
Happy reading 😍
Disaat Syifa menderita akibat kelakuan Dewi,
Dewi malah bersorak-sorai merayakan keberhasilan rencananya, tak lupa dia menelpon mommy Melanie dan memberikan laporan bahwa rencananya telah berhasil.
"Mommy... Dewi punya kabar gembira niih," ucap Dewi saat nelponnya sudah di angkat mommy Melanie.
"Kabar gembira???
"Ada apa sih sayaang," Jawab Mommy yang penasaran dengan kabar yang akan disampaikan oleh anaknya.
"Mommy tau gak, Dewiii sudah berhasil melakukan rencana B, sesuai dengan kata mommy," ucap Dewi dengan bangganya.
"Kamu benar-benar yakin berhasil, jangan sampai rencana kita gagal lagi," ucap Mommy menegaskan,
"Mommy... Dewi yakin Alex sekarang pasti sudah melakukan tugasnya dan berhasil mengambil kesucian Syifa...
"Dan Syifa pasti akan hancur sehancur-hancurnya... ha...ha...ha...," Dewi begitu senang melihat Syifa menderita dan sebentar lagi dia akan menjadi anak kesayangan Pak Ilham setelah mengetahui Syifa melakukan hal terlarang dan membuat malu dirinya.
Mommy sebelumnya sudah merencanakan untuk mendekati Pak Ilham dan menjeratnya, namun ternyata tidak semudah yang di bayangkan, Pak Ilham selalu lolos dari rencana Mommy, seperti menangkap belut, sangat licin.
Sudah berbagai cara mommy lakukan untuk menggoda Pak Ilham, namun semuanya gagal.
Pak Ilham seperti sudah mengetahui rencana mommy Melanie.
Saat memberikan obat tidur di minuman Pak Ilham, malah mommy Melanie yang tertidur sampai pagi hari, sepertinya minuman mereka sudah tertukar.
Meski gagal, mommy Melanie melakukan aksi selanjutnya, dengan memakai pakaian yang cukup aduhai, namun ternyata Pak Ilham tak tergiur sedikit pun. apa jangan-jangan Gak doyan ma perempuan...
Tak sampai di situ, kini mommy Melanie menargetkan Syifa yang akan menjadi sasaran utama sebelum mendapatkan sasaran yang di inginkan.
Karena mommy Melanie tahu, Syifa adalah sumber kekuatan Pak Ilham, mommy Melanie berharap Pak Ilham akan sedikit frustasi melihat keadaan Syifa nanti.
"Baguuus,itu baru anak kesayangan mommy,"
akhirnya rencana kita berhasil juga," jawab mommy Melanie Sambil tertawa sedikit keras saking senangnya.
"Rencana apa yang kalian bicarakan???
Pak Ilham yang berada di belakang mommy Melanie merasa penasaran tentang rencana yang di bicarakan mommy di telpon.
"Hmmm, ren...rencana ituuu???
Mommy tersontak kaget melihat kedatangan Pak Ilham yang tiba-tiba sudah ada di belakang nya.
Mommy langsung mematikan panggilan telepon dari Dewi sebelum Pak Ilham menguping lebih jauh tentang rencana yang sudah mereka rencanakan. bisa-bisa semua berantakan bila Pak Ilham mengetahui nya.
__ADS_1
"Siapa itu???
Pak Ilham bertanya dengan penuh selidik. Dari awal Pak Ilham belum bisa mempercayai mommy Melanie dan Dewi.
"In...iniiii cuma ojol kok mas,"
Mommy Melanie berusaha mencari alasan yang tepat supaya Pak Ilham percaya dengan ucapan nya.
"Ojool???
"Memangnya mau kemana??? selidik Pak Ilham yang semakin curiga dengan alasan yang dibuat mommy Melanie.
""Mauuu... Arisan... ya ... Arisan, hehe" Mommy Melanie pun kembali mencari alasan supaya Pak Ilham tidak mencurigai nya lagi.
"Kalau gitu, aku pamit ya Maas," mommy Melanie pun memesan Pak Ilham dan tak lupa mencium pipi kiri dan kanan pak Ilham secara bergantian.
"Hmmm..." Pak Ilham tak menanggapi apa yang mommy Melanie lakukan terhadapnya.
Tiiing...
Ada pesan masuk ke handphone Pak Ilham, tertera nama Colega yang begitu penting, Pak Ilham pun segera membuka isi notifnya.
