
Terima kasih yang sudah mampir dan selalu mendukung Author ya, 😍🤗
Happy reading 😍
Maaf teman-teman, untuk visual tidak bisa di tampilkan ya, 🙏🙏
"Alex kemana semua orang???
Syifa bertanya kepada Alex karena Villa tampak sepi seperti kuburan saja, hanya ada dia dan dirinya di Villa ini.
"Hmmm... merekaaa...," Alex tahu pasti Syifa merasa penasaran dengan Villa yang begitu sepi.
"Membatalkan acaranya," Alex mencari alasan yang tepat agar Syifa percaya dan tidak curiga terhadapnya.
Padahal acara Anniversary itu memang hanya siasat belaka, semua hanya sebuah akal bulus saja yang Alex rencanakan dengan mommy Melanie dan juga Dewi.
Sebenarnya Alex tidak ingin membohongi Syifa namun ini adalah salah satu cara supaya Alex bisa dekat Syifa.
"Jangan bilaaaang kalau...," Syifa mulai berpikir kalau ini semua hanya akal-akalan Alex saja.
Syifa tak habis pikir, Syifa pun melangkah pergi namun Alex sudah menarik tangannya, tak membiarkan Syifa pergi.
"Tungguuu Faaa...
"Please jangan marah ya," Alex mencoba menenangkan Syifa yang terlihat sangat marah,
"Kak Alex...
"Kamu sudah bohong sama aku kak, terus apa mau kamu kak," Syifa tak menyangka kalau Alex telah membohongi dirinya seperti ini
"Aku cuma pengen bisa lebih dekat dengan kamu gas," Ucap Alex yang sudah menarik Syifa ke pelukannya.
"Tapi... bukan seperti ini kak caranya," Syifa ingin melepaskan pelukan Alex, namun semakin dia bergerak, Alex malah memeluknya semakin erat saja.
"Syifaaaa... aku benar-benar sayang sama kamu," Alex kali ini tidak berbohong, dia memang sangat menyayangi Syifa, hanya saja pengaruh mommy Melanie dan Dewi yang membuat Alex menyetujui ide gila ini.
#FLASHBACK ON#
"Ini kesempatan emas buat kamu Lex, kamu harus bisa mendekati Syifa dan membujuknya untuk melakukan semacam one night stand laah," ujar mommy Melanie kepada Alex, ketika mengetahui mereka akan berlibur ke Villa.
"Benaaar apa yang di katakan mommy," Dewi langsung ikut berbicara,
"Dengan begitu, loe kan bisa memiliki Syifa seutuhnya," Dewi langsung to the poin, mengingat Alex belum juga menjawab.
"Gimana... loe setuju kan???
"Lagian itu nggak membuat loe rugi kan?!," Dewi terus membuat otak Alex seakan mendidih mendengar rencana mereka.
Namun ada benarnya juga...
Mungkin dengan cara itu, Alex bisa mendapatkan Syifa seutuhnya.
Tapi iniii...
__ADS_1
Apa tidak terlalu keterlaluan???
Bagaimana kalau malah sebaliknya,
Syifa malah membencinya bukan mencintainya.
"Baik... gue ikut rencana kalian," Alex akhirnya menyetujuinya meski hatinya mendapatkan penolakan.
"Baguuus"
Mommy Melanie dan Dewi saling TOS, apa yang mereka rencanakan sudah berhasil, ternyata tidak sulit membujuk Aryo.
#FLASH OF#
"Sayang kakak bilang??? Syifa tidak mengerti akan kebohongan Alex.
"Syifaaaa... Aku memang bukan orang baik, tapi aku ingin belajar menjadi orang baik Faa," ucap Alex dengan jujur, bahwa memang dirinya bukan orang baik, bahkan kalau Syifa tahu siapa dirinya, mungkin Syifa akan merasa takut kalau berada di samping Alex.
"Syifa sebenarnya sudah mempunyai rasa terhadap Alex karena Alex sudah menolongnya saat itu. Namun Syifa juga tidak suka di bohongi begitu saja oleh Alex.
"Kenapa kakak harus bohong sih kak," Syifa menatap Alex dengan tajam, meski bendungan di matanya hampir saja jebol dan dapat membanjiri daerah sekitar pipinya.
