
Happy reading 😍
"Kak, aku harap kakak mau membantu ku sekali lagi," ucap Syifa, semoga saja Imam setuju dengan rencana Syifa.
"Tentu saja, aku akan membantu mu semampuku," balas Imam, tanpa Syifa memintanya pun Imam pasti akan berusaha untuk membantu Syifa.
"Alhamdulillah, terima kasih kak," Syifa merasa lega sekarang, satu masalah sudah terselesaikan.
"Tapi... apa yang harus ku lakukan?!," tanya Imam kepada Syifa, meskipun dia menyetujui tapi dia belum tahu bantuan seperti apa yang Syifa butuhkan.
"Jadilah pacarku," ucap Syifa dengan menatap mata Imam yang hitam.
DEEEEEG...
"Syifa... jangankan jadi pacar kamu, jadi suami kamu pun, aku bersedia," batin Imam.
Imam tidak menyangka kalau Syifa menginginkan dirinya menjadi pacarnya.
"Pa...pacar?!," Imam berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan Syifa.
"Ya kak...
"Pacar sewaan...," balas Syifa, Syifa tidak tahu lagi siapa yang bisa membantunya selain Imam.
"Pa... pacar sewaan???
Imam merasa sedikit kecewa mendengarkan kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Syifa, dia pikir Syifa mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya.
"I...iya kak, tenang saja ini hanya bersifat sementara aja kok kak," ucap Syifa yang mengerti dengan sikap Imam yang kebingungan.
"Baiklah, aku setuju," Imam langsung menyetujui keinginan Syifa , meski rasa kecewa datang melanda sanubari nya.
"Terima kasih kak," Syifa akhirnya mendapatkan keinginannya.
"Ya...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
DI SUATU TEMPAT...
"Apaaa... Syifa mempunyai seorang pacar?!," Alex terlihat marah ketika mendengar Syifa sedang bersama orang lain.
"I...iya boos," kami mendengar sendiri dari mulut nona, seorang anak buah Alex tidak sengaja memergoki Syifa dan Imam, dan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Aaaakh siaaaal...
"Siapa yang berani-beraninya mendekati milikku," Alex semakin meluapkan amarahnya tidak boleh ada yang berani mendekati Syifa selain dirinya.
__ADS_1
Anak Buah Alex tidak ada yang berani mbuka suara saat ini, karena saat bos nya marah semua orang bisa terkena imbasnya.
"Tunjukkan siapa orang yang menantang ku, mau cari mati rupanya," Alex merasa geram mendengar ada orang yang mencoba merebut miliknya.
"Ba...baik bos," anak buah Alex segera mengikuti langkah Alex dan ikut masuk ke dalam mobil.
Tak berapa lama, Alex sudah berada di tempat Syifa dan seseorang yang sedang bersama Syifa, Tapiiii....
Alex hanya melihat Syifa duduk sendiri saja , tidak ada siapapun yang bersamanya saat ini.
"Mana laki-laki yang bersama Syifa?!," Alex terus mencari sekeliling namun sepertinya Syifa memang sedang sendirian.
"Kalian ingin mempermainkan ku," Alex bertanya kepada anak buahnya, Alex merasa mereka hanya ingin membuat nya kesal saja.
"Ti...tidak bos, mungkin orang itu sudah pergi," jawab salah satu anak buahnya dengan tubuh yang gemetar, jangan sampai dirinya bertemu harimau peliharaan bosnya,
"Tapi bukankah ini kesempatan ku," batin Alex, rasanya sudah rindu sekali dengan gadis yang selalu membuat nya tersenyum.
"Aku akan menemui nya, mumpung dia lagi sendirian," batin Alex.
Ini kesempatan emas bagi Alex yang tidak boleh dia sia-siakan.
"Kalian tetap pantau situasi, bila ada yang mencurigakan segera hubungi aku," Alex pun turun dan bersiap-siap untuk menemui Syifa. Ada sesuatu yang ingin Alex berikan kepada Syifa sebagai tanda ketulusan nya selama ini.
"Haaaai... Syifa," Alex langsung menyapa Syifa yang sedang menikmati segelas orannge jus yang dia pesan.
Syifa bangkit dari tempat duduknya, orang yang ingin sekali dia temui malah datang sendiri menemuinya.
