Loe pikir gue nggak punya uang," Si gadis membuang uang yang ada di tangannya.


"Gue bukan pengemis," Di gadis pun pergi meninggalkan Imam.

__ADS_1


"Akhirnya pergi juga tuuh penguntit," batinnya.


Kembali ke....


Hari ini Syifa dan Alex akan pindah ke kediaman Alex, beberapa koper sudah dipersiapkan dari semalam, Alex membantu membawanya ke dalam mobil, dia tidak ingin barang pribadi milik Syifa di sentuh oleh orang lain, meski itu anak buahnya.


"Apa kalian sudah siap," tanya pak Ilham kepada Syifa dan Alex yang masih sibuk berkemas.


"Ini yang terakhir pah," ucap Syifa dengan tersenyum.


"Kalau begitu biar papa yang bantu," pak Ilham baru saja akan membawa koper terakhir.


"Eh, gak usah pah, ini biar Alex yang urus," Alex merebut koper itu dan langsung membawa nya.


Pak Ilham hanya tersenyum melihat tingkah laku menantunya. ada rasa bahagia terpancar di matanya.


Tiiiin...Tiiin...


Sebuah mobil tiba-tiba datang, pak Ilham pun keluar dan melihat siapa yang datang. betapa terkejutnya pak Ilham saat mengetahui siapa tamu yang datang.


"Assalamualaikum besan," ucapnya.


"Waaalaikumussalam, ini ada apa sampai datang ke sini," ucap pak Ilham setelah membalas salam dari besannya.


"Ya, kami datang ke sini tentu saja untuk menjemput anak kami dan menantu kami yang cantik ini," ucap pak Herdi dengan tersenyum ke arah Syifa yang sedikit malu mendengar pujian dari mertuanya.


"Tidak, istriku akan ikut dengan ku," ucap Alex dengan tiba-tiba. dia tidak ingin papanya ikut campur dalam urusan rumah tangganya apalagi ibu sambungnya.


"Jangan menolaknya nak, kami sudah menyiapkan hadiah pernikahan untuk kalian berdua," ucap pak Herdi lagi


"Aku tidak membutuhkannya pah, simpan saja untuk kalian," Alex lalu menarik tangan Syifa agar Syifa ikut dengan nya sebelum orang tuanya yang membawa Syifa.


Syifa tersenyum melihat Alex yang seperti ini, Syifa tahu Alex tidak akan pernah mengizinkan dirinya untuk berdekatan dengan mertuanya. Syifa mengambil air mineral di dalam tasnya.


"Minum dulu ya sayang,' ucapnya dengan tersenyum.


"Sayang???


Alex merasa belum terbiasa di panggil Syifa dengan sebutan sayang.


"Emang kenapa???


"Apa ada yang manggil kamu sayang selain akuu???


"Ti... tidak ada....

__ADS_1


Happy reading 😍


"


__ADS_2