Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.58.


__ADS_3

Happy reading 😍


Siti melihat kartu tersebut dan membolak-balik kartu itu.


"Mana uangnya," Siti tidak menemukan uang sepeserpun di dalam kartu yang di pegang nya.


"Isssh, kartu itu bisa membeli wahana yang ada di dalam," jelas Aryo kepada Siti.


"Hahaha, mana mungkin lah yooo, masuk saja kayaknya kita tidak bisa, bagaimana caranya mau membeli semuanya ckckck," Siti tertawa mendengar perkataan Aryo yang hanya bualan semata bagi Siti.


"Astaga kamu meragukan ku nona," Aryo tidak percaya ada orang yang tidak yakin dengan dirinya dan kekuatan kartu yang di milikinya.


"Aku mau uang sungguhan," jawab Siti dengan menadahkan tangan nya sekali lagi.


Aryo menarik nafasnya dalam-dalam, percuma berdebat dengan Siti sekarang, Aryo pun mengambil satu lembar uang seratus ribuan di dalam kantong celananya, biasanya itu untuk dia berikan bila bertemu dengan orang orang kesusahan atau anak-anak jalanan.


"Nah ini baru uang yooo," Siti begitu senang saat tangannya tak lagi kosong melompong.


"Ku pikir cuma orang bod** yang menolak kartuku," batin Aryo.


Aryo hanya menggelengkan kepalanya melihat kepolosan gadis yang ada di hadapannya itu.


"Ayo masuk," Siti menarik tangan Aryo dengan cepat sehingga dirinya ikut masuk juga.


"Kak Aryooooo...," suara gadis yang sudah hampir dia lupakan kini mulai muncul dalam ingatan nya, sebuah ingatan yang sudah di kuburnya kini mulai bangkit kembali.


Keramaian di tempat wahana ini begitu membuat nya semakin tidak nyaman dan bayangan masa lalu kembali hadir menguasai otaknya.


Kini di hadapannya berdiri seorang gadis dengan senyuman di wajahnya yang bersinar. rambutnya yang panjang sebahu tergerai dengan warna hitam pekat yang tertata lurus tidak bergelombang. baju putih yang gadis itu kenakan menambah aura kecantikan nya.


"SEYNA...


Aryo mencoba menangkap lengan gadis itu, namun gagal, Seyna sudah menghilang dalam sekejap, Aryo mengucek matanya sekali lagi, tidak ada yang salah dengan matanya, Seyna memang benar-benar tidak ada.


"Maafkan aku Seyna, maafkan akuu," batinnya.

__ADS_1


#FLASHBACK ON#


"Yang..., Seyna mau kesana," ucapnya, di berikan nya sebuah brosur berisi tentang adanya pasar malam di alun-alun kota malam ini.


Aryo mengambil dan melihat secara detil brosur yang di berikan oleh Seyna, di situ tertulis ada beberapa event yang berhadiah kan sebuah boneka beruang berwarna pink, warna kesukaan Seyna.


"Baiklah kita pergi ya malam ini," ucap Aryo kepada sang kekasih.


"Yeey... bener ya yang," Seyna begitu gembira karena kekasihnya mau menuruti keinginan nya.


"Iya, dandan yang cantik ya," ucap Aryo dengan tersenyum, Aryo begitu menyayangi kekasih nya, apapun dia turuti asal kekasihnya bisa senang dan tersenyum.


#FLASH BACK OF#


"Yooo... kamu kenapa?!" Siti menepuk pundak Aryo dari belakang karena Aryo tampak diam dan tak bergerak sedikit pun.


Aryo terkesiap, di lihatnya Siti yang sedang menatapnya penuh tanda tanya.


"Tidak...tidak apa-apa," bantah Aryo, bayangan masa lalu kini mulai menghantuinya kembali. bayangan kekasihnya yang dulu begitu menyayangi nya, dan berharap bisa menjadi pendamping hidup nya kelak, namun takdir berkata lain,Tuhan sudah dahulu mengambilnya, karena Tuhan begitu menyayangi kekasih nya,Seyna.


"Tidak," Aryo tak bergeming, Aryo tidak ingin naik wahana apapun, baginya itu hanya akan mengorek luka lama menjadi luka baru.


"Tidak?! hmmm ok," entah kenapa Siti menuruti keinginan Aryo untuk tidak menaiki bianglala yang indah itu.


