Inilah Aku

Inilah Aku
EPS.63


__ADS_3

Happy reading 😍


HENTIKAAAAN...


DOOOOR...


Suara pistol terdengar di saat Syifa berada di tengah-tengah mereka.


"SYIFAAAA..," Teriak keduanya, Alex dan Imam berlari ke arah Syifa dan membuang senjata mereka begitu saja ke tanah.


Syifa masih bisa berdiri dan memejamkan matanya dan juga merentangkan tangannya untuk mencegah keduanya saling menyakiti dan menjadikan dirinya sendiri sebagai tameng.


"Syifaaaa, apa yang kau lakukan?!," teriak Imam, dengan nada sedikit membentaknya, menurutnya tindakan Syifa barusan yang berlari ke tengah arena, sungguh sangat membahayakan dirinya. Apalagi saat itu Imam berniat melumpuhkan Alex dengan menembak salah satu kakinya.


"A...akuuu tidak apa-apa," ucap Syifa, dilihatnya seluruh anggota tubuhnya, tidak ada luka bekas tembakan, padahal dirinya jelas mendengar suara tembakan dan berpikir dia sudah menjadi korban di antara Alex dan Imam yang sedang saling menyerang.


"Ya... ka...kamu baik-baik saja, tapi bagaimana mungkin?!" Imam pun merasa heran, di tatapnya lagi Syifa dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, tidak ada percikan darah segar yang menetes di tubuh Syifa. padahal jelas-jelas dirinya tadi melepaskan pelatuk dan harusnya itu mengenai Syifa yang menghalang-halangi posisi Alex saat itu.


"Awaaas... menjauh darinya....


"Syifaaaa... kamu tidak apa-apa kan, maafkan aku," Alex tiba-tiba datang dan mendorong Imam agar tidak terlalu dekat dengan kekasihnya itu, lalu di pegang nya pundak Syifa dengan tangannya yang sedikit gemetar karena rasa takut dan bersalah bila Syifa menjadi sasaran nya. hampir saja dia menembak kekasih nya sendiri.


"A...aku baik-baik saja kak," Syifa memegang kedua tangan Alex dan melepaskan secara perlahan dari pundaknya.


"Sudah ngobrol nya???


Seseorang datang dan menyapa mereka dengan senyum. sejak tadi mereka menyaksikan adegan yang cukup mengharukan bagi keduanya.


"ARYOOO...," Teriak Imam, Syifa dan Alex secara bersamaan, mereka saling pandang silih berganti, tak mengerti dengan apa yang sebenarnya sudah terjadi. mereka sedikit heran dengan kedatangan Aryo yang muncul tiba-tiba.


"Iyaaaa... kenapaaaa??? Aryo tersenyum dengan manis melihat keakraban ketiga sejoli itu, tapi tetap saja akan ada yang terbuang dan mengalah demi kebahagiaan salah satunya.

__ADS_1


"Kangen yach ma gue," ledek Aryo saat mereka memanggil namanya secara kompak, seperti seorang paduan suara saja. Aryo merasa geli sendiri ketika melihat kakak iparnya di perebutkan seperti piala saja.


"Apa yang kau lakukan?! Imam lalu menarik Aryo dan berbicara berdua, apapun Alasan Aryo, dia sudah melanggar kesepakatan yang sudah dibuat selama bertahun-tahun, apapun yang terjadi, mereka tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing.


"Tempat ini berbahaya, dan bagaimana kalian bisa tahu lokasinya," Tanya Imam sekali lagi, dia tidak ingin membuat saudara sepupu nya dalam bahaya akibat ikut campur dalam misi yang sedang dia lakukan.


"Aku hanya kangen sama kakak ipar, kalian sih lama bawa pulang, jadi aku akan terpaksa datang dan akan membawanya pulang, karena adiknya sudah begitu khawatir," jelas Aryo, di lihatnya posisi Siti yang berada di belakang mobil, karena Aryo meminta Siti untuk bersembunyi terlebih dahulu.


"Dari mana kalian tahu tempat ini," ucap Imam kepada Aryo, padahal dirinya belum mengatakan lokasi keberadaan Syifa kepada siapa pun terkecuali tim nya sendiri.


