Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.65


__ADS_3

Happy reading 😍


TIDAAAAAK...


Syifa terjatuh ke dalam jurang dengan begitu cepat. Imam gemetar ketika dirinya menyaksikan adegan bagaimana Syifa terjatuh ke dalam jurang sana. Imam mencoba berlari sekuat tenaga agar bisa mencapai bukit dan melihat sendiri kondisi Syifa di bawah jurang yang tidak diketahui berapa dalam dasar jurang itu.


SYIFAAAAAAA...


"Apa yang terjadi???


Air mata Ini yang sedari tadi mengalir dengan deras menyaksikan sang kekasih yang terjun bebas ke bawah jurang sana. tiba-tiba berhenti dengan sendirinya, karena di bawah sana tidak semenyeramkan seperti yang ada di imajinasi nya. bahkan kini dirinya merasa sangat lega, rasa takutnya hilang dalam sekejap mata. dan senyum nya mulai mengembang kembali.


Syifa memang terjatuh... tapi dirinya terjatuh di atas jaring jaring raksasa yang telah di pasang oleh anak buah Aryo. Saudara nya memang selalu bisa di andalkan. padahal dirinya sudah kesal karena Aryo yang tidak juga muncul di hadapan nya. Kini Imam bisa tersenyum kembali melihat Syifa dalam keadaan baik-baik saja.


Tak pikir panjang, Imam pun menyusul Syifa dengan melakukan cara yang sama. Dan apa yang terjadi...


BRUUUK...


Saat dirinya menyentuh jaring, Syifa terlempar begitu saja, seperti sedang bermain trampolin. untungnya Syifa terjatuh di atas Imam, membuat posisi keduanya semakin intens saja. Syifa menatap Imam dan tersenyum. Kini mereka berdua sama-sama terjerat dalam jaring yang sama.


"Maafin aku kak," ucap Syifa kemudian, dia tidak bermaksud untuk membuat seseorang susah karena dirinya.


"Kamu baik-baik saja kan???


Imam menghiraukan permintaan maaf Syifa, yang terpenting baginya adalah keadaan Syifa. apapun yang terjadi semua terjadi karena dirinya juga.


"Aku baik-baik saja kok kak," balas Syifa dengan tersenyum.


"Heeeeeeeey....


"Mau sampai kapan kalian bermesraan seperti itu??? protes Aryo yang malah mendapat tontonan gratis malam ini.


"Ayooo cepat turuuun," perintahnya kepada sepupunya dan Syifa yang malah betah di atas jaring, untungnya itu bukan jaring laba-laba, jadi aman terkendali.


"Sorry brooo, hehehe," Imam tersipu malu ketika Aryo menyaksikan secara langsung apa yang dia lakukan bersama Syifa.

__ADS_1


"Ya sudah, sebaiknya kita pulang sekarang, semua orang sudah menunggu kedatangan kita, termasuk paman kak," ajak Siti saat di lihatnya jam tangan yang dia pakai menunjukkan pukul 00.01. sudah hampir dini hari, belum lagi dinginnya malam yang tembus ke dalam tulang rusuk dan membuat nya terasa beku sedingin salju.


"Ehmmm, iya deeek, ayoo," Ucap Syifa saat sudah berhasil turun dan segera menarik lengan adiknya dan membawa adiknya menuju ke tempat dimana mobil berada.


"Yaaank, tungguin Napa," Aryo terbengong melihat Siti sang pujaan hati malah di bawa pergi begitu saja dan meninggalkan dirinya


"Kan masih ada gue yooo," ucap Imam dengan menepuk bahu Aryo dan terkekeh melihat nasib saudaranya.


"Isssh, gue gak demen jeruk, gue masih normal," gerutunya sambil menghempaskan tangan Imam yang malah bertengger di bahunya.


Aryo pun langsung menyusul para wanita yang sudah jauh di depan sana.


"Weeeeh... gue juga normal kali yooo," umpat Imam, Imam pun mengikuti langkah mereka dengan cepat sebelum dirinya kehilangan jejak Syifa kembali.


Kini mereka sudah berada di dalam satu mobil atas permintaan Siti. dan Aryo yang akan menjadi supir dadakan kali ini.


Siti dan Syifa sengaja duduk di belakang menyisakan kursi depan untuk di tempati oleh Imam. Imam dan Aryo bersebelahan, namun itu membuat Aryo sungguh tidak nyaman, kenapa malah seperti ini, kan kalau Siti di depan membuat nya mempunyai tenaga extra.


