Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.95


__ADS_3

Happy reading 😍


"Duuuh si neng Osok ngarereuwas Abah wae ah," Ucap kang Supri dengan mengelus dadanya,


"Iya nih, kamu ini dek bikin semua orang auto panik tau gak," Protes Syifa yang ikut deg degan melihat aksi adiknya barusan.


"Maaf...maaaf deeh," Siti tidak menyangka akan banyak orang yang terpengaruh dengan rencana nya yang awalnya hanya untuk Aryo saja.


Di dalam kerumunan orang-orang desa terdapat seseorang yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik keluarga besar yang tengah berbahagia. Karena banyaknya orang yang ikut menyaksikan acara, kedua orang asing itu bisa terlepas dari pengawasan yang tidak terlalu ketat.


"Tertawa lah sepuas kalian, sebelum gue hancurkan kalian satu demi satu, bahkan mungkin sekaligus," batinnya.


"Ayo kita pergi dari sini, jangan sampai mereka menyadari keberadaan kita," ucap seseorang yang selalu berada di sebelahnya dan mengamati situasi.


"Baiklah, ayooo,"


Mereka pun meninggalkan pesta tersebut tanpa ada yang mengenali keduanya.


Next setelah pesta...


Aryo dan pak Heru berpamitan untuk pulang dan beristirahat, meski Aryo enggan beranjak dari rumah sang kekasih, pak Heru menjelaskan belum saatnya untuk bersama sampai ada perjanjian di atas kertas dan dengan mahar yang akan menjadi saksi bisu sebuah ikatan resmi.


Sedangkan Alex dan Syifa tetap menemani Bu Nilam dan Syifa meski hanya satu malam saja, mereka juga butuh waktu untuk hanya berdua saja dan melanjutkan honeymoon mereka. sampai nanti ada benih di perut sang istri.


Siti baru saja selesai mandi, dia mengambil handphone nya yang jarang dia pakai, terlihat ada pesan masuk ke no nya, namun no itu sangat asing, bahkan tidak nama si pengirim pesan. Aryo pernah berkata, abaikan saja pesan yang tidak jelas, namun Siti merasa penasaran dengan pesan yang satu ini.


"Siapa ya, buka aja deh," Siti mulai membuka pesan tersebut, alangkah terkejutnya dirinya karena isi pesan yang sangat mengejutkan. sungguh hari ini benar-benar banyak kejutan di dalam hidupnya.


"DATANGLAH KE BUKIT BILA INGIN NYAWA KAKAK TERSAYANG SELAMAT"


DAN INGAT...


DATANGLAH SEORANG DIRI.


"Siapa orang ini, ada yang akan berbuat jahat sama kak Syifa, tapi siapa?!" Siti merasa gelisah dengan adanya ancaman yang membahayakan nyawa sang kakak.

__ADS_1


"Hanya ada satu cara mengetahui siapa orang ini," Siti mengambil jaket lalu segera keluar namun dengan mengendap-endap agar tidak ada yang mengetahui kepergian nya. seperti isi pesan ancaman yang mengharuskan dirinya datang seorang diri.


Siti melihat semua pintu sudah tertutup rapat, dan lampu tengah pun sudah gelap gulita, semoga saja ibunya sudah tertidur dan tidak menyadari kepergian nya. Siti memegang kunci pintu utama untuk jaga-jaga bila ibunya sedang tidak ada di rumah.


"Aku pergi dulu ya Bu," batinnya, Siti pun membuka pintu depan perlahan dan menutup nya kembali.


Siti bergegas menuju bukit, lampu senter menjadi cahaya penerang baginya, bagaimana pun bukit akan gelap gulita bila di malam hari, Siti tidak takut akan kegelapan, dia pun sudah sangat hafal jalan menuju bukit tersebut.


"Di mana orang itu," Siti sudah sampai puncak bukit, meski terasa lelah dan pegal, karena berjalan terburu-buru.


Siti mengambil senter dan mengarahkan ke arah pepohonan di depan dan di belakang nya. namun tidak ada seorang pun di atas bukit itu. hanya dirinya seorang.


BUUUGH


Seseorang memukul bagian pundaknya dengan cukup keras, hingga Siti terjatuh dan pingsan. dan seseorang itu tersenyum dengan puas, di seretnya tubuh Siti ke dalam hutan.


