Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.75


__ADS_3

Happy reading 😍


"Aku baik-baik saja kok kak," ucap Syifa dengan sedikit tersenyum. Syifa masih tidak bisa menceritakan semuanya karena Dewi sudah mempunyai rekaman dirinya yang setengah bug*l. Syifa tidak ingin video itu sampai tersebar luas.


"Baiklah kalau begitu," Alex tersenyum kecut sepertinya Syifa tidak ingin mengatakan hal sebenarnya. apa yang sebenarnya terjadi, Alex hanya ingin tahu dalang dari semua ini. meski dia sudah mengetahuinya dari anak buahnya, namun Alex ingin mendengar nya langsung dari mulut Syifa.


"Permisi, maaf saya menganggu, ini makanan


untuk pasien ya," seorang suster datang dengan membawa nampan berisi semangkok bubur panas dan beberapa potong buah buahan dan sebotol air mineral.


"Oh, ya terima kasih sus," ucap Alex dan menerima nampan tersebut.


"Saya cek kondisi pasien dulu ya," ucap Suster dengan memegang tangan Syifa dan mengecek nadinya. Alex hanya melihat bagaimana suster itu bekerja dan memeriksa keadaan Syifa.


"Ok, terima kasih, saya permisi, jangan lupa di habiskan makanan nya," ucap suster dengan tersenyum.


"Makan dulu ya," ucap Alex, diambilnya semangkok bubur panas itu, diambilnya satu sendok dan ditiupnya agar panas dari bubur sedikit berkurang.


"Terima kasih kak," Syifa tersenyum ke arah Alex yang hendak menyuapinya.


"Hmm, buka mulutmu," Alex menyuruh Syifa membuka mulutnya agar bubur yang di sendok bisa masuk ke mulutnya.


"Tidak... aku tidak suka bubur, aku bukan bayi kecil kak," ucap Syifa dengan menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.


Alex menghela nafasnya melihat kelakuan Syifa yang kini terlihat manja dan menggemaskan. apalagi sekarang dia menolak untuk memakan makanan nya.


"Klo kamu tidak mau makan, maka aku yang akan memakanmu," Bisik Alex di telinga Syifa dengan tersenyum kecil.


"Ba..baik a..aku makan," ucap Syifa dengan sedikit mengkhayal bila Alex benar-benar memakannya saat ini.


"Naaah gituuu doonk, kan manis kalau seperti ini," ucap Alex tersenyum penuh kemenangan.


"Aaaaaaa...


Alex pun menyuapi Syifa seperti anak kecil yang meminta makan sama ibunya. Alex sungguh senang melakukan nya karena bisa bersama dengan Syifa saat ini, kalau saja bisa, dia ingin selalu ada bersama Syifa selamanya.

__ADS_1


"Maaf kak, aku sudah membuat kamu repot kayak gini," terang Syifa yang merasa tidak enak karena sudah membuat pria di hadapannya merawat dirinya bahkan menyuapi dirinya.


"Hiish jangan pernah lagi bilang maaf sama akuu," balas Alex dengan menatap wajah kekasihnya.


"Karena ini semua salahku Syifa, maka hukumlah aku," Alex menyimpan mangkuk di nakas lalu menggenggam tangan Syifa dengan lembut dan penuh penyesalan karena tidak bisa menjaga kekasihnya.


"Tidak kak, jangan seperti ini, aku kok yang salah kak, ini semua tidak ada hubungan nya dengan kak Alex," ucap Syifa dengan tersenyum dan menatap wajah Alex yang selalu dia rindukan.


"Apa kalian sudah selesai bicara," ucap Aryo yang sejak tadi menyimak apa yang di katakan Alex dan Syifa.


Aryo masuk dengan tergesa-gesa karena khawatir seseorang akan masuk dan melihat Alex, ini akan menjadi masalah baru bagi keduanya.


"Ada apa, kenapa wajahmu tegang seperti itu?! tanya Alex dengan selidik, ini menandakan bahwa ada sesuatu yang berbahaya dan mengancam keselamatan dirinya.


"Ayahmu...," Aryo melihat ke arah Syifa dengan tatapan matanya yang tajam,


"Pa...papa?!! Syifa terhenyak mendengar perkataan Aryo, apa yang harus dia lakukan kali ini, bagaimana kalau Ayahnya melihat Alex di ruangan ini bersama dirinya.


