
Happy reading 😍
"Naaaaaak...
"Ayooo keluuaaar," Bu Nilam mencoba mengetuk pintu lebih keras.
Tak ada jawaban...
Heniiiiing...
"Hmmm... apalagi niih rencana diaa...?!
Aryo merasa ini adalah bagian dari rencana Siti untuk menggagalkan acara tunangan besok.
Kang Supri yang baru datang ke meja makan pun melihat ke Bu Nilam yang sedang terlihat panik karena Siti tidak juga keluar dan memberi jawaban atas panggilan ibunya tersebut.
"Aya naon Ceu( ada apa ka)???,"
Kang Supri bertanya kepada Bu Nilam secara langsung.
"Sitiiii baaah, teu kaluar-kaluar(Sitiiii baaaah, nggak keluar )," jawab Bu Nilam dengan wajah paniknya.
"Ku naon si neng (Kenapa si neng)???...
"Cobi, ku Abah di dobrak nya( Coba, ku Abah di dobrak ya)...
Melihat pintu kamar yang terkunci, Kang Supri pun berniat untuk mendobrak nya.
Pak Harun dan Aryo yang sedang duduk pun jadi ikut menghampiri kang Supri dan Bu Nilam.
"Ada apa ini kang, Bu Nilam??? Pak Harun pun menanyakan perihal kang Supri yang sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar Siti yang terkunci dari dalam.
"Iniii paaak, neng Siti teh nggak ada jawaban di dalam, takutnya... " Kang Supri tidak meneruskan kata-katanya.
Bagaimana kalau Siti nekat pergi dan kabur karena tidak ingin bertunangan secepat ini.
Aryo pun terlihat panik melihat Siti yang tak kunjung muncul juga.
"Biar Aryo yang dobrak pintu nya...
Semua orang pun menyingkir untuk memberikan jalan kepada Aryo yang akan mendobrak pintu itu dengan cara paksa.
1
2
3
BRAAAK
__ADS_1
Pintu pun berhasil terbuka, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. kamar bernuansa natural, dengan ukuran ranjang yang cukup untuk tidur berdua dengan pasangan sah. Semua masih tertata rapi di tempatnya.
Tidak ada tanda-tanda seseorang yang melarikan diri atau kabur istilahnya, begitu pun dengan jendela yang masih tertutup rapat.
Semua orang mencari keberadaan Siti, namun nihil, kamar itu benar-benar kosong.
"Neeeng... kamu teh di mana atuh," Kang Supri terus mencari ke sekeliling kamar, namun tetap saja tidak ada hasil.
Aryo melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, tandanya tak terkunci dan dia pun bisa memeriksa nya secara langsung.
"Apaaaa jangan-jangan...???!!!
Aryo mencoba membuka pintu sedikit lebar.
Dilihatnya penampakan seorang perempuan yang sedang asyik berendam di atas bath up dengan memejamkan matanya.
"Astagaaaaa...
"Semua orang sedang mencari dengan paniknya, dia malah enak-enakan berendam di sini," gerutu Aryo sambil melangkah masuk dan mendekati seseorang yang masih belum menyadari kehadiran nya.
"Haiiish.... gadis ini, mandi saja sampai bisa tertidur begini," Guman Aryo sambil menggelengkan kepalanya.
"Heeeeei... bangun tuan putri," Aryo menepuk pelan pundaknya dan membuat si pemilik tubuh terusik dari tidurnya.
"Aaaaaaaakh...
"Apa yang kamu lakukan," Siti pun terjaga dan sontak kaget melihat Aryo sudah ada di sampingnya dan memperhatikannya, berada di kamar mandi nya dengan kondisi tubuhnya yang tertutup oleh buih-buih sabun namun tanpa sehelai benang pun.
Aryo baru sadar kalau dia sedang berada di kamar mandi bersama Siti Sekarang dan tentunya sedikit mengintip pemandangan yang jarang dia lihat.
"Sorry, a... akuuuuu...," Aryo mencoba menjelaskan maksudnya berada di ruangan yang sama dengan Siti,
"Dasaaaar messuuum...," Tangannya menghalangi pandangan Aryo yang mengarah ke area sensitif nya yang tercipta seperti gunung kembar,
"Keluuuuaaarrr iiiih," Siti pun refleks melemparkan semua benda yang ada di sampingnya ke arah Aryo yang masih terdiam dan terpaku.
