Inilah Aku

Inilah Aku
Pembalasan


__ADS_3

Happy reading 😍


"Aryooooo..." Kang Udin ingin menyampaikan sesuatu yang dilihat nya kepada kang Supri dan Siti.


"Kenapa dengan kang Aryo kang," Siti kini ikut bertanya setelah mengetahui ini ada kaitannya dengan Aryo.


"Kang Aryoo di culik neng," Ucap Kang Udin sambil melihat ke arah Siti dan kang Supri bergantian.


"Sepruuuul ...,"Kang Supri menjitak kepala Kang Supri dengan sedikit keras, merasa apa yang di ucapkan nya tidak masuk akal.


"Awww.... nyeri atuh kaaaang malah di teke uing teh aah(Awww... sakit atuh kaaaang, malah dijitak saya teh, aah)," Protes Kang Udin yang malah di anggap bercanda tentang berita tentang Aryo.


"Emang kudu na mah di pukul kamu teh, biar bisa membedakan kapan harus bercanda Udiiiin...," Tegas kang Supri, ini waktu yang tidak tepat untuk bercanda, apalagi neng Siti sedang memikirkan keadaan Aryo.


"Kang Aryo teh sanes budak leutik, keur naon atuh di culik, sok aya-aya wae da(Kang Aryo itu bukan anak kecil, buat apa di culik, ada ada aja da)," Kang Supri merasa nggak ada alasan untuk menculik Aryo,


"Iiih, kang Supri mah, saya teh teu kabohong kang, tadi teh Kang Aryo teh gelut, duka sareng saha, eh ditukang teh Aya nu ngagebug, jadina kang Aryo pingsan...trus di angkat ka mobil terus dibawa tah, naon lamun lain di culik eta coba kang(Iiih, kang Supri mah, saya tidak berbohong kang, tadi tuh kang Aryo teh berantem,nggak tahu sama siapa, eh di belakang tuh ada yang mukul, jadinya kang Aryo pingsan...terus di angkat ke mobil, terus di bawa, Apa itu namanya kalau bukan di culik kang," Jelas Kang Udin, meyakinkan kang Supri dan Siti bahwa apa yang di katakan nya adalah benar apa adanya.


Siti nggak tahu apa Kang Udin berbicara benar atau berbohong, yang jelas memastikan nya sendiri adalah jawabannya.


Tak berpikir panjang, Siti langsung berlari ke arah bukit, tempat yang selalu bisa menjadi pengobat rindu ketika dia teringat kakaknya.


Kalau apa yang di katakan kang Udin benar, hanya ada satu cara memastikannya,


Tak berpikir panjang lagi, Siti langsung berlari ke arah bukit, ada jalan pintas untuk sampai ke jalan utama menuju kota lewat bukit ini, dan hanya Siti dan Syifa yang mengetahui jalan tersebut.

__ADS_1


"Neeeeeng, mau kemanaaa...," Kang Supri berusaha memanggil Siti yang tiba-tiba berlari begitu saja, namun mungkin Siti tak mendengar Seruan Kang Supri,


"Astaghfirullah Neeeng, "Kang Supri berusaha mengejar dengan Kang Udin setelah menutup warung.


"Ma...maaf kang, saya harusnya tidak kasih tahu neng Siti nya," Kang Udin yang merasa bersalah sudah membuat neng Siti mengkhawatirkan kang Aryo.


"Sudah...sudah, ayeuna mah ajak warga, mudah mudahan kang Aryo teh baik-baik saja," perintah kang Supri kepada kang Udin untuk membawa bantuan bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan nantinya.


Siti sudah sampai di perbatasan antara desa dan kota, sebuah mobil mini bus berwarna hitam, dengan berplat nomor Jakarta melintas, namun tidak menuju ke kota, mobil itu malah berbelok ke arah...


Danau...


"Mau kemana mereka, kenapa malah ke arah danau???!


"Jangan-jangan mereka akan...


Mobil berhenti tepat di sisi danau, beberapa orang turun dari mobil, dan melihat lihat sekeliling,


Siti bersembunyi di balik pohon, saat pandangan mereka ke arah persembunyiannya,


"Amaaan, ayo cepat sebelum ada yang mencurigai kita," perintah salah satu dari mereka.


"Siaap",


"Sebenarnya apa yang mereka rencanakan, kenapa mereka malah mendorong mobil yang mereka kendarai ke dalam danau???," Siti masih bertanya-tanya tentang rencana orang-orang itu.

__ADS_1


"Aryoo...


"Dimana Aryoo???


"Jangan-jangan mereka mau menenggelamkan mobil itu...


"Daaan di dalamnya ada...


"Aryooooo...


"Bagaimana???


"Ya Tuhan... bagaimana aku menyelamatkan nya bila benar di dalam mobil adalah Aryo?!


"Aku nggak mungkin melawan orang-orang itu," Siti bingung sekarang harus bagaimana, sedangkan mobil sudah sampai di tengah danau, dan dalam hitungan detik , akan tenggelam tak terlihat.


"Ha...ha.. ha...,"


"Misi kita sudah berhasil, ayo kita pergi," perintah salah satu dari penjahat yang ikut mendorong mobil itu ke danau.


"Tidaaak...


"Aryooooo bertahanlah...


"Ku mohooon...

__ADS_1


Tak terasa air mata pun jatuh, Siti harus bagaimana sekarang...


Happy reading 😍


__ADS_2