Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.64


__ADS_3

Happy reading 😍


"Siapa kakak sebenarnya," ucap Syifa dengan lirih, banyak hal yang belum dia ketahui ternyata.


"Akuuu....


"Dia hanya seorang anak magang saja kakak ipar, kebetulan cita-cita nya itu ingin menjadi polisi gitu kak," terang Aryo, berharap Syifa percaya dengan kata-kata nya barusan.


"Magang???


Syifa masih belum paham dengan apa yang Aryo katakan, makanya dia bertanya langsung kepada Imam yang masih berdiri di hadapannya.


"I...Iya maagaaang," Imam melirik Aryo, namun Aryo malah pergi meninggalkannya, di susul Siti yang mengikuti langkah nya.


"Weeh malah di tinggalin," batin Imam, kini dirinya harus putar otak untuk menjawab semua pertanyaan Syifa kepada dirinya.


"Ayo kita pulang, kasihan papa sudah khawatir dan menanti kabar kamu," ucap Imam, lebih cepat lebih baik agar Syifa lupa dengan apa yang akan dia tanyakan.


"Bentar kaak," Syifa memegang tangan Imam untuk menghentikan langkahnya yang baru saja akan memasuki mobil kesayangan nya.


"A...ada apa Fa?? Imam menjadi sedikit salah tingkah saat Syifa menyentuh tangannya.


"Kak Alex...


Imam tiba-tiba saja terdiam mendengar Syifa masih saja peduli dengan Alex yang jelas-jelas sudah menyakiti dirinya. Imam menarik nafasnya dalam-dalam lalu mulai menjelaskan kepada Syifa tentang siapa Alex yang sebenarnya.


"Dia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya Fa...


"Ma... maksud kak Imam???


Syifa masih belum paham dengan apa yang y katakan oleh Imam tadi. memangnya kenapa Alex harus bertanggung jawab, apa yang sudah dia lakukan sebenarnya???


"Dia adalah seorang penjahat Fa, dia melakukan penyelundupan senjata api dan juga obat terlarang, jadi maka dari pada itu, Dia hari ini di tangkap agar tidak ada lagi kejahatan serupa," Jelas Imam panjang lebar, apa Syifa bisa mengerti dengan perkataan nya, entahlah...


"Terus bagaimana dengan ku??? ucap Syifa lirih, kini Alex akan mendekam di penjara atas kejahatan nya selama ini.

__ADS_1


"Ma... maksud kamu apa Syifa??? Imam tidak


mengerti apa yang di katakan oleh Syifa.


"Apa jangan-jangan mereka sudaaah... ah tidak mungkin, Syifa bukan gadis seperti itu, dia wanita baik-baik," batinnya mencoba berpikir jernih dan tidak menuduh hal yang bukan-bukan.


"A...akuuu dan kak Alex sudah melakukan nya kak," jawab Syifa datar, meski itu bukanlah keinginan nya tetap saja sekarang dirinya tidak suci lagi meski mandi dengan air mawar sekalipun, tidak akan mengubah status nya yang tidak perawan.


JEDEEEER...


Perkataan Syifa barusan seperti kilat yang menyambar ke dalam hatinya dan menghantamnya dengan sangat kuat, membuat hatinya seperti butiran debu yang tertiup oleh angin.


"Aku tidak suci lagi kak, aku kotooor," ucap Syifa yang mulai terisak, dia ingin Imam tahu bahwa dirinya sudah tidak lagi bisa memberikan malam pertama untuk nya. kini apapun keputusan yang Imam ambil, Syifa akan menerimanya dengan ikhlas.


Imam tak mampu bicara lagi, seakan lidahnya kelu, bahkan untuk menopang berat badannya sendiri saja butuh tenaga extra, jiwanya sudah hancur, harapan nya sudah musnah, pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi pun, entah akan terlaksana atau tidak.


"Maafkan aku kak," Syifa lalu berlari dengan menangis meninggalkan Imam yang masih terdiam.


"Syifaaaa..." Imam tersadar klo Syifa menghindarinya karena masalah ini, Imam pun berusaha mengejar Syifa yang berlari tak tentu arah. ingin rasanya dia meminta bantuan, tapi ini adalah privasi, tidak ada hubungan nya dengan pekerjaan nya.


