
Happy reading 😍
"Kita pikirkan itu nanti pah, yang terpenting sekarang pulanglah, dan temani aku duduk di atas pelaminan, setelah itu terserah papa," pinta Alex dengan terus memaksa kehendak nya. tidak ada waktu lagi untuk menunda pernikahan nya dengan Syifa.
"Baiklah papa akan datang," janji papa Alex yang terpaksa mengalah dan menuruti keinginan anaknya itu.
"Datanglah sendiri," pinta Alex dengan mimik muka serius dan sedingin es, seolah Alex telah berubah wujud.
"Tidak bisa, ingat dia adalah...
"Terserah, aku tidak mau mendengar apapun tentang nya," Alex dengan cepat memotong kata-kata papanya di sebrang sana.
"Hem, sudah puluhan tahun pun berlalu, tapi kamu masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia sekarang adalah...
"Stop jangan bahas dirinya, aku tidak ingin gin mengotori lidahku dengan menyebut dirinya," ucap Alex dengan nada sedikit mengejek.
"Sudahlah, kita baru saja berdiskusi jadi lupakan lah," Pinta papanya Alex, dia tidak ingin bertengkar dengan anaknya itu.
"Hem... sudah aku mau membeli sesuatu untuk calon istri ku," Alex langsung menutup telponnya, dan bergegas menuju mobilnya, dirinya ingin membeli sesuatu yang istimewa untuk Syifa, meski dia belum mengetahui apa yang Syifa suka dan tidak suka.
"Tunggu...
Papa Alex menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Alex yang tidak pernah berubah, sama seperti saat dirinya memutuskan untuk menikah seorang wanita yang kini sudah menjadi istrinya sekaligus ibu sambung bagi Alex, meski Alex tidak pernah mengakui pernikahan keduanya.
Alex pada saat itu masih berumur 17 tahun, papanya tidak pernah mau mendengarkan Alex yang melarangnya untuk menikah lagi, apalagi perempuan itu tidak baik baginya. Awalnya Alex tidak peduli papanya akan menikah dengan perempuan mana pun, namun Tuhan malah menunjukkan siapa wanita yang akan di nikahi oleh papanya itu.
"Apa maksud kamu, mana mungkin dia seperti itu," ucap papa nya yang seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Alex tentang wanita yang akan menjadi ibu sambung bagi Alex.
__ADS_1
"Ciiih, papa memang sudah dibutakan oleh cinta papa, hingga papa tidak tahu dia adalah wanita ular," Alex semakin geram saja, karena apa yang dikatakan oleh Alex hanya di anggap lelucon saja.
Alex pun pergi meninggalkan papa nya menunju club' yang bisa membuat pikiran nya rilexs. di sinilah pertemuan nya dengan Dewi dan yang lainnya pertama kali. karena pikiran nya sedang kalut, dirinya selalu menerima wanita yang mau tidur dengan nya dengan sukarela, karena tampang Alex yang terbilang tampan dengan berkulit putih, dan tinggi yang semampai tentu saja banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya, namun baginya tidak ada yang bisa menjadi kekasihnya. cukup one night stand saja, dirinya tidak mau ribet dengan urusan percintaan yang rumit dan akan membuat nya terlihat bodoh dan menjadi budak cinta seperti papanya.
"Wooow Lex, welcome," Dewi langsung menghampiri Alex yang sedang kalut dengan mimik wajah yang dingin.
"Gue butuh...," Alex membisikan kata-kata yang tidak bisa dia bicarakan di depan orang banyak.
"Ok, loe pasti mau virgin ya," ucap Dewi dengan berpikir keras siapa yang akan menjadi mangsa Alex kali ini.
"Iyalah, gue tidak suka barang bekas," ujarnya dengan menyalakan rokok di tangannya lalu menghisap nya.
"Tapi loe harus bayar mahal, gimana, " Dewi langsung melakukan transaksi saat dirinya menemukan calon yang akan dia jadikan tumbal.
"Berapa pun yang loe minta," ucap Alex dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening Dewi sebagai Dp nya.
