Inilah Aku

Inilah Aku
BAB. 82


__ADS_3

Happy reading 😍


"Gini aja, aku yangencari orang itu, kakak jangan kemana-mana ya," Siti pergi dan berusaha untuk mencari orang yang meminta tolong tadi dan meninggalkan Syifa sendirian di atas bukit sana.


"Baguuuuuus ini kesempatan ku...


Nampak seseorang yang bersembunyi di balik pohon dan mengintai Syifa. saat melihat ada kesempatan, dia pun keluar dari persembunyiannya dan mendekati Syifa yang sedang melihat pemandangan sekitar bukit tanpa menyadari bahwa kini dia tidak lagi sendirian.


"Halooo anak manis, apa kabar?! tanyanya kepada Syifa dengan tersenyum kecil.


Syifa terperanjat tidak percaya dengan apa yang dia dengar,suara yang sangat dia benci sekarang, apalagi maunya sekarang, dia sudah mengambil semuanya darinya, dan yang paling berharga, Harga diri nya sudah dia injak-injak, namun dia tetap bertahan dengan perlakuan yang sudah dia terima.


"Apa mau mu...


Syifa yakin orang yang ada di hadapannya memiliki niat jahat kepada dirinya, dia harus berhati-hati dan sedikit menjauh dari nya.


"Nyawamu... gue akan menjadi malaikat maut untuk mu," ucap Dewi. Pisau lipat yang berada di sakunya sudah berada di tangannya.


Dewi terus berjalan perlahan mendekati Syifa yang semakin terkejut saat mengetahui niat Dewi yang sesungguhnya, ternyata Dewi benar-benar sudah gila, dia tidak pernah puas menyakiti dirinya. Dewi terus berjalan sedangkan Syifa mundur sedikit demi sedikit agar tetap bisa menjaga jarak dengan nya.


"Kau tahu Wiii, ku pikir loe akan bisa menjadi saudara gue, dan gue akhirnya bisa merasakan bagaimana rasanya di sayang oleh mommy," ucap Syifa dengan tiba-tiba.


"Gue tuh sayang ma loe, juga mommy," terang Syifa kepada nya.


"Bulshit...


"Gue nggak peduli apapun, loe akan mati kali ini,"Dewi benar-benar sudah di butakan oleh ambisi dan balas dendam yang begitu besar kepada Syifa.


"Please Wi jangan bunuh gue," pinta Syifa yang kini masih saja berjalan mundur, rasa takut mulai menghantuinya, bagaimana cara nya dia bisa melarikan diri dari Dewi dan menyelamatkan nyawanya yang hanya satu-satunya.


DI SISI LAIN...


Siti terus mencari arah suara orang yang meminta tolong. Siti khawatir orang itu sedang dalam keadaan berbahaya tanpa dia sadari dia telah meninggalkan kakaknya Syifa seorang diri.


"Astaga, kenapa malah ninggalin kak Syifa?!" rutuknya, Siti pun bergegas kembali ke tempat di mana dia meninggalkan Syifa. namun sepertinya diapun kini tidak tahu harus berjalan ke arah mana, semuanya nampak sama,


"Hutan ini membuatku pusing, sulit sekali mencari jalan keluar dari sini" keluhnya, ketika dirinya bertemu di tempat yang sama saat dia berhenti tadi.


"Tidak boleh menyerah, harus coba lagi arah lainnya," ucapnya dengan melanjutkan perjalanan nya mencari jalan yang benar.

__ADS_1


"Hah...hah...hah...


Siti merasa kehabisan tenaga, sudah hampir berjalan cukup lama, namun tetap saja dirinya kembali ke tempat yang sama. tidak seharusnya dia meninggalkan kakaknya. mereka seharusnya tetap bersama apapun yang terjadi.


"Telpon... ya telpon," Siti baru tersadar untuk menelpon seseorang dan berharap bisa menolong dirinya keluar dari hutan.


"Telpon kak Imam," ujar Siti, mungkin saja Imam bisa menolong dirinya dan juga mencari Syifa.


Siti meronggoh kantong celana jeans nya, di ambilnya Handphone yang baru saja di belikan oleh Aryo. Setelah di nyalakan, Siti pun dengan segera menelpon Imam.


"Ya ampun... tidak ada sinyal lagi," Siti baru ngeh bila dirinya sedang berada di atas bukit, dan menganggu sinyal Handphone nya.


