
Happy reading 😍
"Justru kalau kau tidak mengatakan hal sesungguhnya, gue akan mengirimkan loe ke malaikat maut sekarang juga," mata tajam Alex menyiratkan betapa dinginnya sang pemilik, bagai pembunuh berdarah dingin.
GLEEEK...
"Sepertinya nona Syifa mendapat ancaman setelah Dewi berhasil melucuti pakaiannya
bos," ucap anak buah itu dengan cepat sebelum bos nya benar-benar mengirim dirinya ke neraka.
"Kurang ajar... berani sekali dia menyakiti Syifa ku," Teriak Alex saat mendengar perkataan dari anak buahnya,
Semua anak buah Alex tidak ada yang berani bersuara saat ini, karena satu kesalahan saja bisa berakibat fatal bagi mereka bila bosnya sudah berubah menjadi pria berdarah dingin.
Ting...
Disaat amarahnya tidak terkendali, tiba-tiba ada chat yang masuk dari salah satu orang suruhan nya. Alex pun membuka pesan itu, betapa terkejutnya saat dia membaca chat itu.
"Bos, Syifa bersama keluarga nya akan pergi ke puncak dan mengadakan pesta pernikahan di sana...
"Apa????
"Puncak, kenapa harus puncak??? Alex memukul setir dengan keras, berita tentang Syifa sungguh memberikan kejutan hari ini.
Alex semakin mempercepat laju kendaraan nya agar bisa sampai ke puncak lebih dulu sebelum Syifa, jangan sampai Dewi menemukan Syifa di sana.
Alex mencoba menghubungi Aryo, namun tidak yang menjawab panggilan nya, dia mencoba sekali lagi, tetap saja hasilnya sama. saking kesalnya Alex melempar handphone nya ke arah belakang, untungnya para anak buahnya sudah sangat sigap dan berhasil menangkapnya sebelum terjatuh.
"Siaaaal, apa yang harus gue lakukan sekarang," Alex sangat mengkhawatirkan Syifa. bagaimana pun caranya dia akan mencari Syifa di sana meski dia tidak tahu di mana lokasi pernikahan Syifa.
Sementara itu...
"Bang pesan jagung bakar dua ya, jangan lama," teriak seorang pembeli yang kini sedang duduk dan menikmati teh panas yang di sediakan di atas meja.
"Baik nona," balas penjual jagung dengan sedikit berteriak, para pembantunya pun langsung mengambil jagung segar dan membawa nya ke tempat pembakaran untuk di eksekusi.
__ADS_1
Cuaca puncak yang terbilang dingin, sangat cocok memakan makanan yang hangat, dari awal buka, para penjual jagung bakar sudah di tunggu para pelanggan nya yang setia berkunjung. di tambah lagi Askes jalan yang begitu mudah di jangkau para pengendara. begitu pun dengan Dewi yang baru saja menginjakkan kakinya di tempat ini. perutnya yang keroncongan membuat dirinya terpaksa berhenti dan mencari sesuatu yang bisa dia makan bersama mommy Melanie tentunya. dan di sinilah dia berada bersama para pelanggan lainnya.
"Akhirnya kita sampai juga Wii," ucap Mommy Melanie setelah merasa lelah sembunyi di berbagai tempat kontrakan demi menghindari Alex dan anak buahnya, Dewi berpikir kalau dia tidur di hotel tentunya dirinya sudah terlacak oleh Alex dan anak buahnya. makanya meski sempit dan kotor di tempat kontrakan, yang penting dia dan mommy Melanie bisa selamat.
"Hmm, tapi kita harus menyusun rencana baru mom," ucap Dewi dengan sedikit berbisik karena banyaknya pembeli.
"Untuk apa, bukankah kita sudah memiliki kartu As, jadi santailah dulu nak, nikmati harimu," ucap mommy Melanie dengan meminum teh panas untuk meredakan hawa di dingin yang mulai menusuk ke sumsum tulang.
"Bener juga mom, gue bisa sedikit santai sekarang, gue yakin anak bod** itu tidak akan membuka aibnya sendiri, ha-ha-ha," Dewi tertawa kecil mengingat kejadian di mana dia sukses membuat Syifa bertekuk lutut di hadapan nya.
"Mba maaf bisa bantu saya," seseorang tidak di kenal tiba-tiba duduk di sebelah Dewi dan mengatakan dirinya butuh bantuan Dewi sekarang.
