
Happy reading 😍
"Pria brengsek ini kenapa bisa bersama Kakaknya Siti," batin Aryo saat melihat pria yang bersama kakaknya Siti adalah pria yang pernah dia lumpuhkan waktu itu.
Aryo melihat siapa kakak yang sangat di rindukan oleh calon tunangannya itu,
"Diaaaa...
Aryo pun mengingat kembali peristiwa itu, ya benar, kakak yang di maksud oleh Siti adalah gadis yang waktu itu pernah di tolongnya.
Pelayan nya pernah berkata bahwa nama gadis yang di tolongnya bernama Syifa, persis sama dengan nama kakak Siti, dan bisa saja itu adalah orang yang sama.
Dan sekarang Aryo kembali menatap Alex dengan tajam dengan membawa berbagai pertanyaan di otaknya.
Alex adalah orang yang hendak berbuat jahat pada Syifa, tapi kenapa sekarang dia malah bersama Syifa. apa yang sudah terjadi sebenarnya,
Aryo sibuk dengan pemikiran nya, begitu pun dengan Alex,
"Dia masih hidup???
"Bagaimana bisa, bukankah semua sudah berjalan mulus," batin Alex ketika mengetahui seseorang yang menurutnya sudah dia kirim ke malaikat maut, masih bisa berdiri di hadapan nya.
"Siaal....
"Semua rencana ku bisa berantakan," batinnya Karena Alex sudah mengaku sebagai orang yang sudah menyelamatkan Syifa waktu itu, karena Syifa sudah jatuh cinta kepada sang penyelamat nya.
"Ituuuuu... siapa???!
Syifa dan Siti bertanya secara bersamaan saat keduanya memperhatikan orang asing yang bersama mereka.
Tentu saja tingkah mereka membuat kedua pria itu kembali ke dunia nyata,
"Hahaha, kita masih kompak ya deeek," ucap Syifa dengan tertawa lepas, meski ada satu rahasia yang nggak bisa dia beritahu kan kepada Siti.
"Hehehe, iya ya kak, padahal kita udah lama banget gak ketemu," ucap Siti sambil cengengesan.
Kedua pria ini tampak senang melihat pujaan hatinya keduanya bisa tertawa seperti itu.
Keduanya masih asyik memandangi para gadis yang sedang melepaskan rasa rindu mereka.
"Deek, kenalin ini adalah penyelamat kakak dulu, Kak Alex," Syifa akhirnya yang pertama mengenalkan Alex kepada Siti dan juga Aryo.
"Hai kak, aku Siti dari kampung, adiknya kak Syifa satu satunya, hehe," Siti pun memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya dan langsung di sambut oleh Alex,
"Haii deek, Aku Alex calon suaminya Syifa, Kakak tersayang," ucap Alex dengan bangganya seolah sudah memenangkan undian saja.
__ADS_1
"Oh, ya... wah selamat ya kak, akhirnya kakak ku ini sudah ada calon suami," Siti begitu gembira mendengar apa yang di katakan Alex, namun berbeda dengan Syifa, kini raut wajahnya berubah menjadi sedikit murung mendengar perkataan Alex barusan.
"Iya dek, btw ini siapa...?! Syifa mencoba untuk tidak membahas hubungan nya dengan Alex dengan bertanya tentang pria yang bersama adiknya kini.
"Iniiii, hmmmm..."Siti gak tahu bagaimana cara mengenalkan Aryo kepada keduanya, sebagai teman atau sebagai calon tunangannya,
Aryo pun tak menunggu Siti yang sejak tadi tak memperkenalkan dirinya, dengan sigap dia memperkenalkan dirinya kepada Syifa.
"Hai... gue Aryo calon tunangannya dari adik manis ini," ucap Aryo senang karena berhasil menggoda Siti kali ini,
Siti tersontak kaget mendengar pengakuan dari Aryo, dan langsung membungkam mulut Aryo dengan tangan nya.
"Issssh, apa sih yooo, kita kan cuma terpaksa melakukan nya," ujar Siti pelan di telinga Aryo agar Syifa dan Alex tidak mendengar nya.
"Kata siapa terpaksa, Aku sungguh sungguh menyukai kamu," Ucap Aryo pelan di dekat telinga Siti.
Deeeeg...
Saat Aryo mengatakan menyukainya, Siti merasa jantungnya sudah tidak berada di tempatnya saking kagetnya dengan pengakuan Aryo itu.
Siti gak menyangka klo Aryo benar-benar mengharapkan pertunangan ini, Padahal dia berencana untuk menggagalkan pertunangan nya sendiri.
