Inilah Aku

Inilah Aku
HUKUMAN.


__ADS_3

Happy reading 😍


"Sepertinya kak Alex tidak bisa datang menjenguk mu deek," ucap Syifa sambil duduk di tepian ranjang Siti.


"Maksud kakak ???


Siti tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Syifa kakaknya.


"Hmmm, nanti kakak cerita, sekarang kamu Istirahat dulu ya deeek," Syifa saat ini belum bisa terbuka tentang masalah nya apalagi kepada adiknya Siti.


"Iyaaa kaaaa," Siti pun membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur, efek obat yang di minumnya membuat matanya mudah terpejam.


*******************


Sementara itu di suatu tempat...


Alex tiba di kediamannya, keadaan nya tidak baik saat ini ketika dia harus menjauhi Syifa, wanita yang sangat dia sayangi. dunianya terasa hancur, bagaimana caranya dia bisa bertemu Syifa dan mendapatkannya kembali.


AAAAAAARGH...


Alex benar-benar marah saat ini, namun percuma saja, semua sudah tidak bisa dia kendalikan, hanya ada satu cara agar dia masih bisa di maafkan setidaknya di izinkan berjumpa dengan Syifa.


"Dewiiii...


"Ya, Gua harus membuat Dewi dan ibunya mengakui perbuatan mereka kepada Syifa, lihat saja kalian, kali ini aku akan bertindak sebagai seorang Alex yang kejam," Alex mempunyai rencana untuk bisa mendapatkan Syifa kembali.


Alex mulai menyusun rencana untuk memberi pelajaran kepada Dewi dan mommy Melanie. mereka akan merasakan penderitaan lebih dari apa yang sudah mereka lakukan kepada Syifa,


"Bos,kami sudah berhasil menangkap mereka," ucap anak buah Alex yang baru saja di tugaskan untuk menangkap Dewi dan mommy Melanie di manapun mereka berada, hanya dalam waktu tiga puluh menit saja, anak buah Alex sudah dapat menangkap keduanya dan membawa nya ke suatu tempat yang di perintahkan oleh Alex.


"Baguuus, tunggu aku," Alex segera menutup telponnya, dia pun bangkit dari sofa dan mengambil kunci mobil nya yang tersimpan di meja, dan bersiap-siap menuju tempat di mana anak buahnya berada saat ini.


"Hukuman kalian akan terasa sangat menyakitkan dan setimpal sesuai dengan kejahatan kalian terhadap Syifaku, lihat saja nanti," Alex tersenyum tipis,kali ini dia akan melakukan nya sendiri dengan tangannya.


********************


BYUUUUUUR

__ADS_1


"Banguun, dasar pemalas," Anak buah Alex tiba-tiba mengguyurkan seember air dingin untuk membangun kan tahanan mereka yang masih terbius oleh ulah mereka.


"Emmmm...Ehmmmmmm...


Hanya itu yang keluar dari mulut Dewi dan mommy Melanie saat tersadar dari tidurnya, Anak buah Alex pun sudah mengikat Dewi dan ibunya, tak lupa mereka menutup mulut mereka dengan kain, agar mereka tak bisa berteriak.


Dewi tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka melakukan ini kepada dirinya dan ibunya, sekarang tubuhnya benar-benar basah kuyup karena di siram oleh anak buah Alex barusan.


"Buka simpelnya,"Perintah pemimpin dari salah satu anak buahnya,


"Baik bos," mereka pun menuruti perintah dengan segera, dengan cekatan sumpel yang memenuhi mulut Dewi dan ibunya terbuka.


"Kurang ajar kalian, apa yang kalian lakukan kepada kami haaaah," Dewi langsung berteriak kepada mereka dan meluapkan amarahnya yang sejak tadi tertahan.


Hahahaha...


"Diaaaaam," perintah pemimpin salah satu anak buah Alex sambil menekan rahang Dewi dengan keras, membuat Dewi kesakitan dan tidak bisa bicara lagi, kini tubuhnya mulai gemetar karena takut dan rasa dingin dari baju yang masih basah.


"Lepaaaaskan kamiiiii," kini mommy Melanie ikut berbicara dan berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya.


