Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.74


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kaaak Aleeex...


Syifa berlari ke arah Alex yang sudah merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan nya.


Sementara itu...


Imam membiarkan Alex menemui Syifa kali ini, dia hanya melihat dari luar pintu apa yang dilakukan Alex di dalam sana. betapa marahnya dia, saat Alex memegang tangan Syifa namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena Syifa yang memilih Alex daripada dirinya.


"Mau kemana??? tanya Aryo saat melihat Imam yang akan pergi dari tempat nya berdiri.


"Gue ada urusan, loe tunggu saja di sini," ucapnya dengan tetap melangkah pergi tanpa menengok ke belakang.


Aryo menatap kepergian sepupu nya, entah apa yang harus dia lakukan kali ini, rencana pernikahan sudah berjalan, semuanya sudah di Persiapkan oleh orang tua Syifa sendiri yaitu Pak Ilham. tapi sepertinya semua akan sia-sia saja.


"Sebaiknya ku kabari ayang dan berdiskusi tentang masalah ini," batin Aryo, berbicara dengan orang lain lebih baik daripada hanya memecahkan misteri sendirian.


"Jangan dulu deh, kalau gue kasih kabar sekarang, otomatis Pak Ilham juga akan mengetahuinya, sedangkan di dalam masih ada Alex, dan ini pasti akan menjadi masalah baru lagi," Aryo berpikir bahwa ini bukan waktu yang tepat baginya memberikan informasi tentang Syifa kepada pihak keluarga.


Aryo melihat ke arah pintu UGD dan melihat Betapa sedihnya Alex saat melihat keadaan Syifa yang masih saja belum sadar. meski dia tahu Alex adalah orang yang tidak baik, tapi belum tentu bagi Syifa. penilaian seseorang tidaklah sama. karena sejahat jahatnya orang, masih ada cinta di dalam hatinya.


"Syifa ayolah buka matamu sayang," Alex berkata dengan penuh harap, satu hal yang dia inginkan saat ini adalah melihat kekasihnya terbangun dari tidurnya yang begitu lelap dan kembali ke pangkuan nya.


Sedangkan di alam bawah sadar nya, dirinya sedang menentukan pilihan, kedua pria kini ada di samping kiri dan kanannya, Syifa masih belum memutuskan, uluran tangan siapa yang akan dia raih.


"Kak maaf, aku sudah berusaha mencintaimu tapi hatiku sudah milik orang lain, malah semakin di paksa semakin besar rasa sayang aku sama dia" jelas Syifa kepada salah satu dari mereka. Syifa harus memilih sesuai dengan apa yang ada di hati nya.


Tanpa mendengarkan jawaban, Syifa tiba-tiba memegang tangan satu pria di sisi lainnya dengan tersenyum,

__ADS_1


"Ayo kak...," Syifa pun melangkah pergi dengan bergandengan tangan, melangkah dengan pasti menuju masa depan nya.


"Syifa....Syifaaaa....


Syifa membuka matanya perlahan, dia mendengar suara seseorang yang terus memanggil namanya, suara seseorang yang sangat dia rindukan.suara seseorang yang begitu ingin dia dengar.


"Kak Aleeex...," ucap Syifa lirih, tubuhnya masih belum stabil sehingga dirinya tidak bisa banyak bicara dan bergerak berlebihan.


"Syi....Syifaaaa," Alex terperanjat saat mendengar suara Syifa yang terdengar begitu indah di telinga nya. betapa senangnya bisa melihat Syifa yang kini sudah terbangun dari tidurnya yang panjang.


"A...akuuu...


"Stttts... jangan banyak bicara dulu, tubuhmu masih lemah sayang," Alex menutup mulut Syifa dengan jari jarinya, melihat Syifa sudah sadar saja sudah memberikan ketenangan di hatinya, kini giliran nya untuk menjaga Syifa sampai benar-benar pulih seperti sedia kala.


"Dok... kekasih ku sudah sadar," ucap Alex yang langsung berdiri dan memanggil dokter yang dari tadi mengawasi perkembangan Syifa.


"Biarkan saya periksa dulu ya," ucap Dokter sambil tersenyum melihat tingkah Alex yang seperti anak kecil yang baru saja bertemu dengan ibunya.


