Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.96


__ADS_3

Happy reading 😍


Kemana Syifa???


Alex berkeliling di sekitar rumah, di lihatnya pintu kamar Siti yang sedikit terbuka, Alex pun mencoba memeriksa kamar tersebut.


"Deeeek....


Alex mencoba memanggil Siti, namun kamar nya pun tidak berpenghuni. sungguh Aneh, ini menandakan keduanya tidak ada di dalam rumah itu, lalu kemana, apalagi ini sudah larut malam.


"Kemana Siti???


Alex mulai merasa khawatir ketika menyadari kedua kakak beradik kini tidak ada di dalam rumah itu. hanya satu orang lagi yang belum dia periksa, kamar Bu Nilam. semoga saja mereka ada di sana. Alex bergegas menuju kamar Bu Nilam lalu mengetuknya.


"Buuu....


Alex menggedor pintu kamar Bu Nilam agak keras supaya sang penghuni kamar bisa terbangun.


KLEK...


Pintu pun terbuka, terlihat wajah Bu Nilam yang masih menahan rasa ngantuk. Bu Nilam cukup terkejut melihat Alex yang berdiri di depan pintu kamar nya.


"Ada apa nak Alex?! tanya Bu Nilam yang merasa heran sudah di bangunkan oleh Alex tengah malam begini.


"Syifa dan Siti tidak ada Bu," Ucap Alex.


"Apaa?!


Bu Nilam membulatkan matanya mendengar berita yang sangat mengejutkan.


"Ma... maksudnya bagaimana ini nak Alex," tanya Bu Nilam dengan terbata mendengar kedua anaknya tidak ada di dalam rumah, tengah malam begini.


"Saya juga kurang tahu Bu, sebaiknya ibu di rumah saja, saya akan menyuruh anak buah saya untuk menjaga ibu dan rumah ini, biar day yang akan mencari mereka Bu," Alex pun bergegas pergi setelah menelpon anak buahnya dan meminta berjaga jaga.


Alex memakai jaket hitam antri peluru untuk berjaga-jaga, dia tidak sendirian beberapa anak buah juga ikut bersamanya, Alex menelpon Aryo terlebih dahulu.


"Hemmm, kenapa sih ini masih malam, besok pagi aja," jawab Aryo dan hampir menutup telponnya.

__ADS_1


"Kalau loe tutup, loe akan menyesal," ucap Alex dengan sedikit geram melihat tingkah Aryo.


"Maksud loe apa heeem," tanya Aryo yang masih tidak menyadari akan tujuan Alex menelpon dirinya.


"Syifa dan Siti menghilang," ucap Alex to the points agar tidak membuang banyak waktu.


"Loe pasti bercanda kan, loe ngefrank gue niih, iya kan," ujar Aryo yang tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Alex.


"Gue bukan badut, cepat bergerak, gue punya firasat buruk," Alex menutup telponnya lalu menyalakan mesin mobil nya dan melaju dengan kecepatan tinggi, semoga saja dia gadis itu baik-baik saja.


Aryo mulai memahami kalau Alex tidak sedang bercanda, dia pun bergerak dan membawa anak buahnya untuk membantu mencari jejak keduanya.


SEMENTARA ITU...


"Dewi lepaskan Ade akuu, yang kamu inginkan adalah aku kan, jadi jangan libatkan dia," pinta Syifa saat mengetahui orang yang sudah melakukan semuanya adalah Dewi, seseorang yang dianggapnya sudah tiada.


"Lepaskan dia, Hahaha," Dewi malah menertawakan permintaan Syifa.


"Bawa dia kemari mom," perintah Dewi kepada mommy Melanie yang selalu mendukung aksi anaknya itu.


"Loe ingin Adik loe kan," Dewi menampar Syifa lalu menjambak rambut nya. Syifa hanya bisa meringis kesakitan, dia tidak bisa melawan Dewi, karena akan berdampak kepada Siti. Syifa tidak ingin Siti menjadi korban atas masalah nya.


"Lepaskan dia, yang kamu inginkan adalah aku, kumohon biarkan dia pergi," pinta Syifa sekali lagi.


