Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.70


__ADS_3

Happy reading 😍


"Bantuan ku?" Alex belum mengerti maksud dari Aryo bantuan seperti apa yang dia inginkan.


"Ya... dan ini menyangkut Syifa...," Ucap Aryo lagi.


"Syifa... kenapa dengan nya?!" tanya Alex dengan hati yang tidak karuan, apa yang terjadi dengan Syifa sebenarnya.


"Dia di culik Lex..." ucap Aryo kepada Alex yang terlihat kaget mendengar nya.


"Apa Syifa diculik..." Alex tidak habis pikir, siapakah yang berani menculik Syifa.


"Ya, dan yang menculiknya adalah..."Aryo mulai bermain-main dengan rasa penasaran Alex.


"Siapa?... katakan saja," ucap Alex dengan wajah geramnya, siapapun yang berani menculik Syifa bahkan sampai melukai Syifa, maka tiada ampun baginya.


"Anak buah loe yang melakukan nya," jawab Aryo dengan singkat.


"Ha... Apaaaa???


"Nggak... nggak mungkin itu...," Alex tidak percaya dengan apa yang Aryo baru saja katakan, anak buahnya tidak akan melakukan hal itu menurutnya. Anak buahnya tahu siapa Syifa bagaimana mungkin malah menculiknya.


"Ini buktinya," Aryo menyerahkan ponselnya dan menunjukkan bukti sebuah video yang di kirim anak buah Alex dan mengancam Imam dengan menculik Syifa agar bosnya terbebas dari jeruji besi.


"Gila...ini sungguh gila," Alex menggelengkan kepalanya dan menyerahkan handphone Aryo dengan cepat ke tangan Aryo.


"Syifa... maafkan aku," batin Alex, betapa sedihnya dirinya saat melihat Syifa yang terikat tangannya, dengan mata yang tertutup kain dan Mulut yang diplester.


"Ayo cepat, jangan buang waktu lagi, aku tahu tempat itu," Alex langsung masuk mobil dan menutup pintunya dengan kencang.


BRAAAK


Saking kencangnya, suaranya begitu keras membuat Aryo sedikit terkesima.


"Waaah mobil gue tuuh, bisa rusak mobil gue," batin Aryo.


"Ayooo.... Cepaaat," teriak Alex saat dirinya melihat Aryo yang masih saja berdiri di luar sana.


"Sabar laaah," Aryo pun bergegas masuk dan dengan cepat memacu kendaraan nya.


SEMENTARA ITU DI MANSION...


"Ini dimana?!" ucap Syifa lirih, dilihatnya ruangan yang gelap dan sempit, debu masih banyak menempel diatas jendela dan celah celahnya, lampu cempor pun menambah suasana kamar yang tidak enak di pandang oleh Syifa.


"Nona bersama kami," ucap seseorang yang merupakan salah satu anak buah Alex yang bertugas menjaga Syifa.

__ADS_1


"Kalian... lepaskan akuu," teriak Syifa saat dirinya mengetahui kalau kedua tangannya masih terikat begitu juga dengan kakinya.


"Tenang saja nona, sebentar lagi nona akan bebas ko," jelasnya. melihat Syifa yang berusaha membuka ikatan di tangan dan kakinya.


"Apa mau kalian Haaah," teriak Syifa lebih keras, dia sudah muak diperlakukan seperti ini, dia ingin segera pulang ke rumah dan berjumla dengan Ayahnya.


"Halooo Syifaaaa....


"Apa kabar sayang?!" tiba-tiba mommy Melanie muncul di balik pintu membawa nampan berisi sepiring nasi dengan lauk nya dan segelas air putih.


"MOMMY....," pekik Syifa, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Iya sayaaaang, inii mommy....


"Apa kamu tidak kangen sama mommy?!" ucap mommy setelah menyimpan nampan di atas nakas. mommy berniat mendekati Syifa dan ingin memeluknya namun dengan cepat Syifa menghindar.


"Apa yang mommy lakukan di sini?!"


"Dan... bagaimana bisa mommy berada di sini?!" Syifa bertanya langsung untuk memastikan apa yang ada di pikiran nya tidak lah benar. Alex bekerja sama kembali dengan Dewi dan mommy Melanie dan merencanakan semua ini untuk menghancurkan kebahagiaan dirinya. karena Alex tahu dirinya akan menikah dengan Imam.


"Hmmmm... mommmyyy...


"KELUAR...


