Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.78.


__ADS_3

Happy reading 😍


"Pergi???...


"Hmmm, pergi kemana pah," tanya Syifa kepada ayahnya yang masih asyik membereskan barang milik Syifa.


"Tentu saja ke tempat pernikahan kamu dan Imam tentunya," jelas pak Ilham dengan tersenyum kecil.


"Puncak???...


Tamatlah riwayat Syifa sekarang, dirinya benar-benar tidak bisa lagi menolak keinginan papanya kali ini.dan hubungan nya dengan Alex pun baru saja berakhir.


"Apa kamu masih kuat berjalan, atau mungkin mau pakai kursi roda?!" tanya pak Ilham kepada Syifa yang terlihat lemas di matanya, padahal bukan tubuh nya saja yang lemas namun hatinya juga sudah retak dan sudah terbagi menjadi dua bagian.


"Bisaaaa kok paaah, tenang saja," balas Syifa yang kini harus memaksakan diri nya, papa juga owner neng.


"Ya sudah nanti papa yang papah kamu ya," jelas pak Ilham setelah di rasa semuanya sudah beres.


"Iya pah," Syifa kembali ke dalam dunia imajinasi nya di mana dirinya seolah berada di dataran yang luas dan cocok untuk bermain layang-layang.


Dimana dunia halu lah yang menyatukan dirinya dan Alex, dunia nyang hanya bisa merasakan bahagia. karena dirinya lah yang selalu membuat dir ingin bertemu dengan Alex, meski hanya di dunia khayalan.


"Apa yang kamu lamunkan nak?!* tanya Pak Ilham kepada Syifa yang malah Asyik melamun dan meninggalkan dunia nyata nya


"Engga...engga ada apa-apa loh pah," ucap Syifa saat dirinya menyadari bahwa ini lah Mungin yang terbaik untuk masa depannya.


"Ayo kita berangkat," Pak Ilham membawa tas yang berisi barang-barang Syifa dan memapah Syifa sampai ke luar rumah sakit.


"Iya pah," Syifa berjalan pelan dan terus memandangi ruangan yang menjadi saksi bisu bukti cinta Syifa dan Alex. tak terasa air mata nya jatuh tanpa dia sadari, dengan cepat dia mengusap kedua pipinya yang sudah basah, sebelum papanya menyadari kalau dirinya sedang menangis.


Namun tiba-tiba pak Ilham berhenti mendadak membuat Syifa mau tidak mau menabrak punggung papanya.


"Awww...papa kenapa berhenti siiih," protes nya sambil memegangi dahinya yang sedikit sakit akibat menabrak papanya sendiri.

__ADS_1


"Apa kamu yakin tidak ada yang ingin kamu katakan sama papa," tanya pak Ilham secara tiba-tiba.


"M....maksud papa???


Syifa tidak mengerti dengan apa yang di tanyakan papanya kepada dirinya. pikiran nya masih saja dipenuhi memori tentang dirinya dan Alex yang mempunyai perasaan yang sama namun harus terpisah karena takdir.


"Tentang perasaan mu, dan tentang pernikahan mu nak, apa kamu sudah yakin," jelas pak Ilham kepada Syifa yang kini sedikit mengerti dengan apa yang di maksud oleh papanya.


"Akuuu yakin pah," ucapnya, meski hatinya masih belum bisa diajak kerja sama dengan apa yang dia ucapkan barusan. namun semuanya sudah tidak bisa lagi kembali seperti semula.


"Papa berharap kamu bahagia nak," pak Ilham tidak bermaksud untuk membuat anaknya bersedih, dia hanya ingin mendapatkan menantu yang baik untuk anaknya kelak. dd and bisa membahagiakan nya.


"Insyaallah pah, ya sudah kita langsung berangkat saja," ajak Syifa dengan menggandeng tangan papanya untuk segera sampai ke mobil dan segera pergi meninggalkan rumah sakit.


Sudah ada sopir yang menunggu kedatangan mereka, setelah melihat yang di tunggu tiba, dia pun langsung membawa barang bawaan pak Ilham dan langsung menaruhnya di bagasi mobil. sedangkan Pak Ilham dan Syifa langsung masuk ke dalam mobil. kini mobil pun berjalan secara perlahan dan siap membawa mereka ke Posting, dimana akan dilangsungkan acara sakral di sana.


DI LAIN TEMPAT.


