
Happy reading 😍
Siti dan Syifa saling pandang, mulut mereka pun tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, karena di hadapannya dua pria sedang mereka dengan tajam. hingga kedua nya pun tidak berani menatap balik.
"Sudah puas bermain nya Nona," ucap Aryo dengan menggeleng kan kepalanya, dia begitu kesal karena Siti selalu bertindak tanpa memikirkan bahaya yang akan terjadi.
"Aku..... tidak ingin menyusahkan kalian," jawab Siti dengan pelan, memang tindakan nya itu membuat semua orang kini berdatangan ke rumah nya termasuk Pak Ilham dan pak Heru,
"Menyusahkan, tapi lihat akibat nya, bila kami tidak datang tepat waktu, bagaimana," tanya Aryo lagi kini dengan sedikit keras agar wanita nya tidak lagi mencari masalah tanpa melibatkan dirinya.
"Iya maaf...," Siti tahu tindakan nya telah salah namun ancaman itu sungguh membuat dirinya harus memilih.
"Dan kamu sayang, ada yang mau di jelaskan tidak?!, Kini Alex yang memberikan pertanyaan kepada Syifa sang istri yang juga melakukan hal yang sama. hampir saja dia kehilangan sang istri bila tembakan itu melesat dan mengenai tubuh Syifa.
"Maaf sayang, aku tak punya pilihan saat itu, karena ancaman itu sungguh membuat ku takut," jawab Syifa dengan memegang tangan Alex.
"Sepertinya memang ada ancaman yang membuat mereka bertindak sembrono," ucap pak Heru yang sejak tadi menyimak pembicaraan anak-anak nya.
"Iya pah, tapi bagaimana Dewi masih hidup, bukankah saat itu dia telah tewas," tanya pak Ilham yang merasa heran dengan semua yang terjadi saat mengetahui siapa dalang dari semua ini.
"Ka...kamiiiii minta maaf boooos," Salah satu anak buah Alex bersimpuh di kaki Alex dengan gemetar, ada sesuatu yang sebenarnya ingin dia ceritakan dan ada hubungan nya dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Apa maksud kalian meminta maaf, katakan apa yang kalian ketahui," tanya Alex ketika dirinya mulai curiga dengan para anak buahnya yang dulu dia perintahkan mengurus jasad Dewi.
FLASHBACK ON
"Loe urus nih mayat, gue mau kesana bentar," perintah salah satu anak buah Alex kepada anak buah yang lainnya.
"Ok siap," ucapnya sambil menyalakan korek api dan mulai menyalakan rokoknya, udara di puncak yang sangat dingin membuat nya butuh menghangatkan tubuh nya.
__ADS_1
"Duuuh, mau buang air kecil lagi," batin anak buah Alex yang tengah menjaga mobil yang di dalamnya terdapat mayat Dewi.
Tanpa pikir panjang, karena sudah tidak tahan akhirnya anak buah Alex yang tadi mendapatkan tugas menjaga mayat Dewi pun pergi mencari toilet terdekat.
Tanpa ada yang mengawasi mobil, seseorang datang dengan mengendap-endap lalu membuka pintu mobil dan langsung membawa jasad Dewi dan memindahkan nya ke dalam mobil yang di bawanya.
Dengan tertatih akhirnya seseorang itu berhasil membawa jasad Dewi lalu membawa nya ke luar kota dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. sebelum ada yang mengetahui jejaknya.
"Wiiiii.... anakku, ayo bangun nak," ucapnya dengan menangis,
Diperhatikan nya tubuh itu, masih ada pergerakan meski tidak jelas terlihat, menandakan ada harapan untuk nya dapat membangkitkan kembali anaknya itu.
"Untungnya kamu masih bernafas, tenang saja sesudah kamu pulih, mama akan mendukung mu untuk melakukan balas dendam yang setimpal," ucapnya dengan tersenyum licik.
