
Happy reading 😍
PLAAAAK
Sebuah tamparan keras di terima Alex, membuat nya hampir terjatuh. Namun kali ini Alex menerima semua itu. Alex mengakui kesalahannya dan akan mengambil resiko akibat perbuatannya terhadap Syifa.
"Kenapa kamu jahat sekali Alex...," Pak Ilham tak menyangka Alex yang dia percaya malah menusuknya dari belakang dan menghancurkan masa depan putrinya.
"Pah, akuuu... " Alex tidak bisa menjelaskan kejadian sebenarnya di saat seperti ini,
"Diaaaam...
"Apapun yang kamu katakan dari mulut mu, Saya tidak akan percaya lagi, meski itu adalah suatu kebenaran," Pak Ilham memukul dadanya yang terasa sesak.
Pak Heru tidak tinggal diam, melihat situasi yang tidak terkendali, semua anak buah nya pun di kerahkan untuk membantu mencari keberadaan Syifa saat ini.
"Suudah, tenangkan dirimu...," Pak Heru menepuk bahu pak Ilham sahabat untuk memberi support,
"Dan kamu...
"Apa masih betah di sini, buktikan kalau kamu bisa mempertanggungjawabkan semua perbuatan mu," Jelas Pak Heru yang sedikit geram, karena tidak ada pergerakan dari Alex.
"Carilah Syifa dan bawa pulang dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun," Pak Heru pun memberikan misi yang sama seperti kepada anak buahnya.
Tanpa sepatah katapun, Alex Langsung berlari untuk melakukan perintah Pak Heru, Alex tidak menyangka kalau Syifa bisa bertindak nekat seperti ini, sebelum dia mencari Syifa, di telponnya seseorang dan menyuruhnya untuk membawa Dewi ke Villa Aryo saat ini. Alex ingin Dewi merasakan penderitaan seperti dirinya dan Syifa alami saat ini.
"Dewi, lihat saja...
"Kamu akan menderita seumur hidup mu," batin Alex,
Tak lupa Alex pun menurunkan semua anak buahnya, Tapii...
"Apa maksud kalian, tidak bisa menerima perintah ku," Alex sedikit menaikkan nada bicaranya karena kesal,
"Nyonya besar sudah kembali, tuan muda," ucap Anak buahnya dengan penuh penekanan.
"Mommy...
Alex menutup telponnya tanpa bertanya apapun, semua sudah jelas meski tak dijelaskan lagi.
"Siaaaal...
Sementara di tempat lain...
__ADS_1
"Sitiiiiiii tenangkan diri mu," teriak Aryo yang masih berusaha mengejar nya dan berharap bisa mendahului nya.
Tak ada jawaban, Siti nampak melihat semua orang yang ada di depan nya, siapa tahu ada kak Syifa di sana, persis ketika dirinya mencari keberadaan kakaknya di Mall kemarin.
"Hei tenanglah, semua akan baik-baik saja," Aryo berhasil mendapatkan tangan Siti dan menariknya ke dalam pangkuannya.
"Hiks...hiks...
Siti menangis sejadi-jadinya di pelukan Aryo mulutnya sudah tak mampu berkata-kata lagi setelah berteriak memanggil nama kakaknya, aksinya cukup mengundang banyak perhatian orang banyak, karena saat ini posisinya sedang berada di kawasan camping.
Mereka pun seolah merasakan penderitaan Siti, Seorang dari mereka pun bertanya kenapa Siti bisa menangis histeris seperti itu.
"Apa yang terjadi kang, kenapa teteh nangis," tanya seorang perempuan berusia sekitar Tiga puluh tahun, sepertinya pemimpin dari kawanan pemuda yang ikut menyaksikan adegan ini.
"Saudara kami menghilang, kami sedang berusaha mencarinya," jawab Aryo, semoga saja mereka bisa membantu mencari Syifa.
"Klo begitu kami akan membantu mencarinya, tenang saja, semoga cepat ketemu dan bisa berkumpul kembali," ucapnya.
"Terima kasih, klo begitu kami permisi," Aryo membawa Siti pergi dan mencari tempat yang aman untuk Siti yang belum bisa mengendalikan emosinya.
"Ya sama sama,"
Di tempat lain...
"Haaah...haaah...