PLAAAAK
Syifa melayangkan tangannya dengan begitu keras, Syifa tidak menyangka laki-laki di hadapannya adalah seorang penipu.
"Kenapa kamu bohongi aku kak, tega ya padahal aku tulus sama kakak," Syifa langsung to the points, mengingat semua kebohongan yang di ciptakan oleh Alex dan menimbulkan kesalahpahaman.
'Please Syifa maafin aku, a...akuu nggak bermaksud untuk membohongi kamu ga," Alex tahu kebohongan nya pasti akan terbongkar dengan sendirinya, tapi tentang perasaan nya kepada Syifa itu memang benar adanya.
"Maaf katamu kak," Syifa tidak habis pikir dengan jalan pikiran Alex,
"Kamu sudah mempermainkan perasaan aku kak, kakak juga menghancurkan semuanya," Syifa berani memarahi Alex yang benar-benar sudah keterlaluan.
"A...akuuu tahuuu aku salah, klo kamu mau pukul ayo pukul lagi fa, tapi please jangan tinggalin akuu ya," Alex mendekatkan wajahnya agar Syifa puas memukul dirinya, Alex merasa frustasi karena sudah menyakiti hati kekasih nya.
"Tidak kak, percuma saja, semua sudah tidak bisa kembali lagi," Syifa mulai bisa mengontrol emosi nya yang baru saja meledak.
"Ma... maksud kamu???
Alex tidak ingin Syifa membenci dirinya, karena Alex benar-benar mencintai Syifa meski awalnya memang dia punya niat yang tidak baik terhadap Syifa.
__ADS_1
"Kak...tolong pergi, dan jangan pernah muncul lagi di hadapan aku," Syifa kini tidak mau lagi berurusan dengan Alex, sudah cukup kebohongan yang dia lakukan terhadap Syifa.
"Tidak Syifa, aku tidak akan pergi," Alex tidak ingin Syifa menjauh dari nya, Alex tidak akan menyerah untuk mendapatkan Syifa.
"Please kak, cukup...
"Jangan ganggu aku lagi mulai sekarang," Syifa sudah lelah dengan semua ini, dengan kepalsuan yang selalu membayanginya.
"Asal kamu tahu fa, rasa sayang ku padamu itu bukanlah rekayasa semata, aku benar-benar sayang sama kamu, dan aku berharap banget kamu percaya sama aku," Alex menyatakan perasaannya yang tulus, dan tidak ada kamuflase di dalam nya.
Syifa terdiam, entah bagaimana lagi caranya agar Alex mau melepaskan dirinya dan tidak lagi muncul di hadapan nya.
"Jangan ganggu pacarku...
Imam tiba-tiba datang setelah Syifa mengirimkan chat kepadanya dan meminta bantuan.
"Sayaaaang," ucap Syifa lalu menghampiri Imam dan langsung memeluk nya.
Alex merasa terbakar api cemburu melihat Syifa memeluk pria lain di hadapannya.
"PACAR???
Alex merasa laki-laki yang berada di hadapannya tidak mengenal siapa dirinya.
"Ya... dia pacarku," Imam mencoba menjelaskan sekali lagi, Imam tahu inilah calon tunangannya Syifa yang telah membohongi Syifa selama ini.
"Cih... kau pikir kau siapa," Alex kini menatap pria itu dengan penuh kebencian,
"Alex please...
"Aku dan kak Imam memang sudah berpacaran dan hubungan kita tidak bisa di teruskan lagi...
"Maaf Alex... aku tidak bisa lagi bersamamu karena aku paling benci di bohongi," ucap Syifa panjang lebar, Syifa berharap Alex tidak lagi mengejar dirinya.
Setelah mengatakan hal itu Syifa langsung pergi dengan menggenggam tangan Imam,
"Tega sekali kamu Syifa," Alex tidak habis pikir, Syifa ternyata begitu membenci dirinya saat ini.
Tap...tap...tap...
Terdengar suara langkah sepatu mendekati dirinya, Alex berpikir pasti Syifa berubah pikiran dan kembali kepadanya. Alex pun berbalik,
"Syifa...
"Halooo Aleeex....
"KAU...
__ADS_1
Happy reading 😍