
Di dalam sebuah kamar...
"Aaaaw,"
""Pusing sekali,"
Seorang gadis tampak memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat ulahnya semalam,
"Astagaaa, iniiii di manaa?!
Betapa terkejutnya dia ketika sadar kalau ini bukanlah kamarnya. Gadis itu memperlihatkan sekeliling yang tampak asing dengan nuansa yang lebih natural, luasnya kira-kira dua kali lebih luas dari kamarnya.
"MR...????
"Nggak salah lagi, ini pasti kamar pria," guman nya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sudah aku lakukan, mengapa aku nggak ingat sama sekali,"
Pertanyaan demi pertanyaan mulai mengikuti nya, tak pernah terpikirkan kalau dia sudah...
"Apa sih yang udah aku lakukan, dan ini rumah siapa,
"Bajukuuu???
"Kemana bajukuuu," Si gadis baru menyadari bahwa gaun semalam yang dia pakai sudah berubah menjadi baju tidur "Pria".๐
"Yaa Tuhaan, bagaimana ini, apa sebenarnya yang sudah kulakukan," bathin nya pun syok melihat penampilan nya.
Took..took...took
"Nonaaaa???
"Anda sudah banguun???
Suara ketukan pintu menyadarkan gadis itu, ada seseorang di luar, tapi... suara wanita, bukan pria.
"Iya...sa...saya sudah bangun," balas si gadis.
Pintu pun terbuka, tampak perempuan paruh baya memasuki ruangan yang sedang membuat gadis itu berpikir keras.
Sepertinya dia membawa sarapan untuk penghuni kamar, semangkok bubur panas dan segelas air putih hangat pun tertata rapi di atas nampan, tak lupa tisu dan potongan apel dan semangka yang menambah selera.
"Selamat pagi nonaa," sapanya sambil tersenyum dan menyimpan nampan itu di atas nakas.
"Pa...pagiii," Balas si gadis yang masih heran dengan semua ini, di tambah ada seseorang di sini,
"Tuan ingin nona makan sarapan nona," ucapnya sambil setengah membungkuk tanda menghormati tuannya.
"Saya permisiii," Ucapnya sambil terus berjalan berarah ke luar ruangan dan menutup pintunya kembali.
"Tuan???
"Siapa Diaa???
__ADS_1
"Tuan, kamu tuh siapa sih?! si gadis makin bertanya tanya saja,
Melihat sudah ada makanan yang tersedia, Akhirnya si gadis pun melahapnya sampai tak bersisa, karena rasa laparnya melebihi Samson saat ini.
Setelah menyelesaikan sarapan nya, si gadis bermaksud mau mandi, namun dia tersadar kembali, ini bukan rumahnya, tentunya nggak ada baju ganti yang cocok untuknya.
"Bagaimana ini???
"Nggak mungkin kan, pake baju tidur Pria teruuus,"Guman di gadis.
Tak lama saat sedang kebingungan, perempuan yang tadi pun kembali dengan membawa beberapa pasang baju, seolah mengerti dengan apa yang di butuhkan gadis itu ( Doraemon mah lewaaat๐๐).
"Silahkan nona,"
"Saya permisi nona,"
Setelah menyimpan beberapa pasang pakaian di atas kasur, perempuan itu pun langsung pergi lagi dengan membawa nampan bekas sarapan di gadis.
"Tung...guu,"
Terlambat... meski sudah separuh baya tapi langkah nya sangat cepat seperti sudah berlatih baris berbaris.
"Siapa "TUAN" ini???
"Baik sekali," guman si gadis sambil memilih pakaian yang cocok untuknya.
Setelah menemukan yang cocok untuknya, si gadis pun langsung masuk kamar mandi, lebih cepat lebih baik, karena dia ingin tau rumah siapa ini sebenarnya.
Tiga puluh menit kemudian, si gadis sudah selesai memanjakan tubuhnya,
Saat pintu kamarnya terbuka, si gadis dibuat terpaku dengan apa yang di lihatnya,
"Amazing..'.
ini sungguh luar biasa, Tuanku ini bukan orang yang biasa biasa saja sepertinya,
"Nonaa...", Seorang perempuan paruh baya yang selama ini melayaninya sudah berada di hadapannya.
"Apa yang sedang nona lakukan??? tanyanya melihat tuannya hanya berdiri saja di depan pintu.
"A...akuu hanyaaa melihat-lihat hehehe," Si gadis sangat gugup kali ini.
Perempuan itu hanya tersenyum melihat tingkah laku gadis itu.
"Apa Tuan tak memberi tahunya??? pikir si perempuan itu yang tak lain adalah kepala pelayan di istana ini( Rumah maksudnya)๐
"Maaf nona, perkenalkan Saya Surti, Kepala pelayan di rumah ini, dan Tuan sudah menyerahkan nona ke Saya," akhirnya perempuan yang membuat penasaran itu memperkenalkan dirinya.
"Saya Syifa,,," begitupun dengan si gadis,
__ADS_1
Syifa baru menyadari, selama semalaman dia belum menghubungi Ayahnya sama sekali.
"Astagaa, Papaa...
"Papa masih sedang khawatir karena aku belum pulang, bagaimana ini,"
"Tas??? Handphone???
"Dimana???
"Ini barang milik nona, maaf klo saya menyimpannya," Bi Surti menyerahkan semua barang Syifa, begitu pun dengan gaun yang di pakainya semalam, sudah tersimpan rapi dan wangi.
"Te... terima kasih Bii",
"Tapi bagaimana barang barang saya bisa ada pada bibi, dan siapa yang membawa saya kemari bisa???! tanya nya secara beruntun kepada Bi Surti.
"Nona tak sadarkan diri saat itu dan "Tuan" yang menyuruh saya mengganti pakaian nona dan mencucinya, maaf kalau saya sudah lancang nona," Ujarnya sambil sedikit membungkuk.
"TUAN???
"Sebenarnya Siapa dia Bii apa saya bisa berjumpa dengannya sekaligus mau berterima kasih karena sudah menolong saya," Syifa berharap bisa segera mengetahui siapa orang itu.
"Maaf nona tidak bisa, "TUAN" sudah pergi...
"Sudah pergi???
Ternyata memang gak semudah itu bertemu dengan orang yang sudah menolong nya.
lain kali Syifa pasti akan bertemu dan berterima kasih secara langsung.
Syifa teringat kembali pada papanya, Dilihat jam di tangannya, sudah pukul sembilan pagi,
seharusnya papa sudah berangkat kerja saat ini.
"Biiii, Saya harus pulang sekarang, karena orang tua saya belum mengetahui keberadaan saya, saya takut beliau khawatir," ucap Syifa panjang lebar.
"Baik nona, biar kami mengantar nona pulang," ucap bi Surti.
"Ti... tidak usah, biar saya pulang sendiri saja," Syifa menolak karena tidak ingin terus merepotkan.
"Ini perintah"TUAN", yang tak bisa di bantah nona, bantu kami," ujarnya.
"Ba...baiklah," Syifa mengizinkan bi Surti mengawalnya karena takut bi Surti di marahi Tuannya.
*******************
Mohon dukungan nya ya BESTie ๐ค
like๐ค
coment๐
votenya๐
plus Favorit ๐
__ADS_1
Happy reading ๐