Inilah Aku

Inilah Aku
Kaaaak, Tolooong...


__ADS_3

Happy reading 😍


Alex tahu saat ini pasti Syifa merasa takut dengan dirinya.


"Faa... kamu nggak apa-apa kan?!


Alex mencoba menyembunyikan pistolnya agar Syifa tidak terus memperhatikan senjata itu.


"Maaf... aku sudah membuatmu takut,


Alex sebenarnya tidak mau terlihat seperti ini, namun tidak ada cara lain.Alex tidak mahir dalam berkelahi, maka dari itu dia selalu membawa senjata untuk menjaga nyawanya dari serangan tidak terduga.


"Ka...kamuu...," Syifa tidak tahu harus bagaimana, rasanya ingin sekali berterima kasih namun rasa takut malah mendominasi perasaan nya kali ini.


"Please, jangan takut faa...aku terpaksa melakukan itu,"


"Aku nggak mau kamu kenapa-napa karena aku benar-benar sayang kamu faa...," Alex berharap Syifa tidak menjauhi nya dan membencinya.


Syifa tiba-tiba memeluk Alex dan membagi rasa takutnya atas kejadian tadi.


"Terima kasih," ucap Syifa, tak terasa air matanya kini berhasil lolos dari pelupuk matanya.


"Yaa,


Alex tak menyangka Syifa malah memeluknya dan berterima kasih.


Semoga ini adalah awal yang baik bagi hubungan nya dengan Syifa.


Entah kenapa, Syifa merasa aman berada di sisi Alex, senyaman saat Syifa berada sama papanya.


"Apa kamu maafin aku?!," ucap Alex di sela-sela pelukannya terhadap Syifa yang semakin erat.


"Hmmm... yaa," Syifa merasa tak bisa marah terlalu lama, di tambah lagi Alex baru saja menyelamatkan nyawanya.


"Pulang yuuk,"


"Ini udah dingin udaranya," ucap Syifa dan meniup kedua telapak tangannya yang sudah sedingin es.


"Ok... Ayooo,"


Alex pun lega, ternyata Syifa masih mau berteman dengan nya dan tak membencinya.


************************


Sesampainya di Villa, ada seseorang yang sepertinya menunggu kedatangan mereka, dengan memakai baju tidur yang sedikit transparan karena berwarna putih, dan hanya menutup sebatas lutut saja,


"Berdua terooos...," Dewi yang melihat kedatangan Alex dan Syifa dengan bergandengan tangan, membuat nya berpikir saat ini Alex sedang menjalankan rencana mereka.


"Hmm.... kak Alex, Syifa ke kamar dulu ya,"


"Mau langsung istirahat," Syifa tak menggubris pertanyaan Dewi tadi, lebih baik istirahat di dalam kamarnya saja. Hari ini dirinya sudah benar-benar lelah,


"Iyaa... selamat malam ya," Alex mengizinkan Syifa untuk kembali ke kamarnya.


Dewi menghampiri Alex dengan rasa curiga.


"Gue harap loe menjalankan misi loe," ucap Dewi yang mengingatkan Alex tentang rencana awal mereka, membawa Syifa ke Villa ini.


Namun Alex tak menghiraukan ucapan Dewi, Dia pun menyusul Syifa untuk segera istirahat juga.


*********************


Maaf teman-teman visualnya di revisi ya,


Dewi merasa Alex sekarang sudah sedikit lemah, berbeda dengan Alex yang dia kenal sebelumnya, bagaimana kalau Alex ternyata tidak jadi melakukan rencana awal mereka,


"Siaal...," umpat Dewi merasa rencananya akan gagal lagi kali ini.

__ADS_1


"Telpon mommy...,"


Dewi pun menekan nomor di handphone nya,


"Kenapa sayang, gimana perkembangan nya," terdengar suara mommy sedikit berbisik di telpon, pasti mommy sekarang sedang bersama Pak Ilham.


"Gawat mommms, sepertinya Alex malah suka beneran ma Si Syifa deh, gagal donk rencana kita..." ucap Dewi setengah berbisik juga takut ada yang menguping pembicaraan mereka.


"Tenaaang saja, klo begitu kita gunakan rencana B," ucap mommy dengan tertawa sinis.


"Siap laksanakan mooms," ucap Dewi dengan mengeluarkan tatapan devilnya.


Dewi pun segera menutup telponnya, sebelum ada yang mencurigai nya.


Visual mommy Melanie juga di hilangkan ya teman-teman, karena tidak lulus kontrak nantinya 🙏🙏


Sesuai rencana B, Dewi langsung memulai aksinya, diam-diam Dewi mengendap-endap menuju ke kamar Syifa.


