Inilah Aku

Inilah Aku
BAB 84


__ADS_3

HAPPY READING 😍


BUGH


Alex yang kini memukul wajah Imam, amarahnya tidak lagi bisa tertahan mendengar Syifa yang tidak ada di sana dan pergi entah kemana.


"Jangan pernah sekalipun menyakiti Syifa ku," Alex menarik baju Imam dengan keras dan hampir mengangkat tubuhnya.


"Sekali lagi loe buat dia menangis tamat riwayat loe," Alex menghempaskan Imam dengan kasar, lalu berlari mengejar Syifa.


"Bantu aku mencari Syifa," Alex menelpon Anak buahnya yang sudah membawa jasad Dewi ke dalam mobil.


"Maksud nya bos," tanya anak buahnya yang tidak mengerti akan perintah Alex, bukankah tadi nona Syifa sedang bersama bosnya, lalu sekarang bosnya malah meminta mereka mencari nya.


"Syifa lari entah kemana, telurusi setiap jalan yang bisa di lalui, cepatlah jangan banyak tanya," perintah Alex dengan geram.


DI SISI LAIN


"Apa yang kakak lakukan hah," teriak Siti kepada Imam yang malah tersenyum seolah tidak merasa bersalah.


"Sudah cukup, kita susul Alex ya," Aryo memegangi tangan Siti dan membawa nya jauh dari imam yang masih saja berdiri di sana. pak Ilham pun. tidak melakukan apa-apa, dia mengikuti Aryo dan Siti ke dalam mobil untuk menjemput Syifa.


"Maafin gue Syifa, cuma cara ini yang gue punya, agar loe benci ma gue dan menjauhi gue," batin Imam, Imam pun melangkah pergi , dua hari lagi dia akan kembali ke Australia, dan akan menetap di sana. hanya Aryo yang mengetahui rencana nya. meski Aryo tidak menyetujui keputusan nya.


Di tempat lain,Siti yang gantian marah kepada Aryo yang begitu membela saudaranya, Siti merasa Aryo sudah salah, Imam menjadi besar kepala dan tidak menyadari kesalahannya bila terus-menerus di bela.


"Kenapa sih Yoo, kamu tuh belain kak imam terus," umpat Siti dengan mata merah menyala membuat Aryo sedikit terkejut dengan Siti yang kini benar-benar marah padanya.


"Aku gak belain kok, sueer," ucap Aryo yang bingung harus bagaimana menjelaskan semuanya dari awal.


"Sebaiknya kita jangan terlalu ikut campur urusan mereka ya," nasihat Aryo kepada Siti yang masih cemberut.


"Tapi kan kita mau bantuin kak Syifa," ungkap Siti, masalah satu selesai, datang lagi masalah yang lainnya. semoga saja kakaknya bisa menyelesaikan semuanya.


"Ya, aku tahu.. tapi cukup sampai sini saja, untuk kedepannya biarkan mereka yang mencari solusi untuk masalah mereka," nasihat Aryo datang lagi dan seakan memberi info penting yang harus di jalani.

__ADS_1


"Kamu yakin mereka akan baik-baik saja," tanya Siti yang seakan ragu dengan apa yang Aryo katakan,


"Iya, aku yakin Syifa akan bersama dengan orang yang dia cintai," ucap Aryo dengan tersenyum.


"Sebaiknya kita kembali saja, paman yakin Syifa nanti akan pulang juga, dan orang yang mengantarkan Syifa nanti, kelak yang akan menjadi menantu paman," ucap pak Ilham dengan tersenyum kecil, gadis yang dia rawat dari bayi, kini sudah akan menikah.


"Iya paman," Siti pun menuruti permintaan pamannya untuk segera kembali karena hari sudah malam.


Sedangkan Di jalanan yang kini ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang, silaunya lampu dari kendaraan yang sedang melintas, membuat pejalan kaki harus berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. dari kejauhan tampak seseorang sedang berlari dan akan menyebrang ke jalanan yang ramai dan penuh sesak, namun Syifa tidak melihat ada sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan maksimal,


TIIIIIIIIIIIIIIIIIN


Sang supir pun kaget saat ada seseorang yang akan menyebrang dengan mendadak,dia membunyikan klakson mobil dengan keras, membuat semua orang ikut panik, saat melihat Syifa yang hanya berdiri saja di tempat nya.