"Aku menaruh alat pelacak di dalam hapenya Syifa kakak ipar ku sebagai jaga-jaga saja," ucap Aryo dengan santai,


"Lihatlah pistol yang kalian gunakan," perintah Aryo, Aryo sudah membawa pistol yang baru saja di gunakan oleh Alex dan juga sepupunya Imam. Aryo menyerahkan nya kepada keduanya dan diterima dengan baik pula.


"Ada apa dengan pistol kami,"tanya Imam sambil menimang-nimang pistol yang dia pegang, tak ada yang salah di matanya, semuanya masih bagus seperti sebelum dia menggunakan nya.


Begitupun dengan Alex, pistolnya aman-aman saja, tidak ada yang mencurigakan baginya.


"Peluru nya...," Imam langsung menjawab pertanyaan Aryo, saat menyadari kalau pistol nya menang baik baik saja, hanya saja tidak ada peluru satu pun di sana.


"Ini rencana mu kan," ucap Imam dengan menggeleng kan kepalanya, biasanya Imam selalu mengecek semua senjata yang akan di pakai, namun kekhawatiran nya kepada Syifa membuat konsentrasi nya pecah.


"Binggooo... benar sekali sepupuku," Seruuu Aryo dengan menepuk kedua tangannya dan tersenyum kepada Imam.


"Dasar kauuuu, berani sekali menyentuh barang pribadi ku," Imam paling tidak suka orang menyentuh barang miliknya, apalagi sampai meminjamkan nya.


"Sebelum itu aku juga sudah menaruh beberapa anak buah yang menyamar jadi anggota Anak buah kalian, pas ada kesempatan aku menyuruh mereka memperhatikan gerak gerik kalian dan senjata apa yang paling sering dipakai." jelas Aryo yang dari awal selalu mengikuti perkembangan dari Alex dan juga sepupunya.


"Ciiih, ternyata loe mengawasi gue selama ini, " Alex tersenyum getir, kini harapan indah mendapatkan Syifa kembali sudah punah.


"Aku hanya menuruti perintah Ratu ku," ucap Aryo lalu mengkerlingkan matanya ke arah Siti yang hanya membalas nya dengan senyuman.

__ADS_1


"Tapi meski begitu, kamu akan tetap mendapatkan hukuman karena sudah melanggar perjanjian yang kita buat," jelas Imam, Keduanya sudah berjanji tidak akan pernah ikut campur dalam masalah apapun.


"Iyaaaaa ok, aku akan. terima hukuman nya," sahut Aryo dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kaaaaaak... syukurlah kakak baik-baik saja, jangan menghilang lagi ya kak," ucap Siti, air matanya mengalir tanpa seizin nya, Siti nggak mau kalau Syifa sampai terluka.


"Iya deeeek, Alhamdulillah kakak baik-baik saja, kamu jangan khawatir ya," Syifa memeluk adiknya itu dengan erat, agar adiknya tidak menangis lagi.


"Bagaimana kamu bisa lepas??? tanya Alex dengan penuh selidik, karena setahunya dua sudah mengunci kamar Syifa agar dirinya bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.


"Apa maksud kak Alex, apa yang kakak lakukan sama kak Syifa," Siti melangkah lebih maju saat mendengar ucapan Alex.


"A...aku hanyaaaa...


BUGH...


Alex tersungkur jatuh ke tanah saat Imam dengan tiba-tiba saja memukul wajahnya. Darah segar pun mengalir di sudut bibirnya yang sobek akibat pukulan Imam yang cukup bertenaga itu.


"Kau akan membusuk di penjara, jangan harap bisa keluar, pertanggung jawabkan perbuatan mu selama ini," jelas Imam lagi, sudah saatnya dirinya menyelesaikan misi nya ini yang banyak tertunda.


"Datang ke lokasi ku dan bawa target sekarang," Imam memberi pesan kepada anak buahnya yang sedang melumpuhkan anak buah Alex.


"Siap pak laksanakan...


Tak berapa lama, para anak buahnya sudah tiba dan membawa Alex dengan memborgol tangan Alex terlebih dahulu.


Aryo hanya ikut menyaksikan saat Alex di bawa ke dalam mobil, begitu pun dengan Siti, akhirnya Alex sudah di amankan, kini perasaan nya sudah sedikit lega.


"Siapa kakak sebenarnya??? Syifa bertanya kepada Imam dengan Lirih, masih ada sesuatu yang belum dia ketahui ternyata.


"Aku....

__ADS_1


Happy reading 😍


__ADS_2