Inilah Aku

Inilah Aku
Teka-teki...


__ADS_3

Happy reading 😍


Bertunangan tanpa status, tentu saja tak terpikirkan oleh Siti. meski ini mungkin harapan nanti di masa depan, namun tetap saja Siti merasa belum mengenal calon suaminya ini.


Pasangan yang sudah saling mengenal saja bisa hancur berantakan karena satu masalah, apalagi kisahnya yang bertunangan secara mendadak karena adanya kesalahpahaman semata.


*******************


Visual Aryo juga di revisi ya teman teman semua, supaya karya ini bisa lulus kontrak,


#Flasback ON#


Kini kedua keluarga sudah berkumpul termasuk kang Supri sebagai tetua di desa, tentu saja kang Supri tidak ingin ada hal buruk terjadi kepada Siti yang sudah di anggap anaknya sendiri.


Karena Kang Supri tahu kalau Siti pasti tidak akan setuju kalau langsung menikah, maka kedua pihak pun mengambil jalan tengah dengan bertunangan, Supaya mereka berdua bisa saling mengenal jati diri masing-masing.


Kini kedua keluarga sedang duduk bersama tanpa sepatah katapun.


Namun Siti merasa tak bisa diam saja, sebelum semuanya terlambat, ada yang ingin dia bicarakan sama Aryo, tanpa di ketahui orang tua mereka.


"Hmmm... Buu... Pak Harun...


"Boleeeh pinjam Aryonya sebentar yaa, ada yang ingin Siti bicarakan Empat mata sama Aryo," Ujarnya sambil memberikan kode kepada Aryo agar setuju dengan rencananya.


"Baiklah nak, silahkan," Pak Harun mengizinkan Siti untuk bicara hanya berdua dengan Aryo.


"Terima kasih," Siti pun menarik Aryo untuk mengikuti nya ke belakang rumah Siti.


"Ada apa??? tanya Aryo kepada Siti.


"Kamu yakin mau sama aku, eh ... maksudnya bertunangan??? Ucapnya pelan tanpa berani melihat tatapan mata Aryo terhadapnya.


"Entaaah..." jawab Aryo sekenanya, meski ingin sekali dia menjawab ya, aku mau...


"Apaaa??? Siti sudah mengira kalau Aryo tak menganggap ini adalah hal serius seperti dirinya.


"Maksudku... yaa... mau bagaimana lagi," Jelas Aryo dengan entengnya,


"Kalau kamu nggak yakin... lebih baik ini tidak pernah terjadi... sebelum ada yang tersakiti," ucap Siti lirih , padahal Siti berharap Aryo punya jawaban yang membuat hatinya tenang, namun ternyata jawaban Aryo malah membuat nya semakin ragu dengan melakukan pertunangan dadakan ini.


Apa langkah yang mereka lakukan adalah benar?


Bertunangan dengan Aryo sama saja bertunangan dengan orang asing. meski keduanya memiliki perasaan yang sama, namun Siti merasa Aryo belum mengetahui siapa jati dirinya yang sesungguhnya. jangan sampai sebuah rahasia menjadi pemicu pertengkaran dan menjadi pemisah di antara keduanya.


"Apaaa... kamu memilih di arak keliling kampung oleh warga di bandingkan menikah dengan ku??? Selidik Aryo dengan senyum penuh kemenangan.


"Yaaa... tidak mau laah... tap..." Siti tak bisa melanjutkan bicaranya, saat telapak tangan Aryo menutup mulutnya secara tiba-tiba.


"Sssssst...


"Kalau begitu... jadilah pengantin ku," ucap Aryo dengan memegang kedua tangan Siti dengan lembut.


"Tapiiii... iniii terlalu cep...," lagi lagi Aryo mengganggunya hingga Siti nggak bisa meneruskan kata-katanya.


"Jangaaan baweeel... ok,"


Sebelum Aryo tahu Siti akaan berubah seganas singa akibat ulahnya itu, Aryo sudah terlanjur pergi dan bergabung kembali ke dalam rumah Siti.

__ADS_1


"Aryooooo...


"Awaaaaas ya kamuuu iiih," Siti kesal karena Aryo sudah berani menyentuh bibirnya dua kali tanpa seizinnya,


Mau tidak mau, Siti memang tidak punya pilihan lain,


Semoga ini menjadi pilihan terbaik dalam sejarah hidupnya.


#Flash OF#


*********************


Braaak... Braaak.... Braaak...


"Sitiiiiiii.... Keluaaaar...


Suara seseorang yang memekikan telinga di waktu pagi membuat Siti terjaga dari tidurnya,


"Siapa siih, masih jam lima pagi," ucapnya heran.


"Bu Nilaaam.... keluaaaar...," Sorak sorai para warga yang sudah berdatangan menagih janji kini sudah berkerumun memenuhi halaman rumah ibu Nilam.