"Awwww...
"Ok....
Aryo pun terkena lemparan benda yang di lempar calon tunangannya itu. Dengan sigap diapun mengambil langkah seribu dan menutup pintunya rapat-rapat, jangan sampai ada yang masuk lagi seperti dirinya.
Dan kini semua orang sedang memperhatikannya dengan mata penuh dengan pertanyaan yang harus mendapat penjelasan, nyawanya menjadi taruhannya sekarang, apalagi papa Aryo seperti seekor singa yang sedang menunggu buruannya.
"Neeeeng... kamu teh ketiduran nya," ucap kang Supri yang sedikit menahan tawanya akibat kelakuan anak angkatnya itu.
"Ada saja ulahmu nih neng...neng...
"Percuma Abah, kamar mandi ini kedap suara, jadi orang di dalamnya tidak bisa mendengar suara kita, begitu pun sebaliknya," terang Aryo kepada kang Supri.
__ADS_1
"Oalaaah, pantas atuuuh," Kang Supri baru mengerti kalau anak angkatnya tidak mendengar panggilan nya.
"Yaa sudah, sebaiknya kita tunggu di bawah saja," ucap Bu Nilam yang takut kalau Siti keluar dari kamar mandi dan kaget melihat semua orang yang berkumpul di rumah.
"Benar, sebaiknya kita menunggu di meja makan, Siti pasti turun, karena dari siang cacing di perutnya terasa lapar," ujar pak Harun dengan berlalu dan membawa Aryo ke meja makan juga.
********************
Masih di kamar mandi...
"Astagaaaaa, Aryooooo iiih,"
"Sejak kapan tuh anak ada di kamar mandi, apa dia sudah melihat semuanya," batin Siti mengingat kejadian tadi yang sangat memalukan bagi dirinya.
Saat pintu kamar mandi sudah tertutup, Siti memberanikan berjalan ke arah pintu dan segera menguncinya sebelum Aryo balik lagi.
Siti pun membersihkan tubuhnya yang masih penuh busa dengan shower yang ada di sampingnya. setelah selesai dia pun mengambil handuk dan melilit kan ke tubuhnya.
"Semoga tuuh orang sudah pergi dari kamarku, kalau nggak lihat saja yaaa," Siti melihat seluruh ruangan kamar mandi, siapa tahu ada yang bisa dia gunakan untuk menggetok kepala pria mesum, agar gegar otak sekalian dan lupa peristiwa yang memilukan ini.
Siti membuka pintu kamar mandi Secara perlahan dan memunculkan kepalanya, melihat apa kondisi nya sudah aman untuk keluar.
"Tidak ada siapa-siapa, aman berarti," Siti pun keluar secara perlahan.
"Kok bisa ke buka sih, kan aku sudah kunci dari dalam???!
"Ok... sekarang pake baju, setelah itu memberi pelajaran pada pria mesum," bathin Siti.
Setelah rapi dengan memakai baju tidur nya, Siti segera turun dan bergabung dengan semua orang, namun sepertinya ada yang salah dengan penampilan nya karena semua orang melihat ke arahnya.
Siti mencoba tenang dan tersenyum kepada semua orang terkecuali Aryo.
"Selamat malam semua, hehe...
Siti mencoba mengalihkan perhatian Semua orang yang seperti sedang melihat hantu saja.
"Malam naak," jawab Pak Harun.
"Sitiiiiiii......
"Bagaimana kamu teh bisa ketiduran di waktu mandi???! Bu Nilam penasaran kronologi tertidur di atas bath up...
"Ituuuuu... nggak tahu...," ucap Siti asal.
"Siti tuuh tadinya mau mandiiii terus ada bath up kayak di film-film itu lho Bu, terus Siti cobain puter krannya, Terus keluar air anget deh, terus ada sabun juga, terus masukin ke bath up sampai berbusa jutaan buih, karena Airnya hangat jadi ya berendam deh...., eh malah ketiduran saking cape aku kali ya Bun," terang Siti dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
"Neng....neeeeng, aya-aya wae ah," ucap kang Supri,
Happy reading 😍
__ADS_1