"Bagaimana ini, hari akan semakin gelap, dan kak Syifa sendirian," Siti kini mulai panik, dia begitu mengkhawatirkan keadaan kakaknya.


"Semangat gak boleh menyerah," ucap Siti, dia tidak boleh menyerah dan harus yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Aku harus berusaha keluar dan menemukan kak Syifa sebelum gelap," Siti bergegas dengan sedikit berlari, semoga saja bisa bertemu dengan Syifa secepatnya.


Siti merasa bersalah karena sudah membawa kakaknya ke atas bukit ini dan menjadi masalah baru bagi keduanya sekarang. seandainya dia tidak nekat, dan mengajak kakaknya bersama nya, pasti dirinya saat ini sedang mandi dengan air hangat, lalu rebahan sambil nonton Drakor kesayangan nya.


"KAK SYIFAAAAAA...


Siti masih saja terus berjalan dengan berteriak memanggil nama kakaknya. siapa tahu Syifa dapat mendengar dirinya berteriak.


Siti berteriak sekali lagi, namun tidak ada jawaban sama sekali. air matanya mengalir begitu saja, dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, dia pun duduk, kakinya sudah tidak kuar lagi berjalan ke sana kemari.


"Sudah menyerah tuan putri...


Siti terpaku, ada seseorang yang menyapanya dan memanggil dirinya dengan sebutan tuan putri, hanya ada satu orang yang menganggap dirinya adalah putri.


"Aryooooo.....


Siti memeluk Aryo dengan gemetar, akhirnya dia selamat, kini dirinya sudah tidak merasa takut lagi setelah berjumpa dengan Aryo.


"Makanya jangan nakal tuan putri," ucap Aryo dengan memijit hidung kekasihnya.


"Maaf, aku yang salah Yooo, hiks," Siti kini menyadari kesalahannya dan mulai menangis.


"Sudah... maaf sudah buat tuan putri menangis," ucap Aryo.

__ADS_1


"Ayo kita pulang," Aryo tanpa memberikan aba-aba langsung membopong tubuh Siti.


"Tapi kak Syifa, tolong cari kak Syifa dulu," ucap Siti.


"Tenang saja, kakak mu itu sudah ada yang menolong, dua pangeran lagi," ucap Aryo dengan tersenyum.


"Ma... maksudnya dua pangeran...


Siti masih belum konek dengan apa yang baru saja dia dengar. dua pangeran yang mencintai Syifa, Imam dan Alex... berarti Alex ada di sini, apa dia masih berharap kepada Syifa.


"Sttttt... pikirkan dirimu sendiri, kakimu pasti cedera," ucap Aryo saat melihat kaki kekasih nya yang terdapat banyak goresan dari apa yang Siti pijak tadi.


KEMBALI KE...


Syifa kini tidak bisa mundur lagi, karena tanah yang di pijak sudah sampai ke ujungnya. Syifa melihat nya, sungguh sangat terjal di bawah sana.


SYIFA ADA PESAN TERAKHIR UNTUK CALON AYAH TERCINTA....


Dewi tersenyum senang, kini dia tidak ingin lagi gagal tinggal sedikit lagi rencana nya berhasil.


MATILAH KAU...


Dewi mendorong Syifa hingga terjatuh namun sialnya tanah yang dia pijak longsor menyebabkan dirinya pun ikut terjatuh.


Namun ada tangan yang dengan cepat menarik tangan Syifa, membuat nya tidak terjatuh ke dalam jurang di bawah sana.


Dewi masih berpegang pada dahan ranting yang kini menahan berat tubuhnya, dan tidak akan bisa bertahan lama.


"To...tolong gue Lex...," pintanya saat mengetahui orang yang sudah menarik Syifa adalah Alex, temannya dulu.


"Syifa mundurlah, aku ada urusan sedikit dengan dia," perintah Alex dengan tersenyum dan melepaskan pelukannya.


"Ta...tapi...


"Jangan pernah takut lagi, ada akuu...," ucap Alex.


Syifa menuruti perintah Alex dan mundur ke tempat yang lebih aman sambil terus memperhatikan Alex. entah apa yang akan di lakukan Alex.


"To...tolong gueeee," Dewi sudah tidak kuat lagi berpegangan. hanya Alex lah yang bisa menolong nya,

__ADS_1


"Aku akan menolong mu," Alex mengulurkan tangannya,


Happy reading 😍


__ADS_2