Inilah Aku

Inilah Aku
TRAUMA


__ADS_3

Happy reading 😍


Alex memeluk Syifa dengan sangat lama, Dia begitu merindukan nya, tapi pertemuan nya yang tidak di sengaja dan dengan seorang pria membuatnya sedikit geram.


Banyak pertanyaan di otaknya tentang Syifa dan pria itu, apakah benar dia adalah orang yang sudah menyelamatkan Syifa atau sebaliknya, ini hanyalah rekayasa belaka.


Alex pun mencoba mengirim pesan kepada anak buahnya,


"Cari seseorang dan berikan sedikit pelajaran karena sudah berani mengganggu kekasihku," Alex pun langsung mengirimkan pesan itu


"Kak Alex...


Syifa mencoba memanggil nama Alex karena sepertinya Alex hanya diam saja,


"Kenapa...


Alex masih bersikap dingin kepada Syifa meski dia begitu mencintainya tapi bepergian dengan seorang pria tentu saja tidak di benarkan.


"Sepertinya tuan putri perlu mendapat hukuman, supaya tidak nakal di luar sana," Alex mendekati wajah kekasihnya, di pegangnya dagu Syifa yang lancip, membuat sang pemilik kini memandang Alex juga.


"Ma...maksudmu apa kak...


Syifa mencoba menghindari tatapan Alex dan melepaskan diri dari pelukan Alex, mendengar kata hukuman tentu membuat Syifa sedikit merinding mendengar nya. hukuman seperti apa yang akan Syifa terima dari Alex, semoga saja hukuman nya tidak membuat nya melakukan hal-hal aneh.


"Sebaiknya kita pikirkan itu nanti, sekarang ada yang lebih penting bukan," Alex enggan memberi tahu Syifa.


"Apa yang penting itu???


SYifa penasaran dengan ada hal penting, dan sepertinya Syifa juga mempunyai hal penting, namun karena ada aksi dari keduanya, membuat Syifa melupakan hal penting itu.


"ADIKMU...


"ASTAGHFIRULLAH... bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting ini,


"Kaaak, antarkan aku ketemu adikku kak," Syifa memohon kepada Alex agar membawa nya ke tempat Siti berada saat ini.


"Iya, pasti aku akan membawamu kesana," Alex pun mengabulkan permintaan Syifa, karena memang Syifa lah yang bisa menjadi penawar bagi Siti.


"Terima kasih kak," Syifa pun tersenyum senang, akhirnya dia bisa berjumpa dengan adiknya, kini Syifa berjanji tidak akan meninggalkan adiknya lagi selamanya, apapun yang terjadi.


Alex pun membawa Syifa ke tempat semula mereka bertemu dan Alex memukul Imam sampai tersungkur.


LIFT...


Syifa baru saja tersenyum senang namun kini di hadapannya adalah tempat yang paling di Hindari Syifa , Trauma masa lalu kini mulai menghantuinya,

__ADS_1


#FLASHBACK ON#


AAAAAAA


"Papa kenapa liftnya berhenti," Syifa kecil bertanya kepada ayahnya yang selalu berada di samping nya.


"Nggak apa-apa, mungkin Liftnya mau istirahat dulu, karena lelah mengantarkan kita selama 24 jam," Ucap Pak Ilham sedikit berbohong agar Syifa tidak merasa ketakutan.


KLIK


Tiba-tiba lampu nya pun padam, membuat suasana dalam Lift semakin mencekam saja, apalagi buat Syifa,


AAAAAAA


"Papaaa Syifa takut hiks...hiks...


Syifa mulai ketakutan dan membuat semua orang yang berada di pintu depan lift mendengar suara tangisannya.


"Kalau Syifa takut, Syifa pejamkan matanya dan memeluk Papa, dan berdo'a semoga kita bisa keluar dari Lift," ucap pak Ilham dengan terus memberikan Syifa semangat.


Syifa mengikuti perintah Papanya, tiga puluh menit berada dalam Lift tentu saja membuat semua orang panik pada saat itu, untungnya tim mekanik bisa datang lebih cepat.


#FLASH OF#


"Tidak ada, hanya ini jalan satu-satunya menuju lantai atas dengan cepat," ucap Alex meyakinkan Syifa bahwa memang tidak ada cara lain.


"A...a...kuuu, ti... tidaaak...


Sebelum Syifa menyelesaikan perkataan nya Alex sudah membawa nya ke dalam LIFT.


