Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.77


__ADS_3

Happy reading 😍


Syifa memejamkan matanya berharap ini hanyalah mimpi dan saat dia membuka matanya, dia berharap masih bisa melihat Alex dan tetap bersama nya.


Hening tidak ada suara apapun yang dia dengar kali ini, apa Alex sudah benar-benar pergi, pergi dari kehidupan nya untuk selamanya.


Seseorang menepuk pundak Syifa dengan pelan, masih tanpa suara, Syifa mencoba menebak orang itu, yang jelas dia pasti adalah orang terdekatnya. orang yang mengerti keadaan dirinya, orang yang bisa di ajak berbafi, berbagi rasa berbagi hal hal yang akan selalu membuat nya happy, no sad katanya.


"Kaaak...


Seseorang itu mulai berbicara kepada Syifa yang masih memejamkan matanya, perlahan Syifa membuka matanya, terlihat saat ini, adiknya Siti sedang memperhatikan dirinya. Syifa mengedarkan pandangannya ke Segala arah, mencari seseorang lagi selain adiknya. namun tetap saja, hanya adiknya lah yang bersamanya saat ini, tidak ada orang lain lagi.


Syifa menghembuskan nafasnya dalam-dalam seakan dadanya sesak karena separuh nafas nya telah pergi membawa setengah hatinya. entah setelah ini apa dia akan bisa hidup seperti dulu.


"Kaaak... jujurlah kepada paman, mungkin saja paman akan mengerti," terang Siti dengan menatap wajah Syifa yang terlihat sembab di matanya, Siti tahu penyebabnya namun dia harus bisa menutupi kesedihan nya agar kakaknya bisa bangkit dari keterpurukannya.


"Tidak dek, kakak tidak mau membuat papa kecewa hanya karena ego kakak," balas Syifa dengan wajah sendu, bagaimana pun dirinya tidak pernah bisa menolak apa yang sudah diputuskan oleh papanya.


"Tapi kak, apa kakak akan bahagia, aku tahu kakak tidak mencintai kak Imam kan," selidiknya Siti dengan terus membujuk kakaknya agar mau mengatakan hal yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat.


"Kakak bahagia kok de," Ucap Syifa dengan tersenyum, Cukup sudah dirinya melibatkan orang lain ke dalam masalahnya, kali ini dia tidak ingin merepotkan orang yang sudah rela membantunya.


"Bahagia???


"Kakak tidak pandai berbohong," Siti tahu kakaknya tidak bahagia bila menikah dengan orang lain selain Alex.


"Please de, jangan bahas ini lagi ya, biar kakak yang urus masalah kakak sendiri," ucap Siti dengan sedikit tersenyum, tidak boleh ada lagi orang yang sudah payah menolong nya.


"Tapi kak...," Siti masih belum puas dengan jawaban dari Syifa, meski dia dan Syifa tidak ada hubungan darah namun kasih sayang nya begitu besar untuk Syifa.

__ADS_1


"Maaf nak papa terlambat," seru pak Ilham yang tiba-tiba nyelonong masuk dan membawa beberapa bungkus ketoprak pesanan Syifa.


"Ehmmm, gak papa kok pah," Syifa memberikan kode kedipan mata agar Siti tidak membahas masalah tadi.


"Ya sudah, ini kita makan bersama yah," ucap Pak Ilham dengan membagi bungkusan ketoprak itu ke tangan Siti yang masih terdiam.


"Iya paman terima kasih," ucap Siti dengan tersenyum ke arah pak Ilham. sebenarnya Siti memang merasa sedikit lapar saat ini, karena pas pergi ke rumah sakit dia belum makan sama sekali.


Tak lama Aryo pun masuk ke ruangan Syifa dengan membawa buah buahan dan beberapa jus yang cukup untuk semua orang.


"Wah kayaknya enak tuh Yoo," ucap Siti dengan menelan saliva nya, Siti langsung mengambil jus buah naga yang mengeluarkan asap dinginnya dari es yang cukup banyak di dalam cupnya.


"Iya donk, namanya juga makanan pasti enak lah, lagian bosan juga tadi nunggu kalian ngobrol," terang Aryo kepada Siti yang masih asyik dengan minuman dinginnya yang begitu menyegarkan.


