Inilah Aku

Inilah Aku
Tamu istimewa


__ADS_3

Happy reading 😍


Seorang Pria berdiri dan menunggu kedatangan Syifa dan rombongan dari satu jam yang lalu, pria itu sengaja datang tanpa memberitahu Syifa terlebih dahulu. Selain ingin bertemu dengan Syifa ada hal yang lain yang membuatnya datang ke Villa, yaitu sebagai tamu istimewa pak Heru, yang tak lain adalah Ayah nya Aryo.


"Pa....papa," Ucap Syifa dengan sedikit gemetar, entah kenapa kali ini Syifa tak punya kekuatan untuk sekedar memeluknya.


"Waaah, Pak Ilham ternyata sudah datang ya," pak Heru pun menjabat tangan partner kerja nya saat dirinya berada di luar kota.


"Tentu saja pak Heruu, lagipula ada seseorang yang sangat ingin saya temui," ucap pak Ilham sambil memeluk pak Heru,


"Oh,ya...


"Siapa orang yang bisa meluluhkan sahabat ku yang tak pernah berselera dengan wanita," Goda pak Heru dengan tersenyum tipis. pak Heru berpikir pak Ilham sedang mencari pujaan hatinya di sini.


"Heeei, bukan ituuuuu...


"Maksud ku dia ituu, anakku...," jelas pak Ilham sambil melihat ke arah Syifa yang sejak tadi terdiam dan tak menyambut pak Ilham seperti biasanya.


Pak Heru mencoba mencerna perkataan sahabatnya itu, kini Syifa pun menjadi pusat perhatian dari semua orang, itu membuat nya semakin gelisah saja.


"Ada apa nak?!


Pak Ilham merasa ada sesuatu yang membuat Syifa terdiam semenjak kedatangan nya. nggak biasanya Syifa bersikap aneh seperti ini.


Syifa menatap papanya dengan tatapan sayu, Syifa tidak tahu bagaimana caranya mengatakan tentang dirinya yang kini bukan lagi bidadari bersayap yang selalu papanya banggakan, kini sayapnya telah patah dan tak bisa di satukan lagi meski para peri pun berdatangan ke tempat Syifa berada.


"Papa bagaimana bisa ke sini," tanya Syifa dengan penuh selidik,


Apa sebenarnya alasan papa nya datang ke Villa??


Atau jangan-jangan papa sudah tahu tentang keadaan dirinya?!


"Kenapa bertanya seperti itu, apa papa mu ini tak boleh merasa kangen sama anaknya?!, ucap pak Ilham sambil tersenyum dan mengelus rambut Syifa.


"Boleh paah," Syifa pun memeluk pak Ilham dengan perasaan campur aduk, bahagia karena saat ini kekuatan nya telah kembali, atau harus bersedih karena sudah melanggar perintah yang paling utama kepada dirinya.


"Kamu kenapa selemas ini nak," ucap pak Ilham yang merasa Syifa tak memiliki tenaga sama sekali.


"Syifa hanya sedang kurang enak badan om," Alex memegang tangan Syifa yang berubah menjadi sedingin es.


"Apaaa..., kamu sakit nak," Pak Ilham tersentak kaget mendengar pengakuan Alex yang mengatakan bahwa anak kesayangan nya sedang sakit.


Di rabanya dahi Syifa , Pak Ilham merasakan suhunya memang sedikit demam.


Siti yang sedari tadi menyimak pun, ikut menghampiri Syifa, kakak sepupunya itu.

__ADS_1


"Kak... apa kakak benar sakit," Siti pun ikut mengkhawatirkan Syifa yang kini sedikit terlihat pucat.


"Kakak baik-baik saja kok,...


"Hanya kecapean aja kok," sambung Syifa untuk meyakinkan semuanya bahwa dirinya memang baik-baik saja.


"Klo begitu kakak istirahat ya...


"Kita ke kamar ku aja ya," Siti pun membantu memapah Syifa dengan hati-hati menuju kamarnya supaya Syifa bisa beristirahat.


"Yaa, sebaiknya kita masuk dan berbicara di dalam," ucap pak Heru kepada tamu istimewa nya yang tak lain adalah Ayah Syifa.


Pak Ilham menyetujui ajakan pak Heru dengan anggukan kepala, begitu pun dengan yang lainnya, mengikuti langkah pak Heru masuk ke dalam.