"Saya tidak mengizinkan anda untuk ke kamar ini," Bentak bodyguard yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik mommy.


"Sabaaar kenapa siiih," gerutu mommy Melanie.


"Bye sayaaaang," mommy tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Syifa yang hanya diam saja tanpa membalas nya.


"Apa Dewi juga ada di sini?! tanya Syifa kepada anak buahnya Alex yang setia menemani dirinya.


"Tentu saja, mereka kan sudah sepaket, Dimana ada Dewi, ya di situ pasti ada mommy Melanie," jelas anak buah Alex.


"Jangan biarkan Dewi masuk ke kamar ini," perintah Syifa kepada nya. Syifa sudah tidak mau lagi berjumpa dengan Dewi, sekarang atau di hari-hari berikut nya.


"Baik, sesuai perintah Nona," ucap anak buah Alex dengan menundukkan kepala tanda hormat nya kepada Syifa.


"Dan tolong bawa makanan ini keluar, buang saja," perintah nya lagi, Syifa tidak akan pernah mau memakan makanan yang berasal dari mommy apalagi Dewi. baginya tidak ada kesempatan kedua bila sudah menyangkut nyawa.


"Baik nona," Anak buah Alex membawa kembali makanan itu keluar dan akan membuangnya, namun dia melupakan hal penting lainnya.


"Heeei... lepaskan tanganku dulu," teriak Syifa, dia lupa kalau dari tadi tangan dan kakinya masih terikat. namun percuma saja, bodyguard Alex sudah menghilang dalam hitungan detik saja.


"Astaga, sampai kapan sih aku diikat seperti hewan kayak gini," protes nya, dengan terus menggerakkan tangannya dan berharap bisa melepaskan ikatan nya.

__ADS_1


"Dasar bodyguard payaaaah, tanganku sampai sakit begini...," gerutu Syifa.


"Awas ya, aku akan balas nanti," Syifa masih berusaha mencari cara melepaskan tangannya.


"Perlu bantuan saudariku...


"DEWI... KAU...," Syifa menoleh, terlihat Dewi sedang berdiri di ambang pintu dan tersenyum sinis kepadanya.


"Halooo Syifa saudariku...," Dewi menghampiri Syifa Secara perlahan.


"Sudah lama yah kita tidak berjumpa," Dewi terus berjalan menghampiri Syifa dan menutup pintunya.


"Ya... sudah lama kita tidak bertemu," ucap Syifa dengan menatap tajam ke arah Dewi, Dia berusahalah setenang mungkin.


PAAAAK


Sebuah tamparan keras mendarat dengan mulus di pipi kanan Syifa, membuat warna kulitnya berubah kemerahan.rasa sakit dan panas di wajahnya tidak membuat Syifa takut bahkan dia kini semakin berani menghadapi Dewi.


"Itu untuk mommy," Bisik Dewi di telinga Syifa.


"Dan ini...


PAAAAAK


Tamparan keras kini melanda pipi kanannya, rasa sakit yang luar biasa yang di rasakan Syifa kini membuat rasa benci kepada Dewi semakin menjadi-jadi.


"Dan ituuu... untuk guee," ucap Dewi yang kini menarik kerah baju yang di pakai Syifa, sehingga membuat Dewi dan Syifa saling berhadapan.


"Dan satu lagi..." Dewi mengambil pisau lipat dan gunting kecil di dalam saku bajunya.


"Apa lagi yang akan kau lakukan," Syifa tidak tahu ide gila apa lagi yang akan dia terima dari Dewi kali ini.


"Tentu saja bersenang-senang hahaha," Dewi tertawa puas melihat Syifa yang tidak berdaya melawan dirinya.


Tiba-tiba Dewi menarik baju Syifa dan menggunting baju yang di pakai Syifa, sampai baju yang di pakai Syifa robek, membuat bagian dalam tubuh Syifa sedikit terlihat sekarang.


"Jangaaan Dewiiii... lepaaas," Syifa berusaha memberontak, namun Syifa tidak bisa melawan Dewi saat ini. karena tangannya saja masih saja terikat.


"Apa kamu bilang lepas...," Dewi mendekatkan wajahnya dan tersenyum sinis.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu selama kamu masih ada di dunia ini, camkan itu, hahaha," ucap Dewi dengan mengeluarkan Gunting yang sudah dia siapkan dari tadi.


Dewi menjambak rambut Syifa dengan keras dan berniat memotong rambut Syifa.


"Aaakh jangaaan...

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2