"Acara pertunangan???
"Villa???
Pak Ilham tersenyum, pucuk di cinta ulam pun tiba, sekarang ada alasan untuk nya menyusul Syifa ke Villa, Pak Ilham berharap Syifa akan baik-baik saja di sana.
Di Villaa...
Seperti inikah rasanya di cumbu seseorang yang kita sukai, nyaman dan saling membutuhkan. Tak ada paksaan, tak ada penyesalan, semua tercipta atas nama cinta.
Begitu pun dengan Alex dan Syifa, seperti seorang kekasih yang di mabuk asmara.
Alex pun meneruskan aksinya Secara bertahap, karena dia tahu ini pasti hal yang belum pernah Syifa lakukan sebelum nya.
Berbeda dengan Alex yang hampir setiap malam berkencan dengan para wanita yang di pilihnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. meski hanya one night stand.
Berbeda dengan Syifa, Alex benar-benar melakukan nya dengan hati-hati dan atas dasar cinta. hanya Syifa yang bisa menerobos kekosongan hatinya selama ini.
Alex menelan Saliva nya ketika melihat kulit mulus Syifa yang begitu sempurna dan menggiurkan.
Kini keduanya tampak seperti seorang anak bayi yang baru di lahirkan tanpa sehelai benang pun.
Syifa tak berani menatap Alex seperti yang Alex lakukan terhadapnya.
Apa yang terjadi.... terjadilah...
__ADS_1
Yang kutahu Tuhan penyayang umatnya..
Hoooo..ooo
Apa yang terjadi... Terjadilah...(Ariel Noah).
Takdir Tuhan tak ada yang tahu, begitu pun masa depan seseorang, manusia hanya menjalankan tugasnya.
Kini Syifa dan Alex saling terdiam setelah tidur bersama, entah apa yang ada dalam pikiran Syifa, menyesalkah dia melakukannya, bukannya dia pun yang menyetujui semuanya.
"Faa... kenapa???
Alex merasa bersalah sudah merebut kesucian Syifa dengan cara seperti ini, seandainya Syifa tak terjebak oleh Dewi, pasti Alex tak akan melakukan nya.
Semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, tak kan bisa terulang kembali seperti semula.
"A..kuu takut kak," Syifa merasa bersalah kali ini,
Takut bila papanya mengetahui semua ini, dan bagaimana caranya Syifa menceritakan hal ini kepada papanya.
Selama ini Syifa tak pernah berbohong kepada Papanya. apapun selalu Syifa ceritakan kepada Papanya, tak pernah ada rahasia di antara mereka.
Tapi sekarang, jangankan berbicara dengan papanya, berjumpa saja mungkin Syifa merasa sedikit malu, karena tidak bisa menjaga kesucian nya untuk suaminya kelak.
"Hiks... hiks...
Tak terasa air matanya mengalir tanpa seizin nya, makin lama makin deras saja,
"Maafkan aku... Seharusnya aku nggak melakukan semua ini, klo kamu mau pukul aku pukul saja fa," Alex mengambil tangan Syifa dan memukul wajahnya sendiri dengan tangan Syifa.
Alex tahu ini kesalahan terbesar, karena dia sudah merenggangkan kesucian Syifa secara paksa tanpa adanya ikatan resmi, yaitu pernikahan.
"Kaaak... akuuu kotooor... a...kuuu," Syifa terbata dan merasa jijik dengan tubuhnya sendiri.
"Jangan bicara seperti itu, bagiku kamu adalah belahan jiwa ku fa, aku akan tanggung jawab kok, kalau perlu besok kita menikah... aku janji sama kamu," Alex berusaha menenangkan Syifa dengan berjanji akan mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.
"Sebaiknya kitaaaa.... mandi dulu...
"Mak... maksud ku aku mandi di kamar lain," Alex takut Syifa berpikiran kalau dia akan melakukan nya lagi.
"Percayalah, semua akan baik-baik saja,"
Alex tak mau melihat Syifa yang masih menangis karena ulahnya, sungguh miris baginya, baru kali ini dia merasakan darah perawan,
"Ka...kalau gitu, aku keluar dulu ya, ingat bersihkan diri kamu, biar kamu tidur di sini saja, nanti aku yang menggantikan seprainya,
Tak ada jawaban...
__ADS_1
Alex pun pergi meninggalkan Syifa seorang diri di kamarnya,
Happy reading 😍