"AAAAAAKH," Syifa mengangkat kedua tangannya dan berusaha menutupi wajahnya dari lampu mobil yang menyilaukan matanya, tidak ada waktu lagi untuk menghindarinya.


"Alhamdulillah...


Syifa masih mendengar tepuk riuh di luar sana, apa dirinya sekarang sudah tertabrak dan mati???


Syifa membuka matanya, dilihatnya banyak orang yang berkerumun melihat dirinya, tidak ada luka di sekujur tubuhnya. dan tangan siapa ini, yang sedang memeluknya.


"Kak Alex...hiks...hiks...


Syifa memeluk pria yang sedang memeluknya dengan erat, lagi-lagi nyawanya terselamatkan, lagi-lagi orang yang sama yang menjadi pahlawan baginya.


"Apa kamu senang bermain dengan maut hah," teriak Alex yang sudah gemas melihat tingkah lakunya Syifa yang selalu bermain-main dengan nyawanya.


"Maaf kak...," Syifa menunduk lemah, dia tahu ini adalah kesalahannya, Syifa tidak berani menatap wajah Alex saat ini.


"Please, jaga dirimu Syifa, kamu tidak punya sembilan nyawa, jangan buat aku selalu khawatir sama kamu," Ucap Alex dengan pelan, dia tidak bisa lama-lama memarahi Syifa.


"Ini di minum dulu nak, saya minta maaf sudah berkendara dengan kecepatan tinggi," pak supir yang ikut merasa lega, memberikan sebotol air mineral kepada Syifa yang masih terduduk di pangkuan Alex.


"Terima kasih pak," Alex yang menerima nya dan memberikannya kepada Syifa.

__ADS_1


"Minumlah," Alex membuka tutupnya dan lalu memberikan nya. Syifa pun menuruti perintah Alex, karena jujur dirinya masih tidak percaya bisa selamat.


"Ayo berdiri dan kita pulang," Alex membantu memapah Syifa untuk berdiri.


"Terima kasih pak, kami izin pamit," ucapnya kepada pak supir yang sudah bersikap baik kepada mereka.


"Bos.... untunglah bos baik-baik saja," ucap anak buah Alex yang tiba-tiba datang.


"Heem, hanya luka kecil saja," Alex melihat pergelangan tangannya yang sedikit tergores aspal jalanan, karena menolong Syifa.


"Maafin aku kak, aku selalu merepotkan kakak," Syifa memegang tangan Alex yang sedikit memar demi dirinya.


"Jangan dibahas sekarang, sebaiknya kita pulang ya," ucap Alex yang tidak tega melihat wajah Syifa yang menahan tangisnya.


"Ayo nona masuk," anak buahnya sudah membuka pintu mobil untuk mempermudah tuannya.


Alex dan Syifa pun masuk ke dalam mobil, Syifa menatap Alex, wajahnya yang sendu membuat Alex tidak tahan,


"Pejamkan matamu, jangan melihat ku dengan wajah seperti itu," ucap Alex dengan nada pelan,


"Syifa ada bersamaku, kalian tenang saja," Alex mengirimkan pesan kepada Aryo, agar semua orang tidak mengkhawatirkan kondisi Syifa.


"Ya... jaga kakak ku baik-baik," balas Aryo, Aryo sudah yakin kalau Alex lah yang bisa Syifa andalkan.


"Ada apa Yoo, ada kabar dari kak Syifa ?! tanya Siti saat mengetahui Aryo mendapatkan pesan masuk dan tersenyum begitu membaca pesan itu.


"Alhamdulillah kak Syifa baik-baik saja, sekarang dia lagi bersama Alex," ucapnya dengan nada lebih menekan pada kalimat Alex, untuk memancing reaksi pak Ilham yang ada di depannya.


"Syukurlah, kalau begitu kita kesana," ujar Siti yang sudah tidak sabar ingin melihat secara langsung kondisi kakak nya.


"Jangan lah...


"Ihhhh... kenapa...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2