Syifa mulai gemetar dan berkeringat dingin, bahkan kini Syifa memejamkan matanya.


"Syifa kamu kenapa, apa kamu baik-baik saja," Alex mulai khawatir karena Syifa tidak merespon dirinya.


"Apa Syifa memiliki trauma dan Fhobia terhadap Lift??? Alex mulai menerka tentang apa yang terjadi dengan Syifa saat ini.


"Ah... Siaaaal... lagi-lagi aku hanya membuat nya menderita," Alex merasa menyesal karena telah memaksa Syifa masuk ke dalam Lift.


Alex memeluk Syifa dan berharap itu akan mengurangi rasa takutnya.


"Maafkan akuu, sudah membuatmu seperti ini," Ucap Alex yang merasa bersalah kali ini.


Syifa memeluk Alex semakin erat saja, sama seperti dulu, memeluk papanya meski matanya tetap terpejam, tapi rasa takut itu sedikit demi sedikit mulai hilang.


Alex membiarkan Syifa memeluknya seperti itu,

__ADS_1


"Kamu pasti bisa melewati semua ini, biarkan aku yang akan menjagamu kali ini," batin Alex, berharap Syifa tetap terus berada di sisinya.


Hanya tinggal beberapa menit saja lift akan tiba di lantai atas, untungnya tidak ada penghuni lain di dalam Lift sehingga Alex dan Syifa tidak merasa malu sudah berpelukan di Fasilitas umum seperti sekarang.


TING


Pintu lift pun terbuka, akhirnya mereka sudah sampai di lantai atas dengan selamat. Alex membantu memapah Syifa yang belum mau membuka matanya sebelum benar-benar keluar dari Lift.


"Sudah aman, ayo buka matamu," Alex membawa Syifa dan mengarahkan ke kursi tempat buat menunggu para pasien, untungnya hari ini tidak Seramai biasanya,


"Benar kah," Syifa masih ragu untuk membuka matanya,


"Iya beneran, klo seperti ini, bagaimana kamu mau bertemu dengan adikmu?! Alex terus membujuk Syifa agar cepat membuka matanya.


Mendengar kata adik, tentu saja membuat ada sedikit keberanian yang muncul, akhirnya mau tidak mau Syifa mencoba membuka matanya,


"Apa yang membuat mu ketakutan setengah mati seperti ini?!" tanya Alex penasaran, sejak kapan mengalami hal menakutkan bagi dirinya.


"Dulu waktu masih kecil, aku dan papa pernah terjebak di Lift, dan saat itu kami benar-benar tidak bisa keluar dari Lift, lampunya pun padam membuat ku semakin memeluk papa dengan erat sampai menangis," Syifa mencoba mengingat kembali peristiwa yang sudah lama sekali terjadi namun masih membekas sampai saat ini.


"Maafkan aku yang sudah membuat mu mengulang kejadian yang tidak kau inginkan," ucap Alex sambil memegang kedua tangannya, dia sangat menyesal karena sudah membuat perempuan yang di cintainya menderita.


Iya kak, Syifa juga minta maaf karena tadi sudah memeluk kakak dan tak mau lepas dari kakak," ucap Syifa dengan wajah sedikit merona karena malu sudah bersikap layaknya anak kecil saja.


"Iya, mau memeluk ku sampai besok pun aku ijin kan Syifa," Ucap Alex dengan tersenyum kecil,


"Hehehe, hmm kak dimana kamar Siti, aku benar-benar ingin berjumpa dengan nya," Syifa mengalihkan pembicaraan dengan bertanya tentang keberadaan adiknya.


"Ok, ayo cuma beberapa kamar dari sini, hanya saja aku tidak bisa menemanimu ke dalam untuk menemui adikmu ya," ucap Alex dengan menatap wajah Syifa.


"Kenapa kak, masuklah bersamaku," Syifa tak mengerti apa yang di katakan Alex. Syifa ingin Alex masuk bersamanya.


"Karena Aryo tidak mungkin membiarkan ku untuk masuk Syifa," ucap Alex mencoba memberikan pengertian kepada Syifa.


"Jangan khawatir aku yang akan menjaga kakak, aku yakin Aryo tidak akan berani macam-macam," Syifa mencoba membujuk Alex.


"Tidak semudah itu... menjauh lah darinya...


Terdengar suara seseorang di belakang mereka,


Syifa pun menoleh ke arah suara itu...


"PAPA...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2