Dewi melihat sejumlah uang yang sudah berada di rekening nya kini, matanya membulat dengan sempurna, sungguh nilai yang sangat fantastis, Dewi pun tidak mau membuat Alex kecewa, dia pun menelpon seseorang yang memang sedang membutuhkan uang dan mau melakukan apa saja demi mendapatkan uang itu.
"Loe datang ke sini cepat, ada job buat loe, dan gue yakin loe akan puas," ujar Dewi dengan tersenyum kecil.
"Ok, gue kesana sekarang," balas nya, tanpa berpikir panjang, seorang perempuan muda menuruti perintah Dewi.
Sepuluh menit kemudian, tibalah seorang wanita muda dengan paras blasteran indo Jawa, berpakaian seksi bahkan terlihat bentuk tubuhnya yang padat berisi, sesuai permintaan Dewi.
"Apa gue langsung masuk," tanyanya dengan gugup. ini pertama kalinya bagi dirinya memasuki klub dengan musik yang begitu keras.
"Tentu saja, ayo ikut gue," Dewi langsung menarik tangan wanita itu menuju tempat Alex.
__ADS_1
"Loe masuk dan kunci pintu nya," perintah Dewi saat mereka sudah sampai di depan pintu.
"I...iya tapi gue...
"Jangan banyak omong, cepat masuk," Dewi langsung mendorong wanita itu ke dalam dan menutup pintunya dari luar.
"Selesai, selamat bersenang-senang bos," Dewi tidak sabar menunggu kedatangan sejumlah uang yang akan masuk ke dalam rekening nya.
"Kok gelap ya," wanita itu berjalan dengan hati-hati karena keadaan kamar yang gelap gulita.
"Aaaakh...
Tiba-tiba seseorang mendorong nya sampai dirinya terjatuh ke ranjang ukuran big size. tanpa aba-aba, pria yang baru saja menjatuhkan diri nya langsung merobek pakaian nya, hingga hanya menyisakan pakaian dalam nya saja, begitu juga dengan sang pria yang mulai menanggalkan pakaian satu demi satu, hingga hanya memakai pakaian dalam juga.
Sang wanita terlihat malu meski dirinya tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di hadapannya, namun sebentar lagi dirinya akan merasakan hal pertama kali bagi nya. namun dirinya hanya diam saja, dia benar-benar merasa gugup saat ini.
Sang pria tidak peduli dengan apa pun lagi, dia ingin cepat menyelesaikan hasratnya, kini wajah mereka berhadapan, tak mau menunggu lama, pria itu langsung mencumbunya dengan penuh nafsu, sang wanita pun membalas nya, semai lama semakin panas dan mengundang gairah kedua nya dan meminta lebih, bau Alkohol tidak masalah bagi wanita itu, karena sang kekasih pun seorang pemabuk, ini bukan pertama kalinya bagi dirinya mendapatkan ciuman seperti itu, namun dia tidak memberikan apa yang di inginkan kekasih nya sejak dulu, dan akhirnya dia diputuskan karena tidak mau tidur dengan nya. berbeda dengan kali ini, karena hutang yang begitu besar jumlahnya, dirinya harus rela melakukan hal yang paling dia jaga, mau tidak mau kini dia harus melakukan nya.
Permainan pun terus berlanjut, saling membutuhkan, itulah yang terjadi saat ini, meski keduanya begitu Menikmati apa yang kini mereka rasakan, Alex merasa puas karena ternyata wanita itu benar-benar masih virgin sesuai keinginan nya. adanya darah perawan sudah menjadi saksi bisu bagi nya.
Setelah puas Alex pun memakai pakaian kembali, lalu membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi. sedangkan wanita yang sudah dia nodai, hanya terdiam saja, tidak mengatakan satu kalimat pun.
Alex menelpon Dewi, agar membawa baju ganti buat wanita itu. lalu pergi meninggalkan nya tanpa melihat ke arah wanita itu.
Happy reading 😍
"
__ADS_1