Dengan berangkat nya Syifa ke puncak, Alex pun kini akan menyusulnya bersama anak buah setianya, namun Alex tidak bermaksud untuk bertemu dengan Syifa apalagi hadir di acara pernikahan Syifa. tapi tujuan utama Alex adalah mencari keberadaan Dewi yang terdengar kabar bahwa mommy Melanie dan Dewi sedang berada di puncak.


"Apa kau cari mati, jangan berbicara dengan bos bila tidak di suruh," bentak salah satu dari anak buahnya yang lain, apapun alasannya mereka tidak boleh terlalu mencampuri urusan pribadi bosnya.


"Ma...maaf bos, saya salah," ucapnya dengan gemetar, entah apa yang akan bosnya lakukan terhadapnya.


"Sudah...sudah jangan ribut, " ucap Alex dengan nada rendah, matanya tetap fokus ke jalanan.


"Maaf bos," kini anak buah Alex tidak lagi berani berbicara dengan apapun juga.


"Yang jelas kami tidak bisa bersatu, dia akan menikah dengan orang lain," ucap Alex tiba-tiba, entahlah dia ingin sekali membagi beban di otaknya yang terasa sudah tumpul.


"APAAAA...


Jawaban yang serentak membuat Alex harus menekan rem secara mendadak mengakibatkan adanya benturan sesama anak buah Alex yang saling bertabrakan.

__ADS_1


"Kenapa dengan kalian, hiiiish," Alex melihat satu persatu anak buahnya yang masih setia dengan dirinya Sampai saat ini.


"Kami terkejut bos," ucap salah satunya.


"Kenapa bos, apa kalian tidak saling mencintai," ucap salah satunya lagi.


"Tapi aku yakin nona Syifa sangat mencintai bos kita," ucap salah satunya.


"Sudah...sudah... jangan ribut," ucap Alex dengan tersenyum kecil, entahlah kenapa dia tersenyum sekarang melihat tingkah Anka buahnya yang begitu menginginkan dirinya bersama Syifa.


"Akuuuu... ingin mengatakan sesuatu bos, tapiiii...," Anak buah Alex yang menjadi saksi bisu ketika mengetahui keadaan Syifa yang sangat kacau saat itu. bahkan pakaian Syifa sudah terkoyak seperti di rusak secara paksa oleh seseorang.


"Apa yang ingin kau katakan??? tnya Alex yang kini penasaran dengan apa yang ingin anak buahnya sampaikan kepada nya.


"Soal nona Syifa bos tapiiiiii....," anak buahnya sudah terlanjur berjanji kepada Syifa agar tidak ada seorang pun tahu tentang keadaan nya saat itu, apalagi Alex.


"Syifa??? Alex semakin penasaran dengan apa yang akan di sampaikan anak buahnya apalagi ini ada sangkut pautnya dengan Syifa , orang yang paling dia sayangi semasa hidupnya.


."Tapi nona Syifa melarang ku untuk mengatakan hal ini bos," ucapnya kepada Alex dengan menundukkan kepalanya karena merasa bersalah kepada Syifa.


"Hmmm...ini pasti ada hubungannya dengan Dewi kan," tanya Alex kepada anak buahnya itu.


"I...iya bos, saat ituuu ada yang masuk ke ruangan nona daaaan....hmmm...," Anak buah Alex sedikit tercekat saat akan mengatakan hal sebenarnya.


"Apa yang dilakukan Dewi, katakan saja," ucap Alex, kini Alex tahu kalau Dewi akan selalu berusaha mengganggu kekasihnya, Alex tidak akan membiarkan Syifa menderita lagi karena Dewi. sudah cukup bagi Dewi untuk bersenang-senang, kali ini Alex benar-benar akan mengirimnya ke Neraka bersama mommy Melanie sekalian.


"Tapi bos jangan marah ya, saya tidak melihat nya kok, saya memejamkan mata saya bos," ucapnya dengan sedikit gemetar, dia tidak bermaksud melihat Syifa dengan keadaan yang sudah hampir tidak berpakaian karena ulah Dewi.


"Justru kalau kau tidak mengatakan hal sesungguhnya, gue akan mengirimkan loe ke malaikat maut sekarang juga," mata tajam Alex kembali menyiratkan betapa dinginnya sang pemilik, bagai sang pembunuh berdarah dingin.


GLEK...


Happy reading 😍

__ADS_1


"


__ADS_2