"Mereka sudah dekat, cepat sembunyilah tidak ada waktu untuk berpikir," Aryo menarik Alex dan mencoba mencari tempat sembunyi sebelum semuanya terlambat.


"Naaak...," seseorang masuk dan langsung menghampiri Syifa dan Aryo yang sedang asyik mengobrol.


"Naaak, jangan khawatirkan papa, tapi khawatir kan dirimu sendiri nak," ucap Pak Ilham setelah melepas pelukannya.


"Syifa baik-baik saja kok pah," Syifa tahu ayahnya pasti sangat mengkhawatirkan kondisi dirinya saat ini.


"Syukurlah nak, ingat lain kali jangan pergi sendirian lagi," nasihat Pak Ilham, cukup sekali saja dirinya kehilangan jejak Syifa seharian ini.


"Iya papa, lain kali Syifa tidak akan lagi keluar sendirian," ucapannya dengan tersenyum dan menggenggam tangan pak Ilham yang sudah sedikit keriput di makan usia.


"Kaaaak akuuu di sini," ucap seseorang yang sejak tadi ingin sekali memeluk Syifa.


"Adeeek," Syifa pun memeluk nya dengan erat rasanya sudah lama tidak berjumpa saja. dia juga lah adik no satu yang paling Syifa sayangi di dunia ini setelah Ayahnya.


"Kak, kenapa dengan wajahmu," Siti melihat dengan seksama wajah Syifa yang lebam, seperti terkena pukul seseorang saja.

__ADS_1


"I...iniii bukan kenapa-napa dek, pas kakak di culik kakak berusaha untuk melepaskan diri dan akhirnya malah terjatuh karena tangan dan kaki kakak terikat tali," Jelas Syifa kepada Siti,


"Huwaaaa, kurang ajar sekali mereka, beraninya menculik kakak," Siti menangis tersedu-sedu melihat kakak nya yang menderita seorang diri.


"Hey tenangkan dirimu, lagian semuanya sudah baik-baik saja, amaaaaan," terang Aryo dengan menepuk pundak kekasih nya.


"Iya dek, yang penting sekarang kakak sudah aman dan. baik-baik saja kan," ucap Syifa dengan tersenyum, dia merasa senang karena banyak orang yang mengkhawatirkan kondisi dirinya saat ini.


"Kalau begitu biar papa yang menjaga Syifa,


Kalian berdua pulang saja dan istirahat," ucap pak Ilham kepada Aryo dan Siti. karena Pak Ilham ingin berbicara empat mata dengan Syifa mengenai pernikahan nya nanti.


"Tap...tapi pah...


"Hmmm... Syifa lapar pah," ucap Syifa dengan tiba-tiba saat mengetahui Ayahnya yang akan menjaga dirinya.


"Lapar???


"Bukannya kamu baru saja selesai makan nak," ucap pak Ilham saat melihat bekas mangkuk bubur yang masih ada di atas nakas.


"Tapi Syifa lagi ingin makan buah-buahan kesukaan Syifa pah," ucap Syifa mencoba mencari alasan agar pak Ilham bisa keluar dari ruangan itu meski hanya sebentar saja.


"Biar Aryo yang antar om," ucap Aryo dengan sedikit tersenyum, di lihatnya kamar mandi yang sedikit terbuka, karena di dalamnya ada seseorang yang sedang bersembunyi.


"Papa mau ke kamar mandi dulu," ucap pak Ilham dengan berdiri dan melangkah ke arah kamar mandi.


"JANGAN...," teriak Syifa dan Aryo secara bersamaan,


"Hmmm, kamar mandi nya lagi rusak pah, jadi gak bisa di gunakan," jelas Syifa yang mengarang cerita agar pak Ilham tidak jadi masuk ke dalam kamar mandi itu.


"Kok bisa???


"Kalau begitu, kamu harus segera pindah dari sini dan cari kamar baru, yang lebih layak," protes pak Ilham saat putrinya malah mendapatkan kamar yang kamar mandinya rusak.


"Ti...tidak usah pah," ucap Syifa dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Kenapa nak???


Happy reading 😍


__ADS_2