
Happy reading 😍
KAAAAAU
Alex sangat marah saat Dewi mengatakan dirinya adalah seorang pria breng*** dan tidak pantas untuk mendapatkan cinta Syifa.
Dulu, ya mungkin dia memang dia sebreng*** itu tapi ketika mengenal Syifa, Alex mulai berubah, pelan-pelan dia mulai meninggalkan kebiasaan nya bermain wanita, dan mulai fokus hanya pada satu orang wanita yaitu Syifa.
"Gue memang breng*** , tapi Gue tidak punya otak segila kalian," Ucap Alex dengan tatapan matanya yang tajam.
"Ciih, loe pikir Syifa mau sama loe?! Dewi mulai memanasi Alex dan memancing emosinya.
"Ingat Alex, kita pernah kerja sama untuk menjebak nya dan bila Syifa tahu tentang semua ini, aku yakin Syifa akan marah besar dan pergi jauh dari loe dan membenci loe seumur hidup," Dewi terus-menerus meracau agar Alex sadar bahwa dirinya pun ikut terlibat dalam misi menjebak Syifa.
"Oh,ya... Silahkan loe bicara, gue tidak takut sama ancaman loe Wii, sebaiknya kalian lebih memikirkan nyawa kalian sekarang, hahaha,"
Alex tertawa dengan keras,
Beraninya seorang tikus mengancam seekor singa si raja hutan, Alex tidak akan pernah takut dengan ancaman Dewi yang rendahan.
"Maksud loe apa haaaah," Dewi mulai sedikit takut, karena memang saat ini nyawanya berada di tangan Alex.
"Wiiii sudaaah, jangan membuat Alex semakin marah," mommy Melanie pun ikut bicara agar Dewi tidak lagi mengeluarkan kata-kata yang dapat menyinggung Alex saat ini.
"Kenapa mommy?! Alex kini berjalan menghampiri mommy Melanie.
"A...Alex to...tolong lepaskan kami ya," mommy Melanie memohon kepada Alex agar mau melepaskan mereka.
"Jangan terburu-buru mommy, karena ada sedikit permainan untuk kalian," Alex tersenyum penuh dengan misteri dan dengan sangat dingin.
"Permainan???
"Apa maksud kamu Alex ?! mommy Melanie merasa gemetar, mommy mempunyai firasat buruk tentang rencana Alex untuk dirinya dan Dewi.
"Bawa mereka, sepertinya mommy Melanie sudah tidak sabar untuk bermain-main," perintah Alex kepada semua anak buahnya.
"Lepaskan...Lepaskaaaaan...
Mommy Melanie dan Dewi mencoba memberontak namun sia-sia saja, karena anak buahnya Alex telah mengunci tangan mereka dengan keras,
"Ayooo cepat jalaaan,"teriak anak buah Alex dan langsung menggiring mommy Melanie dan Dewi.
"Welcome," Alex mengucapkan selamat datang kepada mommy Melanie dan Dewi.
GROAAAAR
__ADS_1
Suara khas kucing besar menyambut kedatangan mommy Melanie dan Dewi.
AAAAAAKH
Mommy Melanie dan Dewi sangat terkejut dengan apa yang ada di depan mereka, mereka pun melangkah sedikit mundur agar tidak terlalu dekat dengan sepasang harimau putih yang kini sedang melihat ke arah mereka.
"A...Alex jangan main-main, ini bahaya," Dewi bicara secara perlahan agar harimau yang sedang menghampiri nya tidak mendengar suaranya.
"Kalian tahu,...
"Gara-gara kalian, hubungan ku dengan Syifa jadi berantakan dan ayahnya Syifa tidak mengizinkan ku menemui Syifa lagi," ucap Alex, hatinya semakin teriris ketika tidak bisa lagi berada di sisi Syifa.
"Kami akan membantu kamu mendapatkan Syifa kembali, kalau kamu melepaskan kami," ucap mommy Melanie dengan semangat. mungkin dengan membantu Alex mendapatkan Syifa, mommy Melanie dan Dewi akan selamat dari ancaman maut.
"Tidak semudah itu....
"Kalian pikir setelah kalian membuat hubungan ku dengan Syifa hancur, gue akan melepaskan kalian begitu saja," Alex mulai membuka kunci pintu jeruji besi yang mana di dalamnya sepasang harimau sedang menunggu.
"A...Alex jangan bercanda ," Dewi benar-benar merasa takut kali ini, apa sebenarnya yang Alex ingin lakukan sekarang.
