
Assalamualaikum π€π€
Happy reading π
Di tempat lain...
"Apaa maksud loe???
"Bagaimana bisa hilang??? Teriak Dewi yang kesal dan tidak percaya kalau rencananya bisa gagal kayak gini.
"Gue juga nggak tahu siapa yang mukul gue sampe tak sadarkan diri," Jelas Alex ketika mengingat kejadian tadi malam.
"Siaaal, rencana gue gagal gara-gara loe," ...
"Kenapa loe gak bawa anak buah loe itu siih??
"Kalau loe membawa mereka, rencana gue yang udah gue susun sempurna akan berhasil.
Dewi nggak nyangka sama sekali klo Syifa bisa lolos dari rencana jahatnya.
"Gue nggak mau Syifa di sentuh orang lain, Selain gue, dia harus jadi milik Gue seorang," tegasnya dengan menatap Dewi dengan tatapan tajamnya..
Dewi terdiam,,, dia tidak menyangka seorang Alex si cowok brengsek malah menyukai Syifa,
"Apaa gue nggak salah denger???
"Heeh, laki-laki brengsek kayak loe suka ma cewek kuno kayak dia," sindir Dewi sambil tertawa devil.
"Jangaaan pernah menghinaa dia di hadapan gue, klo nggak ... loe pasti tahu sendiri akibatnya...!! Ancam Alex, cukup membuat Dewi tak berani mengeluarkan suaranya lagi.
"Siiiiiaaal, kenapa jadi begini siih," bathin Dewi
Dewi pun meninggalkan ruang kerja Alex tanpa permisi.
Alex pun melihat apakah Dewi sudah pergi dari kantor nya atau belum...
Alex mengambil handphone nya dan menelpon anak buahnya,
"Haloo bos"
"Gimana, kalian sudah temukan gadis itu," tanya Alex yang tak sabar ingin segera berjumpa dengan gadis yang menghilang dari mobil nya.
"Be... belum bos, kami belum berhasil mencarinya bos," jawab anak buah Alex yang terasa gugup karena apapun keinginan bos nya harus terlaksana dengan cepat.
"Temukan dia, atau kalian tahu akibatnya," Ancam Alex dengan nada tinggi.
"Aaargh,
__ADS_1
Alex membuang semua benda yang nangkring di atas meja kerjanya dengan kedua tangannya.
"Di mana kamuu Syifaaaa,
"Cepat atau lambat aku akan menemukan kamu dan jangan harap bisa lari lagi dari ku.
****************
Tiga hari tidak melihat Aryo, membuat Siti menjadi urang arung eeh uring-uringan π
"Sendiri lagi...Nggak papa...
"Lagian siapa sih yang peduli ma dia...
"Terserah dia, mau pergi ya pergi aja sana,"celetuk Siti sambil melemparkan kerikil-kerikil kecil ke sungai.
Suasana bukit yang tenang membuat Siti betah lama-lama di sini, tempat favorit nya bersama Aryo.
"Heeei..
"Aryooooo," Teriak Siti Histeris yang langsung berdiri saking terkejutnya.
"Kenapaaa... iniiii gueee," jawab Aryo yang ikut berdiri melihat Siti yang kaget akan kedatangan nya.
"Kamuuu," Siti menunjukkan jari telunjuknya ke arah Aryo.
Siti berbalik dan hendak pergi meninggalkan Aryo. Namun dengan sigap tangan Aryo menangkap tangan Siti.
"Kamuuu marah???! Tanya Aryo sambil tetap menahan tangan Siti di genggamannya.
"Nggak... siapa bilang aku marah," protes Siti sambil menatap mata Aryo lekat.
Kini kedua mata mereka pun bertemu dan seolah olah saling merasakan perasaan masing-masing.
"Iiiiih lepaaas,"
Siti baru menyadari sejak tadi tangannya di genggam Aryoo.
"Ok...
Aryo pun melepaskan genggamannya namun tetap menatap Siti.
Aryo tahu pasti gadis di hadapannya akan
bertanya tentang kepergiannya yang tak memberi tahu lebih dulu.
"Guee nggak akan pergi lagi, gue janji," Aryo ingin melihat gadis di hadapannya tersenyum dan tidak khawatir lagi.
__ADS_1
" Terserah,"
Siti pun beranjak akan pergi, namun lagi lagi Aryo tak membiarkan itu. Aryo tak akan membiarkan Siti pergi sebelum dia menjelaskan kepergiannya itu.
"Lepaas aryooooo," Siti coba memberontak namun semuanya sia sia saja, tenaga Aryo terlalu besar untuk gadis seperti dia.
"Tidak, sebelum kamu mendengar kan penjelasan dari gue,hm maksud nya aku, " Aryo belum terbiasa dengan berbicara memakai aku, kamu, namun dia tetap belajar demi pujaan hatinya.
"ini buat kamuu," Aryo mengambil sesuatu di dalam kantongnya.
Sebuah kado yang terbungkus rapi dengan pita berwarna senada di atasnya.
"Ituuu Apaa??
Siti nggak tahu kenapa Aryo mau memberikan kado itu untuknya, tak pernah terpikirkan sama sekali.
"My Princess... bolehkah aku Aryo Kusuma Wijaya, meminta satu hal kepadamu?!
Aryo memegang kembali tangan Siti dan memberikan kado itu secara langsung.
"My princess???!
"Apaaan siih Yooo...
"Aku serius...," Tegas Aryo meyakinkan Siti bahwa ini bukan hanya canda gurau.
"Apa yang kamu mau dari aku Yoo," Siti mencoba untuk mencari tahu keinginan Aryo sebenarnya.
"Hati...Hati kamuu..." jawab Aryo
"Aa...kuuu,"
"Hmmm, y udah g usah di jawab, niih buka aja dulu, semoga suka yaa,"
Siti pun membuka isi kado tersebut.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya BESTie π€
mohon dukungan nya selalu π
Likeπ€
coment and
vote tentunya π€
__ADS_1
Happy reading π