"Karena aku ingin dekat sama kamu Syifa, aku ingin memiliki kamu Syifa, dan aku tahu itu sulit, apalagi papa kamu tak pernah membiarkan kamu berdua sama aku kan," Alex mencoba menjelaskan alasan nya atas perbuatannya itu.
"Tapi bukan begini caranya kak," Syifa berhasil lepas dari pelukan Alex dan berlari tak tentu arah.
Syifa terus berlari dan berlari tak tau arah kemana..
Karena berlari tak tentu arah, Syifa baru menyadari kalau dia tak mengenal tempatnya berpijak.di tambah dinginnya udara malam.
Namun Syifa merasakan adanya firasat buruk.
Di tambah lagi penampilan keduanya yang seperti preman,
Paras yang garang, tubuh yang berotot, rambut yang di kuncir, dan rompi tanpa lengan, menambah kesangaran mereka.
"Wooow.....ada cewek cantik nih bro," ucap salah satu dari preman itu, matanya tak lepas menatap ke arah Syifa dan memindai setiap incinya.
"Barang bagus niih kayaknya," balas preman yang satunya seakan sedang mendapatkan durian runtuh.
"Ka... kalian mau apaa," Syifa tahu pasti mereka bukan orang baik,
Syifa sekarang tetap berjalan namun dia mengambil langkah mundur untuk menghindari kedua preman itu.
"Apa mau kami???
"Tentu saja bersenang senang manis," ucap preman yang di kuncir seperti anak perempuan.
"Ha...ha...ha...,
"Mariii siniiii cantik," ucap preman yang lainnya.
"Pergi kaliaaaan, jangan ganggu aku,"
__ADS_1
Syifa terus melangkah mundur sebelum tangan mereka berhasil menangkap tangan mungilnya.
"Waaaah, gannnaas juga ternyata...
"Tapi gue suka macam kayak gini...
"Ha...ha...ha...
Mereka semakin dekat dengan Syifa, namun sepertinya Syifa tak bisa mundur lagi karena di bawah sana adalah aliran sungai yang terlihat sangat deras.
"Berani mengganggu nya, maka cari mati...
Tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang kedua preman itu.
Syifa tahu siapa yang datang, Syifa sudah hafal suara dari sang pemilik.
"ALEX...
"Waah...wah...wah...
"Ada yang mau jadi sok jagoan ternyata, mau jadi pahlawan kesiangan rupanya," ucap Preman itu dengan sedikit meledek karena melihat Alex bukan lah lawan yang seimbang bagi mereka.
Kedua preman itu pun kini mengalihkan perhatian nya kepada Alex,
Ketika kedua preman itu hendak melakukan serangan, tiba-tiba Alex meluncurkan sebuah peluru ke angkasa.
"Doooor...
Satu tembakan yang mampu membuat kedua preman itu mati kutu dan tak bisa bergerak.
Sebuah pistol berjenis Desert Eagle, merupakan buatan Israel yang sudah mendunia efek mematikan nya.
DESERT EAGLE mampu membuat obyek nya tertusuk dan meledak, daya hancurnya memang sangat gila, dengan sematan peluru 325 gram.
Di arahkan kepada kedua preman itu dan tepat mengarah ke atas kening mereka.bisa di bayangkan bila Alex menarik pelatuk senjata api itu, dan peluru bisa langsung bersarang di otak mereka, nyawa taruhannya.
"Ka... kabuuur...,"ucap salah satu preman dengan langsung mengambil langkah seribu.
Sedangkan yang satunya bagaikan di kutuk menjadi patung, diam dan kaku seperti mayat.
Mendengar ucapan temannya yang sudah lari duluan, membuatnya lari terbirit-birit tanpa memperhatikan arah kemana dia berlari.
Sepi...
Tak Ada Suara, hanya deru nafas yang menjadi saksi bisu...
Syifa pun merasa takut kali ini, apakah Alex akan menembaknya juga.
Siapa Alex sebenarnya??? Syifa hanya mampu berkata dalam hatinya,
Alex tahu pasti Syifa kini merasa takut dengan nya.
"Faa... kamu nggak apa-apa," Alex mencoba menyembunyikan pistolnya di balik bajunya, agar Syifa tak memperhatikan senjata nya itu.
__ADS_1
"Ka... kamu..." Syifa berpikir kalau Alex adalah...
Happy reading 😍