"Kalian pikir, kalian bisa lepas, nikmati saja hari kalian yang hanya tersisa beberapa menit saja," ucap pemimpin dengan tersenyum devil. dia sudah mengikuti bosnya sejak lama dan tahu banyak tentang kekejaman bosnya yang tidak memandang bulu, siapapun yang berurusan dengan nya, maka tak mudah untuk selamat apalagi melarikan diri.


"Ini akibat nya bila berurusan dengan bos kami, nyawa adalah taruhan nya,ckckck," anak buah Alex pun. semakin membuat Dewi dan ibunya ketakutan saja, dan siapa bos mereka yang membuat Dewi dan ibunya seperti ini.


"Kalian salah orang, kami bahkan tidak mengenal bos kalian," ucap Dewi dengan sedikit berteriak, semoga saja mereka memang telah salah menangkap orang dan bisa membebaskan dirinya dan ibunya.


Hahahaha...


"Apa kalian bilang???


"Tidak kenal bos kamiiiii,???


"Dasaaaar bodoh," pemimpin dari anak buahnya Alex kini menekan rahang mommy Melanie sehingga membuat nya harus mendongkak dan bertatapan langsung dengannyaa, rasa sakit sudah tidak terasa teralihkan oleh rasa takut melihat wajah sangar yang ada di hadapannya.


"Kalian sangat mengenalnya, siapa suruh berurusan dengan bos kami, tanggung akibat perbuatan kalian," Pemimpin dari anak buah Alex melepas cengkeraman nya saat sebuah mobil sudah tiba tepat di hadapan mereka.


Tiiin....tiiiin...

__ADS_1


Semua anak buahnya Alex pun berkumpul untuk menyambut bos besar yang baru saja tiba dan akan membuka acara hari ini. acara yang sangat spektakuler dan akan diingat oleh Dewi dan mommy Melanie seumur hidup mereka.


Alex turun dengan memakai kacamata hitam , tangannya menyalakan rokok yang sudah ada di dalam mulutnya,


"A...Alex???


Dewi tahu itu adalah Alex, tapi apa yang Alex lakukan di sini, bukankah dia seharusnya bersama Syifa saat ini???,


"Tidak penting kenapa Alex bisa ada di sini, yang terpenting adalah nyawaku, ya ... aku harus meminta bantuan Alex sekarang," batin Dewi.


"A... Alex...


"Tolong kamiiiii leex," Dewi berpikir Alex bisa menolong nya dari orang-orang yang sudah menculiknya dan berniat jahat kepadanya dan ibunya.


Hahaha...


Pemimpin dan anak buahnya Alex tertawa mendengar Dewi memohon kepada Alex yang tidak lain adalah dalang dari penculikan dirinya.


"Ini baru permulaan saja," ucap Alex dingin, rokok yang baru di hisapnya, lalu di hembuskan ke arah Dewi dan ibunya.


"Uhuuk...uhuuuk," Dewi sedikit terbatuk Karena terkena asap rokok yang begitu pekat rasanya.


"A...Alex, k...ka... kamuu," Dewi baru menyadari bahwa bos yang di maksud oleh mereka adalah Alex,


"Kenapa Wiiii.... loe pikir, gua akan diam saja saat loe terus menerus menyakiti Syifa," Alex mulai berbicara dengan Dewi dan mulai menjelaskan maksudnya.


"Tap...tapiiii kamu kan setuju Alex, ingat kamu juga terlibat," Dewi mulai menggunakan senjata nya bahwa Alex tetap saja terlibat dalam mencelakai Syifa selama ini.


"Ya, gua tahu itu, tapi sekarang gua tidak akan melakukan rencana kalian yang gila itu," Alex pun menyesali perbuatannya itu, kini Syifa dan ayahnya tidak bisa menerima nya kembali padahal Alex sudah berencana untuk bertunangan dengan Syifa dan menikah nantinya,


"Gua mencintai Syifa, dan gara-gara loe, gua harus kehilangan Syifa," Alex menunjukkan jari tangannya ke arah Dewiii...


HAHAHAHA...


Dewi malah tertawa mendengar perkataan Alex barusan...


"Orang breng*** seperti dirimu, mana bisa mencintai Syifa," Cibir Dewi dengan terus tertawa.

__ADS_1


"KAAAAU....


Happy reading 😍


__ADS_2