Siti dan Bu Nilam pun melihat kejadian di luar dengan sedikit mengintip di dalam jendela yang tirainya sedikit terbuka.


"Bagaimana ini Bu... warga sudah datang dan akan membawa Siti ke kepala desa," Siti sedikit resah dan takut warga benar benar masuk dan menyeretnya secara paksa.


"Tenang nak, kamu harus tenang," ucap Bu Nilam sambil berusaha menenangkan Siti dengan memeluknya.


"Kita tunggu kang Supri dulu ya, semoga cepat datang dan menyelamatkan kita," Bu Nilam berharap kang Supri bisa datang secepatnya, karena hanya kang Supri yang bisa menenangkan amukan warga.


"Jangan bersembunyiiiii...," Sorak sorai para warga semakin menjadi dan anarkis dengan terus menggedor pintu rumah Bu Nilam dengan keras dan hampir mendobrak pintu itu.


"Apaa yang kalian lakukan," Ucap kang Supri dengan lantang, dan sedikit geram dengan tindakan warga yang bertindak seenaknya.


"Kaaaang... Sudahlah jangan mentang mentang Siti itu dekat dengan Akang, akang terus membela dia,


"Jelas-jelas dia bersalah, jadi akang jangan ikut campur," ucap salah satu warga yang mulai memprovokasi warga lainnya.


"Iya kang, ini sudah peraturan di desa ini, kalau melanggar, desa ini bisa mendapat musibah besar," ucap warga lainnya yang membuat warga lainnya semakin ingin masuk dan membawa Siti segera ke kepala desa.


"Teeenaaang.....


"Saya harap semua warga tenang dulu," Ucap Pak Harun melihat warga yang akan bertindak anarkis,


Tiiiiin... Tiiiiiin...


Suara klakson mobil membuat perhatian warga teralihkan,


Mbeeek.... mbeeeeek...


Para penghuni mobil pickup itu pun mengeluarkan suaranya dengan riuh,


"Itu siapa???


"Seperti nya dari kota!??? ucap salah satu warga ketika melihat beberapa mobil yang datang dan sepertinya dari kota sana.


Ada beberapa mobil yang datang secara beriringan.

__ADS_1


Yang satu membawa sekitar dua puluh ekor kambing dengan suara khasnya.


Yang Satu tak kalah hebohnya...


"Mooooo... Mooooo....


Salah satu penghuni mobil lainnya pun memperkenalkan dirinya tak mau kalah dengan mobil yang di depannya.


Satu mobil Avanza berwarna merah maroon berplat nomor Jakarta pun tampak akan keluar dari mobilnya.


Seseorang turun dari mobil dengan membawa sesuatu yang penting untuk tuannya.


"Haai booos," Sapanya ketika melihat bosnya di salah satu warga yang sedang berkerumun menyaksikan kedatangan dirinya.


Warga kini lupa akan misinya, mereka malah asyik memperhatikan para penghuni dari dua mobil yang berbeda.


"Anda siapa dan mau apa datang ke desa ini," tanya salah satu warga yang penasaran.


"Tenang dulu bapak-bapak dan ibu-ibu," ucap Pak Harun yang mengetahui rasa heran para warga.


"Ini adalah Aji...,


"Anak buah anak saya, Aryoo...


"Yang membantu pekerjaan Aryo di kota selama ini," jelas Pak Harun kepada semua warga.


"Oooh... begitu," Para warga sudah mulai tenang


dan mendengarkan penjelasan Pak Harun,


"Dan iniii....," Pak Harun berjalan ke arah mobil yang membawa kambing dan Sapi yang masih


Asyik nangkring di atas mobil.


"Iniiii untuk pengganti tumbal yang akan say serahkan kepada kepala desa dan sisanya untuk warga sendiri," ucap Pak Harun, dengan ini warga pasti akan melupakan masalah di bukit itu.


"Baik kalau begitu Pak... kami akan terima pengganti tumbal ini," ucap salah satu warga.


"Kalau begitu kami permisi," para warga pun pergi meninggalkan rumah Siti.


Saat para warga sudah mulai tak terlihat, Siti pun dan Bu Nilam memberanikan diri untuk keluar,


"Terima kasih pak, berarti tunangan nya nggak jadi ya...," ucap Siti dengan gembira berharap semua bisa di batalkan.


Aryo terlihat sedikit kesal karena merasa papanya akan menggagalkan acara tunangan nya apalagi Siti terlihat gembira seperti itu.


"Jadiiiiii...


"Cumaa tidak di sini....," Ucap pak Harun dengan tersenyum kecil.


" Sebaiknya kita bersiap-siap...," ucap pak Harun.


"Kemana," jawab semua orang di situ yang merasa heran dan tidak mengerti maksud Pak Harun.


"Ikut saja.....


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2