
Masih berlanjut ya BESTie π€
Yang penasaran, pending dulu ya,
Kita akan healing dulu tengok Sitiπ
Di desa.
"Kemanaa yaah tuh orang, nggak seperti biasanya," Gumam Siti yang tampak gelisah,
Jalanan desa yang dari arah kanan sampai kembali ke arah kiri tak luput dari pandangannya. Namun yang dicarinya seperti nya tidak kelihatan batang hidungnya.
"BRaaak,"
Bersamaan dengan dipukulnya meja, Kang Supri mulai menggoda Siti.
"Neng... lagi nunggu paket nya?! tanya kang Supri yang mengikuti tingkah Siti yang sedang mondar-mandir seperti induk ayam yang kehilangan anaknya.
"Astaghfirullah... Abah mah iih," ngagetin aja,
"Kumaha(gimana) lamun(kalau) jantung neng copot Abah,?! protes Sitii.
Siti sedikit kesal dengan kelakuan kang Supri akhir-akhir ini sering menggodanya semenjak membawa Aryo pertama kali ke warung Abah.
"Matakna(makanya) enjing-enjing(pagi-pagi) teu kenging ( ga boleh) ngalaweung ( melamun), bisi kasambet weeh,"
Hiiiii... sieun(takut) aah," Kata kang Supri sambil bergidik.
"Idiiiih, Siapa atuh anu ngalaweung teh Abah?!
Bela Siti sambil mengaduk aduk es teh manis yang di bawa oleh Abah.
Kang Supri tau kalau Siti yang sudah dia anggap seperti anaknya, sedang berbohong,
dia pun duduk di samping Siti.
"Coba Carita ka Abaah, neng teh kunaon(kenapa) ?! Kang Supri yakin pasti ada sesuatu yang membuat anaknya ini sering melamun akhir-akhir ini.
"Nggak apa-apa Abaaah, neng sehat wal Afiat, sueer deh," jelas Siti
Siti nggak mau klo Kang Supri tahu penyebab dia seperti ini, yang ada Abaah makin menggoda Siti Saja.
__ADS_1
"Oh... Enya(Iya) Abah hilap(lupa) neng," Teriak Kang Supri sambil menepuk jidatnya. Tiba-tiba Kang Supri mengingat sesuatu, dan penting.
"Hilap????! naon(apa) NU hilap atuh Abah?! tanya Siti penasaran apa yang dilupakan Kang Supri.
"Kang Aryoo..." Gumam Kang Supri.
"Aryoo????!
"Apa Abah tau kalau Siti juga akhir-akhir ini mencari keberadaan Aryoo, padahal baru satu hari ngilang, kayak udah berabad-abad rasa nya.
"Oooops," hehehe ituu heureuy (canda) Abah,"
Jangan sampai Abah berpikir yang enggak-enggak," Bathin Siti.
"Enya neng hampura (maaf) Abah teh hilap, kieu caritana( begini ceritanya), Kang Aryo berpesan klo dia mau ke kota beberapa hari, ada urusan yang penting cenah(katanya)," jelas Kang Supri panjang lebar. sekaligus menjawab semua pertanyaan di dalam hati Siti.
"KOTA???
"Jadi kang Aryo teh pulang ke kota nya Abaah,?!! Ucap Siti yang merasa kehilangan, meski di antara mereka belum ada ikatan apa-apa.
"Nya Kitu, balik ka kota...," tebak Kang Supri mencoba menganalisa apakah itu benar atau tidak.
"Ya udah atuh Abah, Neng uih Heula nya, karunya ibu nyalira di bumi( ya udah atuh abah , neng pulang dulu yah, kasian ibu sendiri di rumah).
"Enya Abah, Hatur nuhun,"
Setelah berpamitan dan mencium tangan Abah, Siti pun segera pulang ke rumah.
Banyak pertanyaan memenuhi isi kepalanya saat ini.
*****************
"Assalamualaikum...
"Ibuuuuu,"
"Waaalaikumussa....lam," ibu Nilam melihat Siti tak seperti biasanya,
"Kenapaaa ???!
"Kok mukamu ditekuk kayak gitu," Ibu Nilam mulai mengajukan pertanyaan.
__ADS_1
"Nggak kenapa-kenapa kok Buu," jawab Siti sekenanya.
"Emang keliatan banget yah, aku kan cuma mikirin ...!! Bathin Siti.
"Isssh Siti Stop... ngapain juga mikiriiiin tuh orang, Saudara bukan... pacar juga bukan," Guman nya.
"Naaaah kaaan... Sekarang malah melamun terus bisik-bisik sendiri," Ucap Bu Nilam yang keheranan melihat Siti.
Ibu Nilam pun memegang dahi Siti dan merasakannya.
"Nggak demam," Gumannya setelah memeriksa sendiri keadaan anaknya yang berubah drastis.
"Apaan siih buuu,"!!
"Siti nggak demam, atau sakit.. Siti baik baik saja kok ," Jelas Siti yang merasa risih dengan tingkah laku ibunya kali ini.
"Ataaaau jangan-jangan kamu kesambet yaa," Selidik ibu Nilam yang masih belum yakin kalau anaknya baik baik saja.
"Yaaa ampuuuuun, mana ada buuu,"
"Udah ah, Siti mau ke kamar saja," Ucapnya sambil berlalu.
"Hadeeeuh, nie anak... malah di tinggal,"
***************
Di dalam kamar...
"Kesambet?!!!
"Kesambet Cinta mungkin,π
"Siti pun langsung membaringkan tubuhnya, berharap bisa terlelap dan melupakan semuanya...
Namun nyatanya sia-sia saja, tetap saja Aryo nggak mau pergi di dalam pikirannya.
"Sadaar Sitiiii...
"Kamu itu bukan siapa-siapa dia, jadi jangan memikirkan nya lagi, ok...," Siti mencoba untuk mensupport dirinya sendiri.
Siti merasa tidak pantas memikirkan pria yang belum menjadi miliknya, bisa saja dia kembali ke kota menemui pacarnya,
__ADS_1
Happy reading π