Di depan Syifa sekarang banyak sekali mobil yang sedang terparkir, Syifa bersandar di salah satu mobil untuk Istirahat sejenak sebelum dirinya melakukan perjalanan ke jalan raya untuk menghentikan bis menuju ke kota.
Baru saja dia mengatur nafasnya, tiba-tiba ada orang di belakang nya yang memperhatikan gerak geriknya,
"Sedang apa di sini," tanya orang itu, dia sudah duduk menemani Syifa yang masih terlihat kelelahan.
"A...akuu...
Syifa tak meneruskan kata-katanya karena sepertinya orang yang mencarinya sudah sampai ke titik di mana Syifa berada.
Seorang salah satu dari mereka pun menelpon seseorang dan memberikan laporan.
"Bos, kami kehilangan jejak nya, tapi sepertinya nona Syifa masih berada di sekitar Sini," ucapnya sambil melihat-lihat ke semua arah.
"Kalau begitu cari lagi sampai dapat," perintah pak Heru, mendengar ada titik cerah, mungkin saja Syifa memang berada di sana.
"Bagaimana, apa ada berita terbaru, apa mereka berhasil menemukan Syifa, anakku?! Pak Ilham sudah tidak sabar mendengar berita baik. semoga saja anak buah pak Heru bisa membawa pulang Syifa dengan selamat.
__ADS_1
Mendengar namanya di sebut oleh orang-orang itu, Syifa semakin menyembunyikan dirinya, jangan sampai mereka melihat Syifa dan membawa Syifa kembali. Syifa benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Pria di samping Syifa pun ikut memperhatikan orang-orang itu, meskipun dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya gadis di sampingnya membutuhkan bantuannya.
"Ayo naik, klo mau selamat," bisiknya pelan agar orang-orang yang sedang mencari Syifa tidak mendengar suaranya.
Syifa pun menuruti perintah pria itu, Di dalam pikiran nya yang terpenting bisa keluar dulu dari tempat itu, sebelum mereka menyadari keberadaan Syifa.
Syifa berdiri pelan pelan dan masuk mobil lewat pintu belakang, karena kalau di depan akan membuat mereka mengetahui dirinya.
Pria itu pun pura-pura tak mengetahui apa yang terjadi, dengan santainya dia masuk mobil dan melajukan kendaraannya,
Bunyi klakson tanda bahwa mobil akan meninggalkan tempat nya cukup membuat orang-orang itu memperlihatkan mobil yang akan melaju itu.
Mobil pun melaju dengan laju yang biasa saja agar mereka tidak mencurigainya.
"Syifa menundukkan kepalanya, takut bila mereka menyusuri mobil pria yang tadi berada di samping nya.
"Syukurlah...
Syifa merasa lega, karena mobil sudah berada di jalan raya, Syifa pun duduk dengan tenang, namun sepertinya ada yang terlupakan, tapi apaa ya...
"Sudah aman kan," ucap seorang pria yang kini sedang fokus mengendarai mobil nya.
"Maaf akuu sudah merepotkan kamu," ucap Syifa merasa tidak enak karena melibatkan orang lain dalam masalahnya.
"Tidak apa Syifa," ucap Pria itu sambil tersenyum dan melihat Syifa di balik kaca spion.
"Kamuu tahu namaku?! tanya Syifa heran, padahal Syifa belum sempat memperkenalkan dirinya.
"Tentu saja, kan kita pernah berkenalan ya," ucap pria itu dengan tetap tersenyum meski gadis di hadapannya tidak mengingat siapa dirinya.
"Sudah berkenalan?!
"Hmmm, dimana yaa?! Syifa coba mengingat kembali,
"Oh, iya kamuu Imam ya," Syifa akhirnya mengingat sosok yang ada di hadapannya.
"Benar, aku imam yang dulu pernah meminta berteman dengan seorang gadis," ucap Imam sambil mengingat kejadian itu.
"Terima kasih sudah menolong ku," ucap Syifa merasa beruntung kali ini, entah apa yang akan terjadi bila tak bertemu dengan Imam.
"Kenapa mereka mengejar mu," Tanya Imama, apa yang mereka inginkan sebenarnya,
__ADS_1
"A... akuuu...hmmm...
Happy reading 😍