Tinggal Aryo dan Alex yang masih saling berhadapan,


"Apa yang kau lakukan kepada Syifa?!


Aryo mengetahui penyebab tingkah laku Syifa yang seperti nya menyembunyikan sesuatu di hadapan semua orang.


"Heeei, itu bukan urusan mu!!


Alex tak mungkin memberitahu Aryo tentang kejadian sebenarnya. Alex tahu saat ini Aryo pasti akan mencurigai nya dan menanyakan banyak hal tentang hubungan nya dengan Syifa.


Sebelum Aryo melontarkan pertanyaan yang lain, Alex pun ikut masuk ke Villa dan meninggalkan lawannya itu.


Aryo pun menghubungi nomor yang menurutnya bisa membantu nya memecahkan teka-teki ini.


"Bagaimana???


"Informasi apa yang kau dapatkan?!


"Boos, berhati-hati lah... Alex itu...


Tuuuuut...tuuuuut...


"Ah... sial, pasti tuh hp sudah is dead," Gerutu Aryo yang kesal, karena Aji memang sering membuat handphone nya sampai mati sendiri.


"Kenapa tadi Aji menyuruhku untuk berhati-hati dengan Alex???


"Aku nggak akan menyerah begitu saja, aku akan mencari petunjuk lainnya," batin Aryo sambil memikirkan caranya agar Alex mau mengakui nya dan jujur kepada semua orang.


Di dalam kamar...


Syifa terbaring setelah adiknya memberi obat penahan rasa nyeri dan lemas, Siti bersiap untuk menemani kakaknya Syifa yang sedang tidak enak badan.

__ADS_1


"Bagaimana kakakmu nak," ibu Nilam pun sangat mengkhawatirkan kondisi Syifa.


"Hm, udah mendingan katanya Buu," ucap Siti dengan setengah berbisik, jangan sampai Syifa jadi terbangun dan menganggu istirahat nya.


"Buuu...


Siti ingin berbicara dengan ibunya yang terus memperhatikan Syifa.


"Ya... kenapa?!


"Sepertinya ada sesuatu yang kakak sembunyikan Buu," ucap Siti dengan nada do terendah,


"Apa maksud mu??


Bu Nilam tidak ingin menerka, dia berharap Syiaf akan normal kembali dan seperti biasa nya.


"Entahlah Bu...," Siti juga belum mengetahui apa yang di sembunyikan oleh kakaknya.


"Sudah, jangan terlalu di pikirkan," ucap Bu Nilam, mengingatkan untuk fokus saja pada acara malam ini, siapa tahu malam nanti Syifa sudah agak segar.


"Hari ini kalian akan bertunangan, semoga saja Syifa lebih baik setelah beristirahat ya," ucap Bu Nilam yang merasa Siti melupakan acara malam ini.


"Iya Buu, tenang saja lah," Siti malas membicarakan tentang rencana pertunangan nya.


"Sebaiknya kita keluar dulu dan biarkan Syifa istirahat sebentar," ucap Bu Nilam kepada Siti yang tak mau keluar dari kamar.


Siti pun terpaksa keluar, agar kakaknya bisa beristirahat dengan cukup.


Saat semuanya sedang sibuk, Syifa langsung membuka matanya dan menyingkirkan selimut yang menurutnya sangat tidak nyaman.


"Deeek, maafkan kakak...


"Kakak tidak bisa menjadi kakak yang baik, semua terjadi begitu cepat, " batin Syifa terasa menangisi nasibnya sendiri.


Di dalam ruangan keluarga, Pak Ilham pun duduk di sofa yang empuk dan lembut.


"Haaam... haaam...


Pak Heru yang merasa sudah sejak lama mengetahui siapa pak Ilham sebenarnya.kini mereka pun sudah bersahabat.


"Anakku, apa yang sedang terjadi sebenarnya??Pak Ilham berbicara dengan hatinya.


Rasa rindu yang tercipta kepada Syifa sungguh sangat besar, namun kini Syifa bahkan tak mampu mendekati papanya. nggak ada niat untuk membohongi semuanya, Nami inilah yang terbaik menurut Syifa.


Syifa kali ini yang akan bersiap siap mencari memakan tiba tiba, kebaya dan tongkat ajaib.

__ADS_1


Happy reading 😍


"


__ADS_2