"Bantuan??? Dewi masih belum paham dengan maksud dari orang asing yang kini duduk di sebelah nya.
"Ya, boleh pinjam hape kamu gak," tanyanya kepada Dewi yang masih menatap pria asing tersebut.
"Tidak," tolak Dewi, Dewi tidak mau peduli dengan orang yang tidak dia kenal sebelumnya.
"Handphone gue low, please gue cuma sebentar kok," ucapnya dengan menunjukkan handphone nya yg bermerek cukup mahal di mata Dewi.
Sebenarnya Dewi pun terkesima melihat handphone pria itu yang limited edition dan tentunya harga nya sangat mahal baginya. Dewi menimang-nimang keputusan apa yang harus dia ambil sekarang.
"Atau gini aja, gue tinggalin HP gue sebagai jaminan," ucap pria asing itu dengan memberikan handphone nya ke tangan Dewi sebagai jaminan.
"Ok, deal mau lama juga gak papa," mommy Melanie merebut kedua handphone yang ada di tangan Dewi, dan salah satu nya di berikan kepada pemuda itu.
"Mommy, apa yang mommy lakukan?! protes Dewi saat mommy Melanie merebut begitu saja handphone nya.
"Sttttttt, sudah percaya ma mommy," bisik mommy Melanie sambil melihat handphone yang ada ditangannya yang begitu menyilaukan matanya.
"Terima kasih mom," ucap pria itu sambil tersenyum kepada Dewi dan mommy Melanie.
"Ok, silahkan," ucap mommy Melanie tanpa melihat pria itu.
Pria itu pun sedikit menjauh dan mulai menggunakan handphone Dewi yang baru saja dia pinjam. setelah di rasa cukup dirinya pun mengembalikan handphone itu kepada Dewi.
__ADS_1
"Terima kasih ya, " ucapnya sambil mengambil kembali handphone nya yang masih di pegang oleh mommy Melanie. tanpa permisi pria itu pun langsung pergi dan menghilang dari pandangan keduanya.
"Yah baru saja sebentar pegang hp sultan," ucap mommy Melanie dengan sedikit kecewa.
"Hisssh apaan sih mom, tenang saja jangankan handphone, mobil dan rumah juga bisa kita dapatkan kok, tunggu saja mom," ucap Dewi dengan tersenyum kecil. dia punya rencana untuk mendapatkan uang banyak dari Alex dan Aryo yang Dewi ketahui kalau mereka memang tajir.
"Ayolah Wiii, mommy sudah tidak sabar, mommy udah bosan tinggal di kontrakan lagi," ucap mommy Melanie,
"Ini mba pesanan nya," seorang pelayan membawa jagung bakar manis ke meja Dewi, mommy Melanie sudah tidak sabar untuk menyantap nya.
"Terima kasih," Dewi dan mommy Melanie akhirnya bisa mengisi perutnya yang kosong, setelah ini dia akan menyusun rencana baru untuk bisa segera mempunyai uang yang sangat banyak dari Alex dan juga Aryo, setelah mendapat kan uang, rencananya dia akan pergi ke luar negeri dan menetap sementara di sana.
Sementara itu...
"Bagaimana???
"Tenang saja bos, saya sudah mengirim video itu tanpa melihat nya sesuai perintah, dan menghapus nya dari handphone Dewi," ucap nya.
"Bagus, gue udah TF ke rekening loe, coba cek," perintah nya.
"Wooow banyak sekali bos, thanks," pria itu tidak percaya kalau jumlah saldo nya kini berisi 7 digit, tentunya dia bisa membeli apapun yang dia inginkan.
"Itu masih tidak sebanding dengan tugas loe, thanks," ucapnya dengan tersenyum.
"Sama sama bos, lain kali kalau butuh bantuan, tinggal call me ," ucapnya yang masih tidak percaya dengan jumlah saldo yang membengkak.
"Pergilah...
Orang itu pun langsung pergi karena sudah menyelesaikan tugas dengan baik. pria itu melihat handphone nya dan mulai melihat video yang baru saja di kirimkan.
"DEWIIIIIIIIIII....," Amarahnya sudah tidak terkendali saat dia melihat sendiri video yang baru saja dia lihat.
"MATI KAUUU...
HAPPY READING 😍
__ADS_1