
Happy reading 😍
Malam ini Syifa mimpi buruk, dia melihat seseorang yang sudah tertutupi oleh kain putih, semua orang meratapinya.
"Siapa sebenarnya dia?...
******************
Syifa kini sudah berada di dalam mobil Imam, kini posisinya berubah, Syifa duduk di depan bersama Imam sesuai permintaan Imam. Rasa lapar kini hilang seketika saat melihat keadaan Syifa sekarang. Imam pun bermaksud untuk bertanya kepada Syifa setelah Syifa Benar-benar merasa sudah tenang.
"Aku ingin kembali...
Tiba-tiba saja Syifa mengatakannya dan menatap Imam dengan sangat tajam.
"Kembali???
"Iyaaa, a...aku merasa ada sesuatu yang buruk menimpa adikku dan ini semua salahku,"
Syifa mulai menangis, hatinya kini benar-benar hancur, sepertinya terjadi sesuatu yang buruk kepada Siti, Adiknya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu," Imam langsung menyalakan mobilnya dan mengantarkan Syifa bertemu dengan adiknya, Siti.
"Tenang yaaa, semua akan baik-baik saja,' Imam memegang tangan Syifa yang terasa sangat dingin.
Syifa merasa sedikit tenang ketika Imam memegang tangannya.
"Eh... ma...maaf...
"A...aku nggak sengaja," Imam tersipu malu dan menjadi salah tingkah, dia pun menarik tangannya kembali.
"iya... ga papa kok kak," ucap Syifa sambil sedikit tersenyum.
"Kok nervous gini sih," batin Imam sambil tetap mencuri pandang kepada Syifa.
"Terima kasih ya," Syifa merasa sudah terlalu banyak hutang Budi kepada Imam, orang yang selama ini sudah baik dan selalu ada saat Syifa membutuhkan bantuan nya.
Syifa merasa Imam adalah malaikat pelindung dan sekaligus penyelamat tapi bagaimana dengan Alex...
Alex yang mencintainya bahkan sudah tidur seranjang bersamanya...
Di rumah sakit...
"Kak Syifaaaa... jangan pergi...
Siti mencoba mengejar Syifa yang semakin menjauh darinya.
"Kaak... please kaak...
"Kaaaak...
Siti membuka matanya perlahan...
Awwww....
Siti merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya,
"Apa yang terjadi???
Siti melihat sekeliling nya,semua serba berwarna putih, di lihatnya tangan kanannya yang masih terpasang selang infus.
Di lihatnya seseorang yang sedang memegang tangannya dan sepertinya sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Siti mengetahui siapa orang yang sedang menunggu dirinya.
"A... Aryoo...
Siti mencoba membangunkan orang itu.
Aryo mengangkat kepalanya yang tertunduk dan melihat Siti yang sudah bisa membuka matanya.
"SITIIII...
Aryo langsung terbangun dan tersenyum, di sentuh nya pipi halus sang pujaan hatinya.
"Alhamdulillah ya Allah," Aryo bersyukur ini bukanlah mimpi.
"A...aku panggil dokter ya,"
Aryo menatap Siti dengan kerinduan yang mendalam. Aryo menekan tombol yang berada dekat ranjang pasien yang berfungsi untuk memanggil para medis apabila membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat.
Tak berapa lama, suster dan dokter yang menangani pasien pun datang dan mulai memeriksa keadaan Siti.
"Alhamdulillah, semua sudah normal, tinggal masa pemulihan saja," ucap Dokter yang memeriksa keadaan Siti.
"Syukurlah kalau begitu Dok," Aryo merasa lega dan senang sekali, mendengar keadaan Siti yang sudah membaik.
"Klo begitu, saya permisi dulu," Dokter pun langsung pergi dan melanjutkan tugasnya.
"Yooo...
"Apa yang terjadi???
Siti menanyakan sesuatu yang ingin dia ketahui, seingatnya tadi dia sedang mengejar Syifa sang kakak.
"Kamu pingsan dan drop karena trauma masa lalu, kata dokter sih gituuu," jelas Aryo sambil mengingat kembali penjelasan dokter kemarin.
"Tidak ada yang direpotkan kok, aku tuh senang melakukan nya, jadi jangan banyak berpikir yang aneh-aneh lagi, ok...," jelas Aryo panjang lebar, Dia nggak mau Siti berpikir terlalu keras saat ini, Dia nggak mau klo melihat Siti mati suri untuk kedua kalinya.