"Deek, pelan-pelan saja minumnya, tenang gak bakalan habis kok," goda Syifa dengan terkekeh melihat tingkah adiknya.


"Iya kak, aku kan haus banget loh kakak," bela Siti tanpa malu sedikit pun di depan Aryo yang hanya tersenyum melihat tingkah laku Siti. semua orang pun tertawa melihat Siti yang seperti kelaparan saja.


Alex tiba di markas tempat Syifa di culik oleh anak buahnya. baru saja dia menginjakkan kakinya di teras rumah, beberapa anak buahnya sudah menunggu kedatangan nya karena mereka membawa informasi penting tentang keberadaan Dewi dan mommy Melanie saat ini.


"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan mereka?! tanya Alex dengan nada bicara yang begitu pelan. karena pikirannya masih tertuju


kepada Syifa, pertemuan nya yang terakhir, membuat hatinya seakan kehilangan arah, bahkan untuk menemukan tujuan hidup pun seakan kekuatan nya hilang seketika.


"Kami mempunyai informasi sangat penting bos, kami yakin bos pasti akan suka," terang anak buah Alex dengan pelan.


"Katakan apa yang kalian ketahui," ucap Alex, dinyalakan nya rokok yang sudah ada digenggam nya.


"Me...mereka ada di puncak bos,"ucap anak buah Alex dengan terbata. tentunya deru jantung nya sudah sangat cepat saat ini apalagi kalau melihat amarah Alex bila sedang marah, rasanya badan pun ikut bergetar melihat amukan bosnya.

__ADS_1


"Puncak" Alex mulai menyusun rencana agar dirinya segera bisa menangkap Dewi dan mommy Melanie. Alex yakin apa yang terjadi dengan Syifa pasti ada sangkut pautnya dengan Dewi dan mommy Melanie.


"Ayo kita bergegas sekarang," Alex tidak ingin lagi membuang waktu, di pakainya kaca mata hitam nya dan langsung berangkat menuju mobilnya dengan di kawal anak buahnya dari belakang.


"Baik bos," semua nya dengan serempak mengikuti Alex, namun tidak semua anak buahnya dapat masuk ke dalam mobil Alex, yang lainnya naik di mobil yang berbeda, ada dua mobil yang kini siap mengikuti mobil bosnya.


SEMENTARA ITU...


"Ke puncak pah," tanya Syifa dengan terheran,


pak Ilham baru saja mengatakan kepada semua orang bahwa pernikahan Syifa dan Imam akan dilakukan di puncak.


"Iya, papa ingin sekali kita semua bisa ke sana rame-rame, dan menurut papa ini adalah waktu yang tepat buat kita bisa berkumpul meski hanya satu hari saja," Pak Ilham mengingat mendiang ibunya Syifa yang pernah mengatakan ingin sekali melakukan acara pernikahan di puncak, namun semua belum bisa terlaksana sampai akhir hayatnya.


"Baiklah pah, aku menyetujuinya," Syifa sudah lelah menentang rencana yang sudah di susun oleh papanya, kini tidak ada lagi alasan yang bisa menjadi senjata nya.


Sedangkan Aryo dan Siti mengikuti apa yang menurut pak Ilham terbaik untuk Syifa. mereka pun tidak bisa membantahnya.


"Dimana kak Imam pah," tanya Syifa yang sedikit penasaran dengan nya, karena dari awal dirinya berada di rumah sakit, Syifa belum melihat Imam sekalipun.


"Dia sudah pergi...," ucap pak Ilham dengan memasukkan barang Syifa, agar cepat bisa menuju puncak saat dokter memberikan izin kepada Syifa.


"Pergi?!...


"Hmmm, pergi kemana pah," tanya Syifa kepada ayahnya yang masih asyik membereskan barang milik Syifa.


"Tentu saja ke tempat pernikahan kamu dan dia," jelas pak Ilham dengan tersenyum kecil.


"Puncak???

__ADS_1


Tamatlah riwayat Syifa sekarang, Syifa benar-benar tidak bisa lagi menolak keinginan papanya kali ini dan hubungan nya dengan Alex pun baru saja berakhir.


Happy reading 😍


__ADS_2