Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.94


__ADS_3

Happy reading 😍


"Lihatlah, Aryo begitu menyayangi kamu neng," ucap Bu Nilam dengan memeluk Siti dan ikut merasakan kebahagiaan putrinya yang sebentar lagi akan meninggalkannya dan menjadi seorang istri.


"Iya Bu, semoga saja ini memang pilihan yang tepat buat aku ya bu," ucap Siti yang tanpa terasa menangis di pelukan ibunya.


Bu Nilam tersenyum melihat Siti yang sebentar lagi di lamar seseorang dan menjadi istri. waktu berlalu begitu cepat, namun bagi Bu Nilam, Siti tetaplah anaknya yang masih manja dan akan selalu begitu.


"Ayo kita siap-siap, di depan sudah banyak tamu yang berdatangan," ucap bu Nilam kepada Siti yang masih terfokus dengan gaun yang sedang di pegang nya.


"Iya Bu, Siti taruh ini dulu," Siti merapikan semua nya dan menaruhnya di lemari pakaian nya.


Setelah berganti pakaian, Siti dan Bu Nilam pun menghampiri para tamu yang sudah ramai, bahkan dari mereka sudah makan bersama, Siti begitu senang melihat warga yang begitu gembira dengan acara yang dibuat oleh ibunya dan yang lainnya.


Siti melihat ke kanan dan kiri, begitu ramai, hingga membuat dirinya kesulitan mencari satu orang yang biasanya tidak pernah jauh darinya seperti ekornya saja. namun kali ini orang ini bahkan belum menjumpainya hari ini.


"Kemana ya, tumben belum keliatan," batinnya, rasa cemas dan khawatir tampak dari raut wajahnya yang terlihat gelisah.


"Eheeeem, cari siapa deek," Syifa muncul di belakang adiknya, membuat sang adik terkejut saja.


"Kak Syifa lihat Aryo gak ya," ucap Siti kepada kakaknya.


"Tidak tuuh," ucap kak Syifa dengan menggeleng kan kepalanya.


"Apa kak Syifa tahu dia kemana," tanya Siti sekali lagi.


"Enggaaak deeek," jawab kak Syifa dengan menepuk pundak Siti lalu tersenyum.


"Kangen ya," goda Syifa dengan terkekeh geli melihat tingkah laku adiknya.


"Nanya aja kak," jawab Siti mencoba ngeles dari apa yang di tuduh kan kepadanya.


"Aryo lagi ada keperluan katanya," Alex yang datang tiba-tiba pun menjawab pertanyaan Siti sambil memeluk Syifa dari belakang.


"Kak Alex ini, ada akuuu looh," Siti malah malu sendiri melihat tingkah kakak iparnya yang selalu tampak mesra.


"Namanya juga pengantin baru," ucap Alex yang kini mencium kening Syifa dan tangannya.


"Hmmm, iya deh kakak ipar," Siti masih gelisah karena belum menemukan keberadaan Aryo sampai saat ini.


"Btw, Aryo kemana kak, pasti kak Alex tahu dimana Aryo sekarang kan," selidik Siti dengan memicingkan matanya.

__ADS_1


"Kalau tahu persis di mananya gak dek," terang Alex dengan tetap memeluk Syifa istri nya.


"Hmm, Ya udah Siti mau keliling aja," ujarnya dengan berlalu dari Alex dan Syifa yang tampak kian mesra, bahkan Siti hampir saja menjadi saksi bisu saat Alex mencium bibir kakaknya.


Siti benar-benar keliling dan mencari Aryo di antara para warga desa yang sedang menikmati acara pesta dengan riang gembira.


sedangkan di luar sana ada seseorang yang sedang memperhatikan tingkah Siti dengan tersenyum.


"Saatnya tiba, matikan lampunya sekarang," perintah orang itu kepada seseorang.


BIIP


Tiba-tiba lampu benar-benar mati, semua orang histeris meski hanya sesaat, semua orang di minta tenang, begitu pun dengan Siti yang masih terus berjalan untuk mencari senter atau apapun yang bisa digunakan untuk penerangan darurat.


"Duuh, kenapa pake acara mati lampu segala siih," Gerutu nya, Siti berjalan sedikit tergesa- gesa.


Bruuuk


"Akh, maaf saya tidak sengaja," ucap Siti, dirinya tidak tahu ada orang di depan nya dan menghalangi jalannya.


