Inilah Aku

Inilah Aku
Aku Sayang Dia...


__ADS_3

Happy reading 😍


Tap...tap... tap...


Terdengar suara langkah kaki mendekati Alex, Alex tersenyum, pasti Syifa kembali padanya. Namun begitu sangat kecewa nya ketika mengetahui bukan Syifa wanita yang kini berada di hadapannya.


"KAAAAAU....


Dilihatnya Dewi dengan memakai dress hitam yang di tutupi jaket berwarna biru muda, sedang berada di hadapannya.


"Sudah kubilang, Syifa itu tidak akan pernah kembali sama loe," ucap Dewi yang tiba-tiba muncul di depan Alex, karena tak sengaja dirinya ikut menyaksikan kejadian itu.


"Pergiii...," Alex malas mendengar ocehan Dewi, Dewi hanya membuat dirinya semakin kesal saja.


"Ckckck, ok... gue cabut," Dewi pergi meninggalkan dirinya yang sedang memikirkan Syifa.


"Tidaaak...


"Syifa milikku, selamanya milikku," Batin Alex seakan-akan Syifa adalah miliknya yang tidak bisa dia lepaskan begitu saja.


"Gue harus bisa mengambil hati Syifa kembali, bukan Alex namanya bila menyerah secepat ini. Dia harus menyusun rencana yang matang agar bisa mendapatkan Syifa kembali.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


"Berhenti kak," ucap Syifa kepada Imam untuk menghentikan laju mobilnya.


"Tidak, ini sudah malam, aku akan mengantarmu sampai ke rumah Saudara ku,


lagian kita searah kan," Imam tidak memenuhi permintaan Syifa, nggak mungkin dia tega menurunkan Syifa di tengah jalan.


"Kubilang berhenti kak, atau aku lompat," teriak Syifa, entah apa yang sedang Syifa pikirkan saat ini, pertemuan nya dengan Alex membuat luka kembali terbuka,


Syifa tidak ingin melibatkan kak Imam lagi , Syifa hanya butuh waktu sendiri saat ini.


"Baiklah," dengan terpaksa Imam menuruti keinginan Syifa,


Imam pun mencari tempat untuk parkir dan menghentikan mobilnya, Syifa langsung membuka pintu mobil dan keluar tanpa sepatah katapun. Bayangkan Alex seakan terus menghantuinya. Setiap kebersamaan dengan Alex seakan terulang dan terus berputar seperti Dejavu, sampai detik di mana dirinya dan Alex melakukan hal terlarang itu.

__ADS_1


Syifa terus berjalan dan terus berjalan, tak peduli orang orang yang melihat dirinya dan memperhatikan nya, tak peduli udara malam yang menusuk sampai ke tulang rusuk. Syifa tak peduli apapun saat ini, buat apa peduli sama orang lain, apa ada yang peduli kepada nya, bahkan orang yang dia sayangi juga tak peduli dengan perasaan nya.


Orang yang sudah berjanji akan selalu ada di sampingnya, orang yang berjanji akan bertanggung jawab atas perbuatannya, adalah orang yang sama yang telah membohongi nya, yang telah melukai hati nya. orang yang Syifa sayangi dan sekarang harus di bencinya.


"Issh, apa yang akan dia lakukan, bunuh diri??? apa dia sudah gila?!," Imam mengikuti Syifa tanpa sepengetahuan Syifa, apapuy yang terjadi, Syifa adalah tanggung jawab nya saat ini, di lihatnya Syifa yang terus berjalan ke bibir pantai, Syifa terus berjalan sampai air


laut sampai ke telapak kakinya membasahi sepatu kets yang dia pakai.


Dinginnya air laut dan hembusan angin yang kencang, menyadarkan dirinya dan membawa dirinya ke dunia nyata, dunia yang dengan teka teki kehidupan.


Saat dirinya baru menyadari berada di pantai bahkan air laut sudah menutupi kedua lututnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik nya dan membuat dirinya hilang keseimbangan sehingga keduanya terjatuh di atas pasir putih.


"Kak Imam...