" Ok...
Siti tersenyum dan menuruti perintah Aryo dengan manis,
Aryo terdiam melihat Siti yang menjadi penurut kali ini, tidak seperti biasanya, yang selalu ada perdebatan panjang dengan nya.
"A..a...kuuuu...
"Hmmm... memanggil semua orang ya," Aryo keluar kamar dengan tergesa-gesa sebelum jantung nya copot akibat sikap manis Siti barusan.
Setelah berhasil keluar, Aryo pun menghubungi Bu Nilam terlebih dahulu sebagai ibu kandung dari sang pujaan hati.
"Hallo naak...," Bu Nilam langsung mengangkat telpon dari Aryo.
"Bu... Ada kabar gembira," ucap Aryo sambil tersenyum.
"Apa itu naak, coba jelaskan," Bu Nilam belum memahami maksud dari perkataan Aryo.
"Siti sudah bangun Buu," Aryo tak bisa menahannya lagi untuk tidak mengatakan nya.
"Alhamdulillah naak, Ya ALLAH...," Bu Nilam pun sangat senang mendengar kabar gembira ini.
"Ya sudah, ibu dan yang lainnya langsung menuju ke sana," ucap Bu Nilam
"Iya Buu...
__ADS_1
Bu Nilam langsung menutup telponnya dan bersiap untuk menuju ke rumah sakit dan juga member tahu yang lainnya.
Semua orang gembira mendengar kabar bahwa Siti sudah mulai membaik.
Sementara itu...
Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Syifa dan Imam sampai di depan Villa tempat adiknya berada. Syifa melihat sekeliling Villa yang tampak sepi. bahkan sangat gelap bertanda tidak ada seorang pun di dalam Villa itu.
"Kok gelap ya??? Syifa melihat sekeliling yang masih gelap gulita.
"Pada kemana semua orang," Syifa pun turun dari mobil dan melihat keadaan sekitar, siapa tahu ada seseorang yang bisa di ajak untuk bicara dan menanyakan kemana penghuni Villa itu.
"Apa ini tempat yang benar Syifa? tanya Imam yang ikut turun dan mengikuti langkah ku sendiri.
"Iya kak, Di sini ramai dan banyak orang,
Syifa ingat betul ini adalah Villa yang sama saat dirinya pertama kali datang dan sekamar dengan Siti, Adiknya.
"Sepertinya tidak ada orang!!! Imam menyimpulkan keadaan sekitar setelah melihat lampu yang tak menyala.
"Apa jangan-jangan...," Syifa mulai menduga duga tentang apa yang telah terjadi bsaat dirinya memutuskan untuk pergi dari acara pertunangan nya dengan Alex.
"Apaa??!
Imam merasa penasaran dengan apa yang sedang Syifa pikirkan saat ini.
"Sitiiii... Dia...
Syifa kembali mengingat tentang mimpi buruk nya semalam.
"Kenapa?!
"Apa yang ada dalam pikiran mu?! Imam sungguh tak ingin bermain teka-teki saat ini.
Syifa mengingat kembali Siti dan mulai menangis.
"Mimpiku....
"Siti Kaaaak... Hiiiiks... hiiiiks...
Syifa mulai tidak bisa mengontrol dirinya dan mulai mengeluarkan matanya.
Imam tersentak kaget dengan perubahan yang terjadi pada Syifa, namun dia mencoba ikhlas kan apapun yang terjadi.
Imam mencoba dengan kelas kakap dan sepertinya itu lebih ribet, dan banyak aturan.
"Heeei... jangan menangis," Imam menghapus air mata Syifa dengan jari-jari tangannya dengan lembut.
Hiiiiks....hiiiiiks...
"Ini salahku kaak...," Tapi Syifa tetap saja menangis dan mulai menyalahkan dirinya sendiri.
"Seandainya saja aku tidak pergi, pasti semuanya akan baik-baik saja," Tadi melihat di grup sebelah tentang rencana Alhamdulillah fyth.
"Btw... boleh tanya sesuatu?! Imam mulai berani menanyakan sesuatu.
"Iya kak silahkan...
"Kenapa kamu melarikan diri, apa alasan nya Nona Syifa...
"A... aku...
__ADS_1
Happy reading 😍