
Happy reading 😍
"Ikuuuut sajaaaa...,
Pak Harun ternyata sudah menyiapkan sebuah mobil silver beserta supir yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Tunggu pak... kita mau kemana???
Baru saja Siti merasa lega karena tidak jadi bertunangan dengan Aryo, kini otaknya harus kembali berpikir keras.
"Ke KOTA...
Pak Harun berencana untuk mengadakan pesta tunangan anaknya di sebuah Villa keluarga, dengan sedikit mengadakan pesta kecil.
"Apaaaa... ke kotaaa??? semua orang hari ini tampaknya sudah berlatih seperti sekelompok paduan suara.
"Untuk apa ke kota Pak Harun??? kini Bu Nilam yang bertanya karena tidak tahu rencana Pak Harun yang akan membawa mereka ke kota.
"Tentu saja untuk melanjutkan acara yang tertunda, untuk anak-anak kita," jelas pak Harun sambil tersenyum.
"Oh my God...
Seperti makan buah si malakama, atau seperti mundur kena majupun kena...
*******************
"Daad...
"Apa yang sedang engkau rencanakan?" bisik Aryo ketika menyadari Pak Harun mempunyai suatu rencana sendiri untuk masa depannya.
"Ha...ha...ha...
"Bukankah ini yang kamu inginkan," Psk Harun mengkerlingkan matanya seraya menepuk pundak Aryo.
"Oh, my GOD daad...
Aryo yakin tindakan Pak Harun kali ini akan membuat Siti berubah total kepadanya. Dia harus memikirkan cara supaya Siti tak mengeluarkan taringnya kali ini.
Aryo melihat ke arah Siti, namun sepertinya Siti sengaja memalingkan wajahnya, ternyata firasat Aryo benar, Pasti Siti berpikir kalau ini adalah rencananya, bagaimana kalau dia mau bicara 4 mata lagi,
"Kali ini aku gak akan selamat, tamat sudah riwayat ku," bathin Aryo yang membayang kan Siti bisa saja melakukan tindakan yang tak terduga.
Setelah di rasa semua beres, merekapun meninggalkan desa untuk 3 hari ke depan.
Bu Nilam membawa keperluannya dan juga keperluan Siti, Dari baju ganti, handuk sampai membawa peralatan mandi sendiri. Begitupun dengan kang Supri, namun kang Supri tidak membawa terlalu banyak barang, hanya dua helai pakaian saja dan tak lupa sarung kesayangannya.Karena Pak Harun berkata, akan membeli keperluan kang Supri di Mall nanti.
Di dalam perjalanan,Siti mencoba mencari tahu akan pergi ke mana sebenarnya kali ini.
"Hmm.... apa kita mau ke Jakarta ya pak??
Hanya kota itu yang Siti tahu, karena kakaknya, Syifa menjadi penduduk di kota besar itu.
"Tidaaak...," Ucap Pak Harun,
Sebenarnya Aryo pun tidak mengetahui kemana mereka sebenarnya akan pergi,
"Teruuus mau kemana??? Siti kembali bertanya karena Pak Harun tak memberikan Jawaban yang utuh, seperti sebuah teka teki yang belum terpecahkan.
"Villa...
Lagi-lagi Pak Harun hanya menjawab sekenanya saja.
"Apaaaa...
__ADS_1
Semua orang tersentak kaget dengan jawaban Pak Harun, tak terkecuali sang calon tunangan, Siti dan Aryo.
Pak Harun sengaja tidak memberi tahu kemana tujuan mereka dari awal. Karena Pak Harun tahu pasti calon menantunya akan berusaha kabur dari acara yang akan di siapkan nya.
"Tenaaang saja...
"Ini Villa keluarga, lagian kan kita niatnya bersilaturahmi, bukan untuk berbulan madu," Ucap Pak Harun yang menjelaskan kepada semua penghuni rumah nya.
"Lagian mana ada bulan madu rame-rame begini, hahaha...," Pak Harun tertawa lepas membayangkan bila ucapan terjadi.
"Ya sudah... kami ikut saja," ucap Bu Nilam, karena sudah tidak mungkin juga untuk kembali ke desa saat ini.
"Oh TUHAN... bagaimana aku menghadapi Pak Harun... kalau nanti dia menjadi mertuaku?! batin Siti melihat tindakan Pak Harun yang merasa sudah berlebihan kali ini. padahal hanya bertunangan saja, di desa pun tak kan jadi masalah.
"Bapak dan anak sama saja, buat aku pusing," batinnya lagi.