FLASHBACK OFF
Semua orang mendengarkan penjelasan dengan hikmad, ternyata orang yang dianggap sudah mati itu, masih hidup dan masih saja memberikan ancaman untuk keluarga mereka, terutama untuk Syifa. Dendam lama memicu bahaya tersendiri, namun kini semua bisa bernafas dengan lega, akhirnya ancaman itu benar-benar sudah di musnahkan, Aryo sendiri yang memeriksa keadaan Dewi saat itu, sedangkan untuk mommy Melanie, akan terpenjara di bawah tanah seumur hidupnya.
"Sini sayang, biar aku obati dulu," Alex mengambil kotak obat dan mulai mengobati memar yang ada di tangan dan kaki Syifa.
Aryo yang ikut menyaksikan berniat melakukan hal yang sama, tapiiii...
"Biar ibu ya yang mengobati si neng," ucap Bu Nilam dengan mengambil kotak obat dari tangan Aryo.
"Ehmmm, tapi buuuu," Aryo sedikit kecewa melihat ibu calon mertuanya menggagalkan rencana nya untuk bermesraan sedikit dengan Siti. sedangkan Siti hanya tersenyum saja melihat raut wajahnya yang muram.
"Kalau begitu, kami pamit dulu ya," Pak Heru dan Pak Ilham pun berpamitan agar semua orang bisa melanjutkan tidurnya, tidak lupa pak Heru membawa Aryo untuk ikut bersama nya.
"Iya, terima kasih ya nak Aryo," ucap Bu Nilam dengan ramah.
__ADS_1
"Iya Bu," Aryo mau tidak mau harus berpisah lagi dengan calon istri nya,
Keesokan paginya Siti dan juga Syifa sengaja jalan-jalan hanya berdua saja tanpa ada pria di samping mereka tapi bedanya mereka tetap mendapatkan pengawasan ketat dari anak buah gabungan antara Alex dan Aryo.
"Hei dek...
Siti menengok ke arah seseorang yang sedang memanggil dirinya, sungguh di luar dugaan, Siti tidak menyangka bisa berjumpa dengan orang ini,
"Kak Imam Hay...," Siti melambaikan tangannya, dia sangat gembira melihat kedatangan yang tidak pernah dia sangka sebelumnya.
"Eheeeem...," Siti melihat seorang wanita berada di samping Imam yang tengah menggandeng nya dengan sedikit mesra. menandakan bahwa mereka memiliki hubungan khusus. sedangkan Syifa tidak terlalu banyak bicara melihat kedatangan Imam dan seorang wanita yang pasti memiliki hubungan yang sekedar dari teman biasa.
"Oh, iya sampe lupa, ini kenalin calon kakak insyaallah," ucap Imam dengan sedikit tersenyum lalu memeluk wanita yang kini tersenyum kepada nya.
"Hay, gue Gesya," ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya kepada Siti,
"Salam kenal kak, aku Siti," Siti juga memperkenalkan dirinya dengan menyambut tangannya dengan hangat.
"Hai Syifa," Imam tersenyum kepada mantan kekasihnya yang kini hanya terdiam saja melihat dirinya.
"Hmmm, ha...hai...," Syifa mencoba bersikap setenang mungkin agar dirinya tidak lagi mengingat masa lalu.
"Sorry, aku tidak datang saat pernikahan mu, but selamat ya," Imam juga kini mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat kepada Syifa.
"Hai.... sejak kapan kamu kembali ke Indonesia," Alex tiba-tiba datang dan langsung menyambut tangan Imam dengan cepat sebelum bersentuhan dengan kulit istrinya. untungnya anak buahnya langsung melaporkan dengan cepat tentang apa saja yang dilakukan oleh istrinya kini. Alex memerintahkan beberapa anak buah nya untuk mengawasi gerak-gerik Syifa meski dalam jarak jauh.
"Baru saja Lex...," ucap Imam dengan tersenyum kepada Alex yang sepertinya tidak suka dengan kedatangan nya. jelas sekali raut wajah Alex yang memperlihatkan dirinya cemburu kepada Imam.
"Well, dimana sepupu gue," tanya Imam mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
Imam melihat sepupunya yang kini ikut bersikap aneh, tidak pecicilan seperti biasanya, dan sepertinya Aryo menatap Gesya dengan sangat lekat.
Happy reading 😍