
Setelah adik ku tak lagi ingin melanjutkan turnamennya, kakak ku menikah dengan sepupuku, aku memulai kehidupan ku sebagai seorang penari, aku mengikuti banyak tes untuk memasuki ajang pelangi nusantara, dimana penari berbakat akan di perkenalkan dengan seluruh penari di seluruh tanah air bahkan dunia, tes demi tes aku lalui, namun saingan ku terlalu banyak hingga aku harus puas dengan diterimanya aku untuk mengenal semua jenis tari di negri ini, aku banyak mengenal orang-orang bule, dari penjuru negri.
aku mulai di percaya untuk mengajar menari di taman kanak-kanak setelah lulus sekolah, inilah kegiatan ku, akhirnya aku membuka sanggar tari sendiri banyak peminatnya dari tk sampai SMU, orang tua ku mendukung ku, namun penari tetap lah penari yang dipandang buruk oleh sebagian orang yg merasa dirinya suci, ada cibiran orang yang mengatakan
" ga ada apa kerja yang ga musti pulang tengah malam stau menjelang pagi. " nyinyir seseorang.
" tiap hari yang jemput mobilnya beda, malem yang anter juga beda, kerja apaan tuh.... paling- paling ngelonte" itu lah pikiran- pikiran jahat mereka
" ndok bapak tau kerja mu apa, bapak kenal siapa kamu, ga usah mikirin apa-apa, jalani aja" dukung ayah ku
__ADS_1
hari demi hari aku makin di kenal sebagai penari & pelatih tari, sampai suatu waktu seseorang mencoba mendekati ku, inilah awal pertemuan ku dengan jodoh ku. meski diantara keluarganya ada yang tidak suka namun tepatnya untuk menikahi ku begitu besar.
sebenarnya aku tak ingin menikah aku ingin mengejar impianmu, namun ayah ku menginginkan aku menikah meski usiaku masih terlalu muda, akhirnya aku menikah, di sini lah awal perjalanan hidup ku, awal penderitaanku, menurut sebagian orang menikah adalah awal hidup yang bahagia namun untuk ku adalah awal penderitaan ku, setelah menikah aku di boyong ke rumah dimana aku & dia akan hidup berumah tangga, kehadiran kakak perempuannya yang membuat aku ingin menjerit & menangis, karena dia tak setuju dengan pernikahan ini. diambilnya foto -foto masa pacaran suami ku dengan seorang gadis bernama ida, dia berkata, " aku lebih setuju Nano menikah dengan dia di banding dengan kamu, " aku hanya diam tak bicara namun dia tak mengerti, ini lah awal torehan luka di hati ku, suami ku mengambil foto - foto itu & menyobek nya di hadapan ku, air mata ku tak menetes karena kerasnya hati ku, yang tak sudi meneteskan air mata hanya untuk orang yang tidak bisa menerima ke adaan ku mungkin karena aku dari keluarga yang sederhana hingga mereka mampu menyakiti aku begitu rupa.
aku melupakan semua yang terjadi aku masih terus mengajar, masih terus menari sampai saat itu aku sedang berlatih tari Rantak, yang begitu energik aku menyukai tarian ini
" jangan tinggi-tinggi lompat nya perutnya lagi ada isinya " ucap guru ku
lama ku pikir, ada ribut ribut apa sih, "wehhhh tut kamu berhasil masuk pelangi nusantara, " kata teman ku edo
__ADS_1
"tapi bagaimana aku sedang mengandung" Jawab ku
sontak semua yg mendengar itu marah
" orang gila ngapain lu pake bunting " kata Edo
" tau ga loh tut lu tuh dah banyak banget ngelewatin semua ini, lu mesti ngalahin banyak saingan lu termasuk Yustin" kata Edo
" yah mungkin emang bukan rejeki gw do" jawab ku tanpa dosa
__ADS_1
ada rasa sesal karena aku tak bisa meneruskan cita-cita ku, namun ada rasa bahagia karena aku mengandung.