
Happy reading 😍
Syifa tak menyangka dirinya bisa bertemu dengan pahlawan nya secepat ini. Terbayang bagaimana dirinya diperlakukan sangat baik oleh para pelayan di rumahnya. Syifa seperti seorang ratu saja di rumah itu.
Meski belum berterima kasih kepadanya, Syifa merasa beruntung kali ini dia bisa berbicara bahkan sangat dekat dengannya, ya sangat dekat.
Apa ini yang di namakan kebetulan, atau memang rencana TUHAN...
"Terima kasih oh seatbelt, gara-gara kamu aku bisa sedekat ini dengan my Hero," Bathin Syifa yang masih memandang Alex,
Begitupun Alex, Bathin nya terus berusaha menyadarkan dirinya untuk bersabar dan menahan hawa nafsu nya yang semakin bergejolak melihat bibir Syifa yang ranum, merah merona.
"Shitt... Tahaaan Alex.... semua belum saatnya, kau harus sedikit bersabar, untuk mendapatkan yang lebih sekedar First kiss," Bathin Alex mencoba menahan hawa panas yang membakar seluruh hasratnya.
Took...took...toook..
Suatu suara yang membuyarkan lamunan keduanya, membuat rasa canggung dan malu atas khayalan masing-masing.
Alex pun membuka kaca mobil dan dilihatnya Dewi yang sedang berkacak pinggang,
"Heeeeei... mau sampai kapan kalian berduaan di dalam mobil, "Protes Dewi yang dari tadi berdiri melihat kelakuan dua sejoli itu.
"Ma... maaf Wiii, iniii seatbelt nya agak macet trus susah bukanya jadi kak Alex bantu lepasin, gituuu," jelas Syifa merasa gugup karena kepergok sedang berduaan dengan seorang pria.
"Ok...ok, gue nggak peduli loe mau ngapain, yang jelas gue gak mau mati di sini hanya karena gue gak jadi makan karena menunggu kedatangan tuan putri," jelas Dewi panjang lebar karena sudah satu jam lamanya menunggu Syifa dan kini dirinya benar-benar kelaparan.
Dewi langsung pergi melihat Alex yang memberikan tanda untuk tidak lagi berdebat dengan Syifa,
Alex nggak mau rencananya mendapatkan Syifa hancur berantakan hanya karena kesalahan Dewi.
Setelah tau seatbelt nya sudah terbuka, Syifa cepat-cepat turun dari mobil Alex, begitupun dengan Alex.
__ADS_1
"Hmm... maaf ya kak Alex, soal yang tadi," Syifa merasa tidak enak karena sudah berkhayal tentang nya lebih dalam, meski Alex mungkin tak mengetahui apa yang di pikirkan Syifa tafi.
"Iyaaa, nggak apa-apa kok," Ucap Alex dengan tersenyum.
"Ya udah, yoo masuk kak," Syifa langsung mengajak Alex sebelum Dewi bikin ulah lagi.
"Ya ayooo..
"Apa dia itu kakak mu ya," Alex berpura-pura menanyakan siapa orang yang sudah mengganggunya tadi.
"Bukan kok kak, kita cuma bertetangga saja," Jelas Syifa.
Setibanya di depan pintu, terlihat seorang pria berpakaian casual bewarna abu abu dan memakai kacamata sudah menunggu kedatangan mereka.
Begitupun dengan Syifa, melihat siapa yang menyambutnya tak ayal air matanya ikut menyambut pertemuan mereka yang seolah sudah berpisah bertahun-tahun.
"Papaaaa....," Syifa pun langsung memeluknya penuh kasih sayang, kini Syifa merasa sudah tenang bisa berjumpa dengan papanya lagi,
"Alhamdulillah, nak... kamu baik-baik saja kan," ucap Pak Ilham yang merasa sangat khawatir dengan keadaan Syifa,
Alex tersenyum mendengar Syifa yang selalu memujinya, dan memperkenalkan nya kepada Pak Ilham, papa Syifa.
"Saya sangat berterima kasih nak Alex, Syifa as sangat beruntung bisa bertemu dengan orang baik seperti anda," Pak Ilham memeluk Alex dan sangat senang karena Syifa bisa bertemu dengan orang baik.
"Iyaa pak, jangan sungkan... saya pasti akan selalu berada di sisi Syifa, kapanpun itu," Alex tersenyum penuh kemenangan, secara mendapatkan jacpot yang menggiurkan.
"terima kasih nak, oh ya sampai lupa,ayo kita masuk, Melanie sudah menyiapkan masakan yang lezat buat menyambut kedatangan kamu kalian," Jelas Pak Ilham, dan langsung mendorong keduanya supaya cepat masuk ke dalam rumah.
"Syifaaaa.....,"
Mommy Melanie langsung memeluk Syifa seperti memeluk anaknya sendiri.
__ADS_1
"Ya ampun, kamu baik-baik saja kan sayang, daaan iniii..." Mommy Melanie melihat Alex, dan merasa belum mengenalnya.
"Syifa baik baik saja kok mommy, dan iniii adalah my heronya Syifa, yang kemarin Syifa ceritakan Lewat telpon mom, " jelas Syifa menjawab pertanyaan mommy yang merasa heran,
"Kak Alex, kenalin ini mommy Melanie," Syifa pun memperkenalkan mommy Melanie kepada Alex.
"Saya Alex mom..."Alex mengulurkan tangannya berharap mommy Melanie menyambutnya.
"Melanie... panggil saja mommy," ucapnya sambil tersenyum genit, ciri khas mommy
"Ya sudah ayo kita makan bersama ya Alex sebagai ucapan terima kasih kami, karena sudah menolong Syifa yang sudah mommy anggap sebagai anak mommy dan adik bagi Dewi," Ucap mommy sambil menggiring keduanya ke meja makan.
"Iya... ayo nak Alex jangan sungkan, anggap saja rumah sendiri," Pak Ilham ikut berkomentar.
Sesampainya di meja makan, terlihat Dewi yang sudah menyantap makanan dengan lahap dan tak peduli dengan semua orang yang sedang melihatnya.
"Apa yang dilakukan bocah iniii, bikin malu ajaaa," bathin mommy melihat tingkah Dewi yang seperti anak kecil.
"Maaf ya, itu anak mommy," Mommy merasa malu kali ini melihat tingkah laku Dewi.
"Ya.."
Alex merasa Dewi memang wanita yang tak tahu malu, tapi Alex masih membutuhkan nya untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Setelah acara makan malam, Alex pun meminta izin untuk pulang. setelah masuk ke dalam mobil, ada beberapa pesan masuk dari anak buahnya.
"Bos... kami sudah tahu siapa yang menyerang bos waktu itu... tapiiii dia bukan orang sembarangan bos," isi pesan yang di kirim anak buah Alex.
"Kirimkan Fotonya, siapapun dia... tidak akan hidup tenang karena sudah berani ikut campur," Alex membalas pesan itu.
Beberapa menit kemudian, Foto yang di inginkan Alex pun sudah tersimpan.
__ADS_1
"Tunggu saja," Alex punya rencana untuk membalas kejadian waktu itu.
Happy reading 😍