Syifa tidak menyangka orang yang menariknya adalah orang yang sudah dia acuhkan tadi. lagi-lagi Imam yang menyelamatkan nyawanya, entah bagaimana caranya dia membalas semua kebaikan Imam.


"Mau sampai kapan kita seperti ini," ucap Imam, sepertinya Syifa tidak beranjak memegang dadanya yang sudah berdegup kencang membuat dirinya semakin nervous saat menatap mata Syifa yang bulat.


"Ehmmm...


"Aaah, maaf kak, a... akuu gak sengaja," ucap Syifa dengan wajah bersemu merah merona, yang merasa malu atas tingkah nya sendiri.


"Hmmm, apa yang ingin kamu lakukan, jangan sampai kamu melukai dirimu sendiri," Ucap Imam saat dirinya sudah terbebas dari beban yang cukup membuat hasratnya bangkit dalam sekejap.


"A...aku minta maaf kak," Syifa tidak tahu kalau Imam masih saja mengikuti langkah nya.


"Sudah minta maaf nya, memangnya kamu punya stok banyak ya, minta maaf terus dari tadi," Imam tak habis pikir gadis sepolos Syifa bisa berurusan dengan Alex, yang berbahaya bagi dirinya, Imam sedang menyelidiki kasus penggelapan senjata api ilegal, dan yang lebih mengangetkan, Alex sepertinya punya andil besar dan itu artinya dia akan berhadapan dengan Alex sekali lagi.


"Maaf," Syifa bingung mau bilang apa, dirinya tidak sengaja mengatakan nya,


'Syifa...Syifa...," Imam tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Syifa yang terlihat lucu di matanya.


"Sebaiknya kita pulang sekarang ya," Ajak Imam, apalagi baju keduanya sedikit basah terkena air laut, di tambah dinginnya udara pada malam hari membuat Imam harus segera membujuk Syifa untuk pulang.


"Iya kak," Syifa menyetujui permintaan Imam, karena dirinya pun sudah merasa kedinginan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Di rumah kediaman keluarga besar pak Harun tampak kedua sejoli sedang menikmati cemilan malam dengan secangkir teh panas, tampak seorang perempuan yang terus bolak balik sambil menatap jalanan yang kosong.


Seperti menunggu kedatangan seseorang yang penting baginya.


"Duduk aja napa, nanti juga mereka balik," ucap Aryo yang merasa risih melihat tingkah laku Siti yang tidak mau diam.


"Kira-kira mereka kemana ya, trus Ngapain aja ya???" Siti masih belum tenang sebelum melihat kepulangan kakaknya Syifa.


"Kenapa emang, biarin aja lah, mereka kan udah pada gede juga," ucap Aryo yang tidak mau pusing memikirkan urusan orang lain.


"Isssh, mana boleh kayak gitu Yooo, pokoknya aku kurang setuju kalau kakak tuh jadian ma sepupumu," protes Siti secara terang-terangan, Siti lebih setuju klo Syifa bersama Alex kembali,


"Weeh sepupu tuh lebih baik seribu kali dari si Alex tahu," ucap Aryo yang malah mendukung penuh atas hubungan Syifa dengan Imam.


"Iyakah??! paling dia tuh sama gilanya kayak kamu wkwkwk," Ucap Siti, tak terbayang kan bila Imam juga segila Aryo dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hatinya Syifa.


"Coba ulang, ngomong apa tadi nona," Aryo mulai mendekati Siti yang masih berdiri dan menunggu kedatangan Syifa.


Melihat Aryo yang bergerak ke arahnya, otomatis Siti mundur perlahan untuk menghindari hal yang tidak menyenangkan.


"Ar...Aryoo jangan mendekat ataauuu...


"Ataaaauuu...


Sebelum Siti melanjutkan kata-katanya, Aryo sudah berhasil menangkap tangannya, membuat Siti harus memeluk Aryo...


"Lepaskan Aryooooo," Siti mencoba memberontak namun tentu saja tidak mudah baginya melepaskan diri.


"Tidak mauuu...


"Iiish, kamu sudah gila ya..," Siti menggunakan hal yang membuat Aryo kini mendekapnya.


"Iya, aku sudah gila, Gila karena cintaku," Bisik Aryooo.


"Eheeeem...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2