"Dasar bodoh, kau datang menjemput mautmu, hahaha," ucapnya dengan tertawa puas.


Orang yang memukul Siti pun memotret Siti yang pingsan lalu mengirimkannya kepada seseorang.


"Satu mangsa utama, pasti akan datang," ucapnya dengan mengeluarkan pisau kesayangan nya.


Syifa terbangun begitu melihat ada pesan masuk di handphone nya, segera dia melepaskan tangan Alex yang sedari tadi melingkar di tubuhnya yang polos, aksi bercocok tanam sudah selesai satu jam lalu tapi Alex melarang nya memakai pakaian nya, sungguh membuat Syifa merasa malu melihat dirinya sendiri yang seperti seorang bayi saja.


Dilihatnya pesan tersebut, ada sebuah gambar yang terkirim, setelah membuka gambar itu, sungguh dirinya tidak mengerti bagaimana adiknya bisa berada di hutan dan dalam keadaan pingsan. siapa yang melakukan nya,


"Astaghfirullah adeeek," Syifa menahan suaranya agar tidak membangunkan singa yang tengah tertidur pulas di samping nya.


"Ada pesan di bawah nya," Syifa membaca pesan tersebut. pesan itu mengatakan bahwa dirinya harus datang sendiri bila ingin melihat adiknya dalam keadaan hidup.


"Siapa orang ini, berani sekali menyakiti adek," Syifa perlahan turun dari ranjang dan mulai memakai pakaian nya satu persatu.


"Sayang, aku harus pergi," batinnya dengan mengecup kening sang suami.


Syifa melakukan hal yang sama seperti Siti saat meninggalkan kamarnya. begitu pun saat keluar dari rumah adiknya itu. Syifa menutup pintunya dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Syifa segera bergegas menuju tempat di mana adiknya berada. di sepanjang perjalanan Syifa terus berdoa agar adiknya baik-baik saja.

__ADS_1


"Adeeek, adeeek....," Syifa berteriak sesampainya di atas bukit, berharap mendapatkan jawaban dan mengetahui keberadaan adiknya.


POK...POK...POK...


WELCOME SYIFA...


Syifa berbalik dan melihat Siti yang tengah tersadar namun terikat di sebuah pohon. dia melihat ada dua orang di samping adiknya dengan memakai jubah hitam, hingga Syifa tidak mengenali siapa di balik jubah hitam tersebut.


"Apa mau kalian, lepaskan dia," ucap Syifa dengan menatap tajam kepada kedua orang itu yang kini mengeluarkan sebuah pisau dan menaruhnya di leher Siti.


"Hahaha, Lepaskan dia," Seorang dari mereka menghampiri Syifa dan mulai membuka jubahnya.


"K...KAU...


Syifa cukup terkejut dengan apa yang ada dihadapannya, dia tersenyum devil melihat wajah Syifa yang kini mulai merasa takut dan mengenali dirinya.


"Kau... ma...masih hidup?! Syifa tidak menyangka seseorang yang sudah dianggap nya meninggal kini tengah berada di hadapannya lagi. bahkan dia dalang dari penculikan adiknya.


"Kenapa Syifa, kau pikir gue akan mati semudah itu haaah," Orang itu mulai mendekati Syifa yang kini sudah tidak lagi berjalan mundur.


"Urusan mu denganku, lepaskan adikku," Teriak Syifa kepada Dewi yang kini begitu dekat dengan nya.


"Tentu saja aku akan melepaskan adik kesayangan mu itu, melepaskan nyawanya ke Neraka hahaha," Dewi mengambil pisau yang sudah dia siapkan dari awal.


PRAAAANK...


Sebuah gelas bekas minum yang berada di atas nakas sungguh mengejutkan Alex yang tengah tertidur pulas. Dilihatnya gelas yang sudah pecah berkeping-keping. pecahnya gelas membuat hatinya khawatir akan seseorang.


"Sayang...," Alex melihat ke samping nya, tidak ada seseorang yang dia cari dan panggil sayang .


"Kemana Syifa, apa dia ke dapur?! Alex terbangun lalu memakai pakaian yang masih berserakan.


"Sayaaaang," Alex berjalan menuju dapur dan mencoba memanggil sekali lagi.


Hening... tidak ada yang menjawab, itu tandanya tidak ada orang di sana.

__ADS_1


"Kemana Syifa pergi?!


Happy reading 😍


__ADS_2