Took...took...took...


"Syifaaaa...???


"Loe udah tidur kaaah???! Dewi berdiri di depan pintu kamar Syifa dengan membawa sebuah nampan yang berisi susu coklat panas dan beberapa cemilan.


Mendengar ada yang mengetuk pintunya, Syifa pun membuka pintunya dengan sedikit malas.


"Beluuum, kenapa Wiii??? ucap Syifa sambil menahan mulutnya yang hampir menguap saking mengantuk.


"Iniiii gue bawain loe susu hangat dan cemilan, ya... siapa tahu loe mau, dan supaya besok loe kelihatan fresh, gituu..." ucap Dewi Sambil menyerahkan nampan yang di bawanya ke tangan Syifa.


"Sejak kapan Dewi tahu kalau Syifa memang selalu meminum segelas susu hangat setiap malam??!!


"Mungkin dari papa kali yaa," Syifa berpikir Pak Ilham lah yang memberi tahu Dewi tentang kebiasaannya itu.


"Makasih ya...," Syifa pun menerima apa yang Dewi bawakan untuknya.


"Ok..."?


Syifa pun menghabiskan Susu yang di bawa Dewi dengan sekali teguk saja.


"Naaah gituuu dooonk," Dewi tersenyum licik


"Kalau gitu, gue cabut ya, mo tidur juga, bye...


Dewi pun segera pergi dan meninggalkan Kamar Syifa,


********************


Ting...


Alex melihat pesan yang masuk, siapa yang menghubungi nya tengah malam begini.


"Dewiii???


Alex pun membuka pesan yang dikirimkan oleh Dewi.


"Lihatlah kekasihmu itu,"


"Syifa???


"Ada apaa dengan Syifa???


Alex pun cepat-cepat menuju kamar Syifa, jangan sampai Dewi berbuat hal buruk pada Syifa.


"Took...took...took...


"Syifaaaa.... kamu baik-baik saja kah,"

__ADS_1


Alex mencoba memanggil Syifa namun tak ada jawaban, tanpa pikir panjang Alex langsung mendobrak pintu itu,


Braaak....


Dilihatnya Syifa tampak gelisah di atas tempat tidurnya dan berkeringat dingin.


Alex pun mendekat dan memeriksa keadaan Syifa, yang pertama Alex sentuh adalah kening nya.


"Demam???


"Kenapa tiba-tiba bisa demam???


"Kaaak... Aleex...,


"A...aakuu...


Syifa merasa dirinya sangat tidak nyaman dan membutuhkan sesuatu.


"Apa yang terjadi???


"Kamu kenapa bisa seperti ini???


Alex merasa heran dengan keadaan Syifa sekarang, padahal sebelumnya semua baik-baik saja.


"Jangan-jangan... ini ada hubungannya dengan Dewi...??!!


Hanya Dewi yang bisa melakukannya kepada Syifa. seharusnya dia tidak ikut dengan kami.


"Kaaak.... panaaas sekali," Syifa merasa tubuhnya seakan terbakar kali ini.


"Siaaal...


"Bagaimana iniiii,"


Alex tahu hanya ada satu cara menyembuhkan syifa,


Tapiiii....


Sekarang Alex harus membawa Syifa ke kamarnya karena aksinya tadi membuat pintu kamar Syifa terlepas dari tempatnya.tak mungkin Alex melakukan hal itu di tempat terbuka, terlalu beresiko untuknya.


Alex pun menggendong Syifa yang masih merasa kepanasan.


"Ingat jangan ada yang berani masuk, Apapun yang terjadi," Perintah Alex kepada pelayannya.


"Baik Tuan,"


Semua pelayan tak ada yang berani membantah perintahnya.


Setelah sampai dikamar nya, Alex pun menurunkan Syifa di atas tempat tidurnya.


"Syifa... kamu baik-baik saja,"


"Kaak... akuuu kenapa," Syifa merasa panas di dalam tubuhnya tak mau padam,


Alex tak tahan melihat Syifa merasa tersiksa seperti ini,


Alex pun mendekatkan wajahnya dan melihat ke arah bibir Syifa, seraya berkata...


"Aku akan mengobati mu...


Alex tak punya pilihan,


Alex pun mencium bibir Syifa dengan lembut, Syifa mencoba berontak namun reaksi tubuhnya bertolak belakang dengan hatinya.


Tubuhnya malah sedikit merespon ciuman yang Alex berikan, malah ingin lebih dari sekedar first kiss...


Skip eaaa🤣😂

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2