
Happy reading 😍
Aryo tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, adat istiadat yang ada di desa masih terbilang kuno dan tak bisa di langgar begitu saja, berbeda dengan di kota yang sudah bisa lebih rasional.
Mungkin baginya tak masalah kalau dia yang di hukum, dia bisa menerima semua itu. Asalkan jangan Siti, gadis yang sudah membuatnya punya semangat hidup kembali.
Saat ini kedua keluarga sedang mencari solusi dari masalah yang terjadi. tidak bisa menunggu hari esok, semua benar-benar harus selesai malam ini juga.
"Eheeeem,..."
"Gimana mau selesai nih masalah, kalau nggak ada yang bicara sama sekali," Kang Supri pun memulai pembicaraan melihat kedua keluarga hanya terdiam saja semenjak bertemu.
"Maaf Kang," Pak Harun tidak tahu apa yang harus dia katakan saat ini, untuk menyelesaikan masalah anaknya Aryo.
"Hmmm, bagaimana klo warga menyuruh anak-anak kita untuk..."Ibu Nilam pun belum menemukan solusi terbaiknya untuk saat ini.
"Kita tahu bahwa keinginan warga tidak bisa di tolak, karena mereka mempunyai kandidat terkuat di desa, yaitu kepala desa," Kang Supri pun berpikir tak bisa lagi menghindari hari esok.
Kang Supri bergerak mondar-mandir ke sana kemari untuk menemukan wangsit, eh jalan keluar maksudnya,
Siti dan Aryo hanya diam dan saling melempar pandangan mereka, Siti merasa sudah pasrah dengan keputusan orang tua mereka nantinya.
"Naaaah, bagaimana kalau mereka kita "IKAT" dulu,"Ujar Kang Supri dengan suara sedikit lantang dan menyunggingkan senyumnya.
"IKAT"...
Semua orang yang ada di sana belum memahami apa yang di maksud sama kang Supri.
"Salah ngomong urang teh," gerutu kang Supri ketika melihat semua orang malah makin bengong saja.
"Maksudna mah tukar cincin...
"Ooooh, tukar cinciiiiiin," seru kedua keluarga secara bersamaan.
"Weeeeh, udah kompak saja kalian," hahahaha,"
__ADS_1
Kang Supri tak menyangka klo mereka bisa sekompak ini,
"Tapiiii kang Supri... Saya belum menyediakan cincin untuk mereka, bagaimana?? Pak Harun tidak tahu kalau akan ada acara dadakan seperti ini.
"Tenang pah, kita bisa suruh Aji kan," Aryo berpikir untuk memberikan tanggung jawab itu kepada Asisten nya Aji yang sedang mengurus perusahaan di kota.
Aryo pun mencoba menelepon Aji untuk meminta bantuan nya sekarang juga,
Tuuut... tuuuuut....
" Yaa bosss, ada yang bisa saya lakukan," Aji.
"Carikan Sepasang cincin untuk acara pertunangan malam ini juga," Perintah Aryo kepada Aji yang sontak membuatnya kaget,
"Tidak bisa menunggu besok pagi ya bos, hehe," Aji melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 23.00 tepat,
"Hariiii iniiii jugaaa" Aryo memperjelas. perintah nya, karena memang tak bisa menunggu sampai hari esok tiba.
"Baikkk, Saya akan mencarinya sekarang juga," Aji pun menutup telponnya dan bergegas pergi mencari apa yang bosnya inginkan.
untung saja ini di kota, ada beberapa toko perhiasan yang masih buka,
Setelah Aji mengelilingi beberapa toko perhiasan, akhirnya dia menemukan sepasang cincin yang sesuai dengan selera bosnya ini.
"Syukurlah, akhirnya penderitaan ku berakhir," bathin Aji setelah hampir dua jam lamanya ke sana kemari mencarinya.
Tiiing...
Aryo melihat ke arah ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari asistennya itu.
"Ini menurut saya yang paling cocok dengan karakter bos," pesan Aji.
"Tunggu apa lagi, cepat pergi ke desa sekarang," perintah Aryo selanjutnya.
__ADS_1
"Sekarang???
"Tidak bisa besok pagi kaaah bos,"Sungguh Aji ingin istirahat sekarang,
"Bisaaaa...
"Nyawamu taruhannya," Aryo to the point dengan apa yang dia maksudkan, sekarang ya sekarang, dia tidak mau menunggu besok pagi, bisa saja warga berdatangan dan menggiring mereka ke kepala desa.
Deeeg...
Aku tak bisa berbicara lagi kalau bosnya sudah mengancam nyawanya,
Akhirnya Aji dengan terpaksa pergi ke desa di mana bosnya berada saat ini.
"Semuanya sudah beres dad," terang Aryo melihat Pak Harun masih terus melihat ke arahnya.
Saat ini Aryo dan Pak Harun sudah berada di rumah nya, mengingat hari sudah malam, dan tak baik bertamu sampai tengah malam, begitu pun Kang Supri yang juga sudah berada di warung nya,
Siti dan Bu Nilam harus istirahat, supaya besok bisa melaksanakan rencana selanjutnya dengan keadaan fresh.
"Tapi sepertinya dia akan kerepotan setelah Dady menambah tugasnya," ujar Pak Harun dengan tersenyum kecil.
"Maksud Dady???
Aryo tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Dady nya kali ini.
"Sudahlah, kamu Istirahat saja dulu, karena besok pagi kita harus menyiapkan berbagai keperluan Secara mendadak," Perintah Pak Harun kepada Aryo,
"Ok, Aryo istirahat," ucap Aryo sambil pergi menuju kamarnya.
"Yaaa...
"Besok akan ada banyak kejutan," bathin Pak Harun...
Happy reading 😍
__ADS_1