"Yooo... Syifa menghilang," Imam terpaksa menelpon sepupunya, agar cepat menemukan Syifa dan membawa nya pulang.


"Apaaaa...


"Bagaimana bisa??? Aryo sedikit terkejut dan geram dengan sepupunya yang satu ini, baru saja di tinggal sebentar, sudah ada lagi masalah yang muncul.


"Gu...gue....


"Share lock posisi loe," Aryo lalu bergegas tanpa membawa Siti, karena dirinya tidak ingin Siti ikutan hilang seperti Syifa nantinya.


"Ok...ok...," Imam menuruti perintah Aryo dan segera mengirim kan Share lock.


"Syifaaaa.... please maafin aku," Teriaknya berharap Syifa mendengar permintaan maafnya dan mau ikut pulang bersamanya.


"Syifa.... a...aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku tidak peduli, aku tidak peduli keadaan kamu," batin Imam, kakinya terus menyusuri jalan setapak yang makin sepi dan tidak ada orang.

__ADS_1


"Syifaaaa... aku mohon kembali lah," Imam terus berteriak dan berharap Syifa tidak lagi main kucing-kucingan dengan nya.


"Syifaaaa....


"Akkuu cinta sama kamu fa,," teriak Imam. entah apa Syifa mendengar ucapannya barusan, tentang perasaan nya yang selama ini terpendam karena Syifa masih mempunyai seorang kekasih,


"Kemana nih Aryo?! kenapa tuh orang belum datang juga," umpat Imam, sudah cukup lama Imam menunggu kedatangan sepupunya itu.


Imam melihat ke arah bukit karena ada sesuatu yang menyilaukan matanya, Imam melihat ada titik terang di atas bukit itu. bukan hanya itu, Imam memperhatikan secara seksama, ada seseorang perempuan di atas bukit itu. perempuan itu sedang duduk tanpa alas, tangganya memeluk kedua kakinya.


"Ituuu.... Siapa dia?!" karena melihat dari kejauhan, Imam belum menyadari kalau itu adalah orang yang sedang bermain petak umpet dengan nya.


"Syifa?!


"Astaga apa yang dia lakukan di atas sana,"Imam langsung bergegas menuju ke arah Syifa berada saat ini, karena berteriak saja tidak cukup.Dia pun tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk, tanpa pikir panjang dia pun berlari dan berlari menuju ke arah Syifa tanpa memikirkan kakinya yang sakit akibat bebatuan kecil yang tidak sengaja dia injak. begitupun dengan tajamnya ranting pohon yang menggores beberapa tanda merah di lengannya.


Haaah...haaaah...haaaah...


""Sudah cukup lama dirinya tidak mengikuti pelatihan, membuat tubuhnya menjadi gampang kelelahan, berbeda dengan anggota nya yang sangat rajin berlatih. kakinya terasa mau copot dari tempatnya,


"Tidak boleh menyerah, aku pasti bisa," ucapnya kepada dirinya sendiri. bayangan Syifa muncul di benaknya begitu saja. kenangan terindah yang tidak akan pernah bisa melupakan Syifa.


Saat merasa tenaganya sedikit terisi, Imam melanjutkan larinya ke atas bukit sana.


"Tunggu aku Syifa please," batinnya ikut bergejolak melihat sang pujaan hati ada di atas bukit sana sendirian, entah apa yang sedang ada di pikiran Syifa saat ini.


"BUNUH DIRI???


"Isssssh, apa sih yang kau pikirkan hah," Imam menepuk sendiri pipinya, pikiran nya tidak berhenti memprovokasi dirinya.


Dengan perjuangan nya akhirnya Imam sudah berada di atas bukit sana, di lihatnya punggung Syifa dengan rambut nya yang tergerai tertiup oleh angin malam yang membawa rasa dingin yang bisa menusuk kulit.


Belum juga Imam memanggilnya, tiba-tiba saja Syifa terbangun dan melangkah perlahan menuju...


"Tidaaak.....

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2