Namun orang itu malah diam saja, Siti tidak tahu siapa orang yang ada di depannya karena gelap. orang itu malah meraih tangan nya.


TAP...


Sebuah cahaya di arahkan kepada dirinya dan orang yang baru saja meraih tangan nya. Siti sedikit terkejut melihat siapa yang sudah dia tabrak tadi.


"Hai...nona...," sapanya dengan tersenyum.


Karena cahaya hanya menyinari Siti dan orang itu, tentu saja membuat perhatian semua warga beralih kepada keduanya. dan menyaksikan apa yang akan terjadi setelah nya.


"Ini apaan sih Yooo," Siti mengenali orang yang ada di hadapannya, orang yang sedang dia cari sejak tadi.


"Ini kejutan untukmu dan," Aryo mengeluarkan sebuah bingkisan yang sudah di kemas sebagus mungkin berhiaskan pita warna pink,


"Terima lah, please," Aryo memberikan bingkisan itu kepada Siti yang masih terdiam seribu bahasa.


"Ini maksudnya apa," tanya Siti saat dia membuka bingkisan tersebut, sebuah kalung yang pernah dia tolak sebelumnya kini sudah berada di tangannya kembali.


"Nona...maukah menikah dengan ku," Aryo menyerahkan satu buket mawar merah sebagai tanda cintanya kepada wanita yang telah mencuri hatinya.


DEG...

__ADS_1


"Ya ampun, apa yang harus kulakukan sekarang," batin Siti yang sungguh terharu, melihat cara Aryo ingin mendapatkan dirinya bahkan kini semua warga desa menjadi saksi semua yang di lakukan oleh Aryo.


"Terima aja dek, " teriak Syifa yang ikut bahagia melihat apa yang dilakukan oleh calon adik iparnya.


"Huuh, kasian udah kebelet dia,uups," goda Alex dengan segera menutup mulutnya yang hampir keceplosan.


Siti tersenyum melihat semua orang yang menanti jawaban darinya, terutama orang yang kini ada di hadapannya.


"Aku tidak mau, aku tidak mau semua barang ini," Siti memberikan apa yang ada di tangan nya kepada Aryo dengan wajah muram.


Jleb


Sungguh diluar dugaan, apa yang di katakan oleh Siti bagaikan sebuah pedang yang menghunus langsung ke hatinya.


Semua orang pun cukup kaget mendengar nya, lagi-lagi Siti menolak Aryo untuk kedua kalinya, Bu Nilam tidak menyangka bila putrinya menolak semua ini. Bu Nilam menghampiri Siti, begitu pun dengan Syifa dan Alex, mereka mungkin saja salah dengar.


"Nak apa yang kamu lakukan?," tanya Bu Nilam dengan memegang pundak Siti. Bu Nilam tahu bagaimana perasaan Siti terhadap Aryo.


"Dek, kakak salah dengar kan, kamu gak menolak kan?" Syifa ikut berbicara dan mencari penjelasan dari Siti yang masih terdiam dan hanya memperhatikan keduanya dengan tersenyum.


"Ibu...kak....


"Siti memang tidak mau semua itu," ucap Siti lalu menghampiri Aryo yang sudah terlihat muram,


"Siti hanya butuh satu hal saja," ucap Siti dengan meraba kedua pipi Aryo oleh kedua tangannya.


"Kamu...


"What....," Aryo kini terlihat lebih ceria dari tadi saat mendengar kalimat terakhir yang terucap dari mulut Siti.


"Jadi...," Siti menggantung kata-katanya kembali.


"Ya, aku mau....," ucap Siti sambil mengelus pipi Aryo, Aryo tersenyum lalu menangkap tangan Siti yang dari tadi bisa mengundang hasratnya. di kecupnya tangan itu, yang sudah membuat jantung nya berhenti sejenak.


Bu Nilam tersenyum lega, dia pikir putrinya benar-benar menolak untuk menikah, begitu pun Syifa dan Alex yang ikut bahagia melihat pasangan di depan nya.


Para warga pun tak kalah hebohnya, semua orang bertepuk tangan dan berteriak mengucapkan selamat kepada Siti dan Aryo.


Aji dan pak Heru sang Ayah pun ikut terharu, setelah selesai, lampu pun menyala kembali, semua orang pun menikmati acara sampai selesai.


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2