Siti berpikir ini pasti ada kaitannya dengan Aryo, atau jangan-jangan Aryo yang menjadi dalang semua ini.
Kalau sampai benar, Aryo terlibat, maka Siti gak akan memaafkan nya begitu saja.
Siti tak sengaja menatap bayangan Aryo di kaca spion mobil, tak di sangka Aryo pun melakukan hal yang sama. Tentu saja itu membuat Siti sedikit salah tingkah oleh kelakuan Aryo yang malah tersenyum dengan manis.
"Aryooooo awaas yaa," batin Siti
Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Bandung residence adalah lokasi Villa tersebut.
Villa ini kadang di sewakan supaya orang lain bisa menikmatinya juga dan jadi tidak sepi.
Pupus sudah harapan Siti untuk bisa berjumpa dengan kakaknya, Syifa...
Mendengar kata "Kota" ... Jakarta lah pilihan pertama yang ada di otaknya Siti.Namun kota memang tidak hanya Jakarta, salah satunya Bandung.
"Apa yang sedang kakak lakukan ya?!
"Apa kakak bahagia di sana?!
Berbagai pertanyaan pun muncul begitu saja saat mengingat nama Syifa.
"Neeeeng... Ayooo turun, TOS nepi(sudah sampai)...
Kang Supri membuyarkan lamunan Siti dan menyuruh nya untuk segera turun menyusul yang lain.
"Ehh... iyaa Abaaah,"Siti pun segera turun dan menyusul mereka dengan berjalan sedikit cepat.
"Pelan-pelan aja nanti jatuh looh," ucap Aryo yang datang tiba-tiba dan sudah berada di samping Siti.
"Nggak bakalan...," Balas Siti Acuh mengingat semua ini adalah ulah Aryo.
"Yakiiiiiin...," Goda Aryo yang kini malah mengunci dirinya dengan kedua tangannya yang menempel di pintu mobil.
"Minggir" Siti tak bisa bergerak sama sekali akibat tingkah Aryo itu.
"Nggak mau," Aryo tak mendengar perintah tuan putri nya itu.
"Ok... kalau gituuu,"
Siti Akhirnya menginjak salah satu kaki Aryo dengan kuat dan tersenyum penuh kemenangan melihat sang pemiliknya merintih kesakitan.
"Aaawww...
__ADS_1
Aryo mengangkat kakinya yang di injak oleh calon tunangannya itu, otomatis Siti bisa bebas darinya.
Siti langsung pergi tanpa menghiraukan Aryo yang sedang kesakitan akibat ulahnya itu.
"Sitiiiiiii....," Aryo sedikit kesal di kerjain oleh calon tunangannya.
"Lihat saja nanti...," umpat Aryo ketika melihat jari kakinya sedikit kemerahan.
"Pasti kamu akan jatuh...
"Hmmm, aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku, Aryo Wijaya Kusuma...," batin Aryoo.
**********************
Setelah sampai di pintu utama, Pak Harun pun mempersilahkan tamunya untuk masuk terlebih dahulu,
Setelah berkeliling, Akhirnya pak Harun mempersilahkan mereka untuk istirahat terlebih dahulu, Bu Nilam dan Siti ada dalam Satu kamar, sedangkan kang Supri bersama Asisten nya Aji, dan Aryo sendiri memilih tidur sendiri,
"Hari ini kita istirahat dulu, nanti kita akan makan malam bersama ya," ucap Pak Harun.
"Terima kasih Pak," ucap Bu Nilam
"Alhamdulillah, Hatur nuhun nya kang," ucap kang Supri.
"Bagus nak kamarnya," ucap Bu Nilam kagum melihat kamar yang akan dia huni bersama Siti selama 3 hari ke depan.
"Hmmm...," Siti lagi malas berbicara, diapun membaringkan tubuhnya di atas kasur dan mulai tertidur pulas.
Setelah dua jam berlalu, waktu makan malam telah tiba.
Ada cafe mini di samping meja makan, dengan berbagai menu tentunya.
Makanan dan minuman sudah ready Sepuluh menit yang lalu, tinggal menunggu kedatangan para penghuni Villa saja.
Semua orang sudah ada di meja makan saat ini, namun masih kurang satu orang lagi.
"Kenapa lama sekali ya," karena semuanya tak sabar untuk menikmati makan malam nya, harus menunggu seseorang yang tak muncul juga, akhirnya Bu Nilam balik lagi ke kamar dan mengetuk pintunya...
"Naakk, ayooo cepat...
Tak ada jawaban...
__ADS_1
Heniiiing...
Happy reading 😍