"Ayooo masuk,"Alex tidak mendengar perkataan Dewi, dia sudah melepaskan rantainya dan membuka pintunya dan menyuruh Dewi untuk masuk menyapa para sahabatnya.
Anak buah Alex mendorong mommy Melanie dan Dewi, membuat keduanya kini sudah benar-benar ada di dalam kandang harimau putih.
"AAAAAAKH, mommy bagaimana ini," Dewi gemetar melihat para harimau mulai mendekat ke arah mereka.
ROOOOOAAAR
Satu harimau mulai mendekat berjalan dan mendekati mereka, satu terkaman saja tentu akan membuat nyawa mereka melayang, karena harimau termasuk karnivora si pemakan daging.
AAAAAAKH
Mommy Melanie dan Dewi saling berteriak dan memejamkan mata mereka
Pada saat harimau mau menerkam mereka anak buah Alex melemparkan sejumlah daging segar ke dalam kandang, semua harimau pun berbalik arah menuju makanan yang sebenarnya,
"Terlalu cepat bila kalian mati begitu saja," Tutur Alex dengan nada dingin.
"Kurang menyenangkan, masih ada satu kejutan lagi, gua yakin kalian akan menyukainya, hahaha," Alex melangkah pergi dan memberikan aba-aba kepada anak buahnya agar membawa mommy Melanie dan Dewi ke tempat permainan selanjutnya.
Kini di depan mereka sudah tersedia sebuah kerangkeng berjeruji besi yang di atasnya sudah di ikat dengan tali besar.
"A...Alex... A...akuu mohoon, hentikan semua ini," Dewi tidak tahu apalagi yang akan di hadapinya kali ini.
"Masukkaaan...,"perintah Alex, Alex tak bergeming sedikitpun, inilah hukuman nya bila berani bermain-main dengan nya.
__ADS_1
Dewi pun di giring ke dalam kerangkeng berjeruji besi bersama mommy Melanie.
"Tidaaak... aku tidak mauuu masuk," Dewi berteriak dan mencoba memberontak namun itu hanya menguras energi nya saja,
"Diaaaaam...," bentak Anak buah Alex yang geram melihat tingkah laku Dewi yang mulai melawan.
"Hiks...hiks...
"Alex, please lepaskan kami," Dewi menangis dan tetap mencoba memohon kepada Alex.
"Hahahaha...," Anak buah Alex tertawa satu sama lain membuat suasana ramai seketika, mendengar Dewi yang meminta pertolongan.
"Tidak ada yang bisa selamat dari bos kami," ucap salah satu anak buah Alex sekaligus pemimpin di antara anak buah yang lain.
"Matilah aku kali iniii," batin Dewi mendengar perkataan anak buah Alex yang terasa sangat mengerikan baginya. sepertinya memang sulit melarikan diri dari Alex saat ini.
Alex mengambil rokok dan menyalakannya,
"Uhuuk...uhuuuk...," Dewi terbatuk saat Alex mengeluarkan asap rokok tepat di depan wajahnya.
"Ini belum sebanding dengan hancurnya hati gue,tapi....
"Karena gue masih membutuhkan kalian, maka gue akan melepaskan kalian kali ini," ucap Alex sambil menghisap rokok nya.
"Kalau begitu cepat lepaskan," Dewi masih terus memberontak agar talinya bisa lepas,
"Eeeeits... tidak semudah itu, gue akan melepaskan kalian dengan satu syarat," ucap Alex dengan tersenyum kecil.
"Ap....apa syaratnya?! Dewi merasa senang, ternyata dia masih berkesempatan untuk hidup.
"Apapun syaratnya, kami akan menyetujui nya," ucap mommy Melanie, mommy tidak berpikir lagi, dia ingin segera pergi dari tempat yang menyeramkan baginya.
"Bantu gue untuk mendapatkan Syifa kembali, bagaimana pun caranya, dan kalian harus tutup mulut kalian tentang semua ini,"ucap Alex kepada mommy Melanie dan Dewi.
"Kalau sampai kalian menceritakan semuanya maka kalian akan mengalami penderitaan 10 kali lipat dari hari ini,' Ancaman Alex tidak pernah main-main.
PAHAAAM
Alex meneriaki keduanya karena tidak ada jawaban yang memuaskan bagi Alex.
"Iya...ka...Kami paham," ucap Dewi yang masih gemetar.
"Lepaskan mereka," perintah Alex kepada anak buahnya.
Begitu ikatan terbuka, Dewi dan mommy Melanie langsung pergi sebelum Alex berubah pikiran.
__ADS_1
Happy reading 😍
.