"Nona Syifa keadaan nya sudah stabil, hanya saja masih lemas karena belum ada asupan makanan semenjak pingsan tadi," jelas Dokter kepada Alex yang menunggu dengan harap-harap cemas.


"Saya akan menyuruh suster untuk membawa makanan untuk nona Syifa dan beberapa vitamin ya," ucap Dokter dengan tersenyum.


"Terima kasih dok," ucap Syifa dengan suara pelan, karena memang tubuhnya benar-benar tidak bertenaga saat ini.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter yang baru saja memeriksa Syifa melangkah keluar dari ruangan itu untuk memeriksa pasien yang lainnya.


"Terima kasih dok," Alex mengantarkan dokter sampai ke ujung pintu.


"Kak Alex, bagaimana bisa ada di sini," tanya Syifa heran,

__ADS_1


"Hatiku yang menuntunku ke sini Syifa," ucap Alex dengan menggenggam tangan Syifa. kembali,


"Tap... tapi bagaimana dengan...," Syifa tidak meneruskan kata-katanya karena Aryo yang tiba-tiba masuk ke ruangan.


"Hiish kalian malah bermesraan," umpat Aryo yang sedikit merasa iri karena dirinya hanya sendirian di sini.


"Aryooo, mana adee??? tanya Syifa dengan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex. Syifa tidak mau kalau Aryo salah paham dan akan mengatakan hal ini sama Imam.


"Gue belum kasih kabar dulu, karena itu akan mengancam keamanan Alex di sini," jelas Aryo dengan menatap ke arah Alex yang kini hanya bisa terdiam.


"Maaf kalau aku jadi penghalang buat kamu berjumpa dengan orang-orang yang kamu sayang," ucap Alex yang menatap mata Syifa. Dirinya menyadari akan hal itu, waktu bersama Syifa tidak banyak, karena ayah Syifa juga pasti akan mengusir nya bila mengetahui dirinya berada di sisi anaknya.


"Kak... jangan pergi please," Syifa malah menggenggam tangan Alex kembali, kini lebih erat dari sebelumnya, ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan, meski dia ingin berjumpa dengan keluarga nya tapi saat ini dia hanya ingin Alex berada di sisinya.


"Baiklah, gue beri waktu sedikit lagi, jangan sampai mereka datang ke rumah sakit tanpa sepengetahuan kita, karena pasti sepupu gue udah memberikan informasi tentang Syifa," terang Aryo, dia sebenarnya tidak tega untuk memisahkan keduanya karena Alex dan Syifa memiliki rindu yang sama, sama-sama tertahan karena kondisi yang membuat mereka harus saling menjauh dan menyiksa perasaan mereka.


"Iya Yoo, aku hanya ingin bicara sebentar saja sama kak Alex, bolehkan Yoo," pinta Syifa, sebagai tanda juga bahwa apa yang di bicarakan adalah hal penting bagi mereka berdua.


"Ok, gue tunggu di luar," Aryo pun memahami keinginan Syifa dan langsung melangkah keluar dari ruangan itu.


"Kaak.. aku minta maaf ya," ucap Syifa dengan lirih. dia merasa sudah tidak adil terhadap Alex yang mencintainya.


"Aku yang minta maaf sayang, gara-gara aku kau harus menderita seperti ini," ucap Alex dengan tatapan teduh, seandainya dia datang tepat waktu, pasti kejadian nya tidak akan seperti ini.


"Tolong jujur sayang, siapa yang melakukan ini kepada mu," tanya Alex dengan hati-hati agar Syifa mau terbuka dan mengatakan kebenaran nya, karena kalau benar Dewi yang menyakiti Syifa, maka tiada ampun lagi baginya, Alex sudah mempersiapkan tempat di neraka bagi Dewi dan mommy Melanie.


"Aku tidak apa-apa kak, aku baik-baik saja kok," ucap Syifa dengan sedikit tersenyum, Syifa masih tidak bisa menceritakan semuanya karena Dewi sudah mempunyai rekaman dirinya yang setengah bugil*l. Syifa tidak ingin sampai video itu tersebar luas.


"Baiklah kalau begitu," Alex tersenyum kecut, sepertinya Syifa tidak ingin mengatakan hal sebenarnya.

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2