"Yaaaank... ada niat pindah kah??? Aryo mencoba membujuk Siti agar mau pindah ke kursi depan dan menemani nya sepanjang perjalanan.


Siti malah semakin menggoda Aryo dengan menimang permintaan Aryo barusan. Aryo semakin merajuk saja karena Siti pasti tidak akan memenuhi permintaan nya.


"Kasian deeek, udah Sanaaaa," Syifa tersenyum melihat tingkah laku keduanya, Syifa berharap keduanya bisa terus bersama.


"Iyaaa ok lah kaaak," Siti menuruti perintah kakaknya, akhirnya dia pindah ke depan, sebaliknya Imam menggantikan posisi Siti di kursi belakang bersama dengan Syifa.


"Nah gitu dong, kan jadi semangat nyetirnya," ucap Aryo dengan tersenyum yang terus mengembang.


"Ayooo jalaaaan," perintah sang tuan putri, dirinya sudah sangat lelah hari ini, saatnya istirahat meski hanya sejenak.


"Siap tuan putri," Aryo menyalakan mesin mobilnya, tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya sudah berada di jalanan yang ramai.


"Hoaaam," Syifa menutup mulutnya dengan tangannya, rasa kantuknya mulai menyerang dan matanya mulai terasa berat.


"Tidurlah, aku siap kok menjadi sandaran," batin Imam ketika melihat Syifa yang tampak kelelahan.

__ADS_1


Tak berapa lama Syifa pun menjatuhkan dirinya di bahu Imam, matanya sudah full terpejam, membuktikan bahwa Syifa benar-benar sudah tertidur.


Begitu pun dengan Siti yang melakukan hal yang sama dengan kakak nya.


Aryo dan Imam berusaha terjaga agar bisa menjaga pasangan masing-masing, Aryo melirik ke belakang, dia tersenyum akhirnya saudara nya tidak galau lagi. semoga saja mereka berdua memang jodoh.


Setelah satu jam perjalanan, mereka pun sampai di Villa yang sudah di sambut oleh keluarga besar yang menanti kedatangan mereka. Siti dan Syifa belum terbangun juga, sepertinya mereka benar-benar lelah hari ini.


Aryo pun memberi kode agar tidak membangunkan mereka. Imam dan Aryo menggendong pasangan masing-masing dan berniat untuk menidurkan nya di kamar.


"Apa yang sudah....


"Stttttt...," Kedua pria itu memberikan isyarat agar tidak ada seorang pun yang berbicara saat ini. kedua nya mengantarkan pasangan masing-masing ke dalam kamar yang sama.


Bu Nilam dan yang lainnya masih terdiam dan hanya mengikuti langkah kedua nya. kini Siti dan Syifa sudah pindah ke atas ranjang, Imam dan Aryo tidak lupa menyelimuti keduanya sebelum pergi ke luar dan memberikan informasi kepada Keluarga besar tentang apa yang terjadi hari ini.


"Pasti mereka sangat lelah ya, apalagi Syifa," ujar Bu Nilam dengan lirih, dua tidak ingin anaknya menderita.


"Iya Buu, sebaiknya biarkan mereka istirahat sampai besok pagi," ucap pak Harun yang ikut berbicara, bagaimana pun keduanya sudah menjadi anak perempuan nya.


"Ya pak Harun, semoga saja tidak ada lagi masalah yang membuatnya drop," ujar Pak Ilham yang ikut menyaksikan saat Syifa tertidur dan di bawa oleh Imam.


"Sebaiknya kita juga istirahat, apalagi Bu Nilam, kasian kalau nanti bangun kesiangan dan tidak membuat makanan untuk sarapan," celoteh pak Harun disertai tawa terkekeh.


"Benar sekali, bagaimana nanti nasib kami kalau tidak sarapan," balas pak Ilham dengan tersenyum.


"Baiklah saya akan istirahat ya, selamat malam pak Ilham, pak Harun," ibu Nilam pun berpamitan untuk segera istirahat juga.


"Selamat malam Bu," jawab keduanya dengan serempak.


"Heeeey... tunggu dulu, kalian tetap di sini bersama kami," ucap pak Harun kepada Imam dan Aryo yang baru saja akan ke kamar mereka.


"Why dad...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2