Inilah Aku

Inilah Aku
Surprise.


__ADS_3

Happy reading 😍


Dia adalah...


"Calon suami Syifa, ibuu...


Syifa pun memperkenalkan Alex sebagai calon suaminya, meski masih ada keraguan di hatinya tentang keputusan nya itu.


"Waah, kebetulan banget ya kalau begitu," ucap Bu Nilam senang melihat semua Putri nya sudah memiliki pasangan hidup.


"Saya Alex buuu,"


Alex pun memperkenalkan dirinya dengan tersenyum ramah.


"Oh, ya... Alex...


"Ibu cuma mau meminta satu hal, ibu titip anak ibu, jaga Syifa seperti menjaga hartamu," ucap Bu Nilam lalu meneruskan kata-katanya yang masih sedikit mengganjal hatinya.


"Dan jagalah Syifa dan hatinya ya, ibu gak mau kalau sampai mendengar kamu menyakiti jiwa dan raga Syifa anak ibu yang sangat ibu sayangi," ucap Bu Nilam dengan penuh penekanan.


"Tentu saja bu, saya sangat mencintai Syifa jadi sangat mustahil bagi saya menyakiti bidadari yang turun dari langit seperti Syifa," ucap Alex bersungguh sungguh dengan apa yang dia ucapkan.


Bu Nilam tersenyum puas karena Syifa benar-benar sudah menemukan jodoh yang tepat.


Semua orang begitu terkesan dengan penuturan Alex dan janji manisnya terhadap Syifa, namun berbeda dengan Aryo.


"Ciiih.. pandai bersilat lidah rupanya, kau sangat tidak pantas untuk Syifa, lihat saja nanti, saat Syifa mengetahui kebohongan mu," bathin Aryo yang merasa jijik mendengar perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Alex,


"Bagaimana kalau kita mengadakan pesta bertunangan untuk mereka berdua," ucap pak Heru dengan ide gilanya.


"Taah bener atuuh, beli satu gratis satu, kayak promo aja nih kawin,hehehe," gurau kang Supri dengan ide konyolnya.


Semua tertawa mendengar guyonannya kang Supri yang sedikit mencairkan suasana.meski hatinya merasa Ada sesuatu dengan Alex yang kang Supri pun tidak tahu apa itu, yang jelas Alex menurut nya mempunyai rahasia besar semoga saja Syifa akan baik-baik saja.


"Tapiiii Syifa belum siap untuk bertunangan hari ini, lebih baik adek saja dulu Bu, lagian Syifa belum memberi tahu papa tentang masalah ini," ujar Syifa yang berusaha menolak secara halus. apalagi papanya memang belum sempat dua hubungi dari semalam.


"Looh kenapa gitu, klo masalah papa kamu, biar ibu saja yang memberikan kabar nak," ucap Bu Nilam dan berharap Syifa bisa merubah keputusannya dan tetap ke rencana awal.

__ADS_1


"Iya kak Syifa, Siti kan pengen banget melihat kita berdua tuh berdampingan kak," ucap Siti yang mencoba membujuk kakaknya itu.


Sebenarnya Siti juga belum siap lahir batin dengan acara pertunangan nanti malam, namun dia berharap dengan adanya Syifa, kakak tersayang nya, akan memberikan kekuatan menghadapi semua ini.


"Iya dek, terserah ibu saja," akhirnya Syifa tidak bisa menolak keinginan ibunya dan adiknya itu.


"Alhamdulillah, naah gitu donk sayang," ucap Bu Nilam merasa bersyukur karena Syifa akhirnya mau juga bertunangan dengan Alex, bersama Siti dan Aryo. tentunya pesta akan meriah dengan acara pertunangan massal itu.


Aryo diam saja, karena merasa keberatan dengan keputusan ini. protes pun percuma karena Aryo belum punya bukti tentang kejahatan Alex.


"Ckckck.... Dasar serigala berbulu domba, kau bisa saja mengelabui semua orang tapi tidak dengan ku," batin Aryo dengan menatap Alex, ingin rasanya memukul Alex dan memberikan pelajaran padanya, namun itu tidak mungkin terjadi saat ini.


Tak tinggal diam, Aryo pun langsung mengirimkan chat secara pribadi kepada Aji yang sedang menikmati hidangan nya dan mendengarkan musyawarah antara keluarga boss nya.