"Deeek, kenapa malah bengoong," ucap Syifa sambil tersenyum melihat tingkah laku adiknya itu.
"Eh, ngak papa kok kak, hehehe," Siti tersadar akan lamunannya.
"Tentu saja, itu ide bagus," Aryo tak mau kalah, dia pun merangkul Siti seperti Alex merangkul kakaknya.
"Kak, aku dan Aryo akan bertunangan, aku harap kakak bisa datang ya," Siti akhirnya mengatakan tentang rencana pertunangan nya dan mengundang Syifa secara langsung, Siti berharap kehadiran kakaknya akan memberinya kekuatan,
"Bertunangan, wah selamat ya dek, kapan acaranya dek," Syifa begitu gembira mendengar kabar baik ini.
"Malam ini kak," ucap Siti sambil melihat ke arah Aryo yang membalas menatap nya.
"Kenapa begitu cepat, apa kalian sudah?! Alex merasa sedikit ada keanehan dalam acara tunangan adiknya Syifa yang terkesan terburu-buru.
"Ngak seperti kalian bayangkan kok, kita nggak melakukan apa-apa," Siti langsung mengklarifikasi apa yang sedang di pikirkan oleh Alex, calon suamin dari kakaknya, Syifa.
"Kenapa memangnya, apa ada yang aneh," kini Aryo yang membalas pertanyaan Alex yang seakan sudah menjatuhkan dirinya di depan kakaknya Siti.
"Santai brooo, gue cuma canda kali, yaelah," ucap Alex dengan tersenyum kepada Aryo, Alex merasa senang karena Aryo mudah untuk di pancing,
"Dasar pria breng***, apa rencana loe kali ini, gue nggak akan biarkan Syifa dekat dengan laki-laki licik macam loe," batin Aryo yang merasa harus mencari kebenaran dan memberi tahu Syifa tentang kejahatan Alex terhadap dirinya.
"Aryoo, nikmati harimu dengan baik, karena itu tidak akan bertahan lama, hahaha," batin Alex tak mau kalah, Alex mulai menyusun rencana kembali untuk melenyapkan Aryo.
__ADS_1
"Sitiiiiii...
Ada seseorang yang memanggil nama Siti, pas dia melihat siapa orang itu, tak ayal senyum nya kembali mengembang, karena orang tersayangnya sudah berkumpul bersama nya saat ini.
"Ibuuu...
Siti pun memeluk Bu Nilam dengan perasaan senang,
Di belakang Bu Nilam sudah ada yang lainnya juga, Pak Heru, Aji juga kang Supri dengan membawa beberapa tas belanjaan yang akan digunakan untuk acara pertunangan malam ini.
"Syifa...
Bu Nilam melihat Syifa dan memeluknya juga, meski tidak ada hubungan darah, namun Bu Nilam sangat menyayangi Syifa seperti menyayangi Siti.
"Ibuuu...
Syifa pun sangat senang karena bisa bertemu kembali dengan pengganti ibunya yang telah meninggal.
"Alhamdulillah, ibu masih bisa ketemu sama anak ibu ini," tak terasa air mata keduanya mengalir begitu saja, menyampaikan kerinduan yang mendalam.
"Syifa juga senang karena masih bisa melihat ibu," ucap Syifa di sela tangisnya.
Siti terharu melihat pertemuan keduanya, Siti tak merasa cemburu sedikit pun melihat ada orang lain yang memeluk ibunya, sebaliknya Siti merasa bersyukur karena masih bisa bertemu dengan Kakaknya.
"Laah, trus kapan atuh giliran Abah yeuh, kan Abah kangen juga ma neng Syifa," ucap kang Supri di tengah keharuan yang mengharu biru.
Bu Nilam dan Syifa pun melepaskan pelukannya, dan tersenyum melihat tingkah kang Supri yang seperti anak kecil.
"Abah mau di peluk, siiniii ...
Pak Heru menggoda Abah dengan berpura-pura akan memeluknya.
Abah bergidik ngeri melihat tingkah pak Heru.
"Moooh... masa jeruk makan jeruk," ucap Abah sambil cengengesan.
"Hahahaha...
Semua orang pun langsung tertawa melihat aksi keduanya.
Ada yang Bu Nilam lupakan, ya...
Bu Nilam pun melihat ke arah Alex dan tersenyum,
"Ini siapa Nak??? tanyanya kepada Syifa..
__ADS_1
"Diaaaa adalah...
Happy reading 😍