Siti pun membalikkan badannya dengan langkah gontai seperti seseorang yang kehilangan semangat hidup saja.


Aryo memperhatikan gadis itu, melihat Siti yang terlihat sedih, mau tidak mau Aryo harus menuruti keinginan gadis itu dari pada membawa nya pulang dengan wajah kusut. bisa-bisa papanya akan menghajar nya habis-habisan.


"Ayooo masuk," Aryo meraih tangan Siti dan menggenggamnya.


"Yeeess berhasil hehe," gumam Siti pelan, akhirnya triknya berhasil membuat Aryo berubah pikiran.


"Ayooo... sebelum akuu menarik kata-kata ku," ancam Aryo saat Siti malah diam saja dan tak merespon dirinya.


"Eh, iya...iya," Siti tersadar dan langsung menuju wahana yang sudah dia dambaan sejak tadi.

__ADS_1


Setelah membayar tiket seharga lima belas ribu, Aryo dan Siti pun memasuki ruangan wahana yang hanya cukup untuk dua orang saja. Aryo dan Siti pun duduk bersebelahan dan saling pandang, Siti tersenyum ke arahnya, Siti begitu senang hari ini, di lihatnya pergerakan bianglala yang semakin membawanya ke atas sana.


"Wah... indah banget pemandangan nya," Siti merasa takjub saat dirinya sudah berada di atas puncak bianglala dan menyaksikan orang-orang yang sedang berada di bawah sana.


"Diamlah," Aryo merasa terganggu karena Siti tidak mau diam dan mengoceh terus seperti burung yang sedang berkicau.


"Iyaaaa aku disaat," protes Siti kepada Aryo yang sudah menyuruh nya untuk diam saja.


Bayangan Seyna kembali muncul kembali di matanya, kini Seyna menggantikan posisi Siti, Seyna duduk bersebelahan dengan Aryo saat ini. Seyna tersenyum ke arahnya, sedangkan Aryo hanya diam saja,


"Aku sayang kamu yooo," ucap Seyna dengan suara yang sangat lembut membuat Aryo tidak bisa mengucapkan satu patah katapun.


"Aku juga sayang kamu Sey," ucap Aryo dengan terus menatap wajah kekasihnya yang begitu teduh.


Aryo mendekat kan wajahnya lebih dekat lagi bermaksud untuk menci** gadis itu. begitu dia sangat rindu dengan sentuhan Seyna sang kekasih masa lalu yang kini muncul kembali di dalam ingatan nya.


PLAAAAK


"Jangan macam-macam yooo," teriak Siti saat melihat Aryo yang akan menci** nya.


"Jangan kamu pikir, kamu bisa bebas melakukan apapun sama aku," Siti melayang kan tangannya ke pipi Aryo setelah melihat Aryo yang mencoba melecehkan dirinya.


Rasa panas di pipi, mengembalikan ingatan nya kembali ke masa depan, tampak di depannya adalah Siti sang kekasih masa depannya, bukan Seyna sang pemilik jiwanya.


"Maaf, akuu tidak bermaksud untuk...," Aryo tidak tahu kalau bayangan Seyna begitu pandai mengontrol dirinya dan kembali membawanya ke masa lalu.


Siti pun langsung turun tanpa mendengar kata-kata Aryo, meski dia akan bertunangan dengan Aryo bukan berarti Aryo bebas memperlakukan dirinya seenaknya.


Aryo pun mengikuti langkah Siti dan mencoba meraih tangan Siti dan menyatakan permintaan maafnya karena sungguh dia tidak berniat kurang ajar. rasa rindu di dalam jiwanya sudah membutakan matanya dan membawa nya ke masa lalu.


"Please maafin aku, aku benar-benar gak bermaksud seperti itu," Aryo mencoba meluluhkan hati Siti.


"Yooo, jangan samakan aku dengan wanita lainnya yang bisa dengan seenaknya kamu sentuh yooo," teriak Siti mengungkapkan perasaan kecewanya karena Aryo malah mengambil kesempatan ketika sedang berduaan seperti ini.


Seharusnya dia menolak saat pak Harun memintanya untuk menjaga anaknya. bagaimana pun hubungan mereka belum resmi dan Siti tidak mau terjebak lagi seperti pada malam itu.

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2