Saat akan memasukkan sendok es krim yang terakhir, Aji melihat ponselnya dan melihat isi pesan yang terkirim dari nomor bosnya.


"Selidiki siapa Alex sebenarnya, sebelum semuanya terlambat,"


Aji pun membalas pesan rahasia itu,


"Siap, laksanakan komandan, hehe....,"


"Ya sudah, sebaiknya kita pulang, kita harus mempersiapkan banyak hal untuk acara malam ini yang pastinya akan luar biasa," ucap pak Heru dengan melihat arloji di tangannya.


"Iya, benar sekali, ibu juga harus memasak lebih banyak makanan sepertinya," ucap Bu Nilam sambil tersenyum senang.


"Asyiiik, Abah bisa makan sepuasnya, hehehe," ucap Abah senang mendengar ibu Nilam akan memasak banyak makanan.


"Tentu saja kang, terserah akang," ucap pak Heru dan yang lainnya hanya tersenyum melihat tingkah laku kang Supri yang selalu kocak.


Setelah di rasa semua sudah cukup, akhirnya mereka pun meninggalkan Mall dan menuju ke Villa, Syifa dan Alex pun mengikuti untuk berjalan beriringan dengan mobil Aryo, karena Bu Nilam menyuruh mereka untuk menginap di villa Aryo,


Kini Syifa dan Alex sudah kembali berdua, ada sesuatu yang ingin Syifa sampaikan saat masih berada di dalam Mall, namun karena banyak orang, Syifa mengurungkan niatnya dan mencari waktu yang tepat.


Alex yang melihat Syifa terlihat gelisah, langsung memegang tangan Syifa yang sudah berkeringat dingin. itu menandakan Syifa sedang tidak baik-baik saja.


"Ada apa???

__ADS_1


Alex mencoba memulai pembicaraan dengan menanyakan hal yang membuatnya gelisah seperti ini.


"Kaaak...


"Hmm...


"Apa ini keputusan yang tepat, Syifa bingung kak," ucap Syifa, memiliki Alex memang keinginannya sejak mengetahui dia adalah "TUAN" yang sudah menolongnya.


"Heei, tenang saja... jangan takut seperti ini, semuanya akan baik-baik saja kok," ucap Alex mencoba menenangkan Syifa yang sedang berpikir tentang pertunangan mereka ini.


"Tapi bagaimana kalau papa tahu kaak," ucap Syifa,


"Syifa, aku sudah berjanji sama kamu, akan bertanggung jawab atas segala perbuatan ku sama kamu, karena kamu sudah mengetuk pintu hati aku yang sudah terlalu rapat untuk di buka," ucap Alex bersungguh sungguh berharap apa yang di katakan nya bisa membuat Syifa yakin akan dirinya yang tidak sedang bermain-main.


"Tapiiii....


"Sttttt...


"Percaya lah aku gak akan menyakitimu, aku akan menjadi bodyguard mu, dan tak akan ada yang bisa menindas mu lagi termasuk Dewi," ucap Alex yang tetap fokus melihat kendaraan yang berada di depannya.


Setelah dua jam perjalanan dari Mall di kota menuju Villa, akhirnya kedua mobil sampai dengan selamat dan tidak kekurangan suatu apapun.


Semua orang pun turun dari mobil dan mulai berjalan menuju Villa,


Namun Siti menunggu Syifa keluar dari mobil dan ingin mengajak kakaknya ke dalam bersama dengannya.


Namun sepertinya sudah ada yang menunggu kedatangan mereka, orang itu langsung bangkit dari duduknya dan tersenyum.


"Akhirnya tamu istimewa sudah datang," ucap pak Heru sambil memeluk tamu yang di sebut istimewa itu.


Semua orang pun terkejut dengan tamu istimewa pak Heru. Dengan memakai kacamata minusnya, dia melihat ke arah Syifa dan Alex Sambil tersenyum. Ada kerinduan teramat dalam di pelupuk matanya.


Kini Syifa yang benar-benar kaget dan merasa sedikit lemah di kedua kakinya, hampir saja Syifa jatuh, namun Alex dengan sigap menarik Syifa agar tidak jatuh.


Kini tamu istimewa itu sudah berhadapan dengan dirinya dan tersenyum.


"Paap.... paapaa...

__ADS_1


Happy reading 😍


"


__ADS_2