"Tentu saja gue akan melepaskan loe dan juga Ade tercinta loe, ke NERAKA," Dewi memberi kode agar segera mengeksekusi Siti dengan pisau yang sudah ada di tangannya, namun...


Bugh...


Siti terbangun dan memukul perut mommy Melanie dengan keras, hingga pisau yang dia genggam pun terlepas. Mommy Melanie yang tidak siap mendapatkan pukulan yang begitu keras hanya bisa merintih dan jatuh tersungkur.


Dewi dan Syifa yang melihat kejadian itu begitu terkejut, tidak menyangka hal itu akan terjadi, Dewi begitu geram melihat mommy Melanie yang begitu gampang di lumpuhkan. Syifa menyadari bahwa Dewi sedang lengah, dia pun melakukan hal yang sama bedanya Syifa langsung menendang wajah Dewi yang masih melihat ke arah mommy Melanie.


"Ooohwh, si gadis culun bisa beraksi juga ya, Ciiih," Dewi tersenyum licik, darah segar mengalir di sela sudut bibirnya, namun begitu niatnya untuk melenyapkan nyawa kakak beradik itu semakin menjadi.


Siti hendak menghampiri Syifa, namun Syifa memberikan kode untuk tetap diam di tempat, ini urusan nya, yang bisa menyelesaikan nya cuma dia. Siti mengerti dengan apa yang di maksud oleh kakaknya. namun dirinya tetap berjaga jaga bila nanti kakaknya membutuhkan bantuan nya.


"Mari kita bermain main sekarang, hahaha," Dewi mulai mengeluarkan pistol di belakang bajunya, dan mengarahkan Pistol itu tepat ke arah Syifa.

__ADS_1


"Kak, hati-hati....," Siti sungguh bingung harus bagaimana, lawan sudah menggunakan senjata api sedangkan dirinya hanya memakai tangan kosong. ini sungguh tidak adil.


"Lakukan lah bila kematian ku menghilangkan dendam dan amarah mu," Syifa merentangkan kedua tangannya dan tersenyum. mungkin ini adalah takdir nya, pergi dengan cara seperti ini.


"Tidak jangan lakukan itu Kaaaak," Siti mencoba menghampiri kakaknya dengan berlinang air mata membasahi pipinya.


"Ya, ini hari terakhir mu, sampaikan salam ku kepada malaikat maut, sampai jumpa," Dewi menarik pelatuk nya dengan tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dia bisa membalas dendam.


DOOOOR....


"Tidaaaaaaaaak....," Siti berteriak histeris menyaksikan hal yang tidak terduga.


Syifa memejamkan matanya, namun aneh tidak ada rasa sakit sedikit pun, padahal dirinya yakin telah terkena tembakan Dewi. apa dia kini sudah berada di surga? hingga tidak lagi merasakan peluru panas yang bersarang di tubuhnya. Syifa malah merasakan seseorang tengah memeluknya dari belakang. wangi parfum yang di pakai mirip sekali dengan milik suaminya, atau jangan-jangan...


"Sa....sayang," Syifa melirik ke arah belakang,


tampak tangan kanan Alex memegang pistol, dan tangan kirinya melingkar di pinggang Syifa.


"Hmmm, sudah puas bermain-main sayang," Bisik Alex dengan wajah tersenyum ke arah Syifa.


"A... akuuu....


BRUUUK


Syifa melihat ke arah Dewi yang sudah tergeletak di jalanan.


"Sa...sayang di...dia," Syifa menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Namun ada yang paling penting sekarang, keadaan adiknya, Syifa melepaskan tangan Alex lalu berlari ke arah Siti, Siti pun tersenyum akhirnya semuanya berakhir.


"Deeeeeek, kamu gak apa-apa kan," Syifa langsung memeluk Siti dengan erat, begitu pun sebaliknya,


"Aku nggak apa-apa kak, kak Syifa baik-baik saja kan," Siti juga sangat mengkhawatirkan kondisi Syifa yang tadi sangat mengancam.


"Lain kali, jangan pernah bergerak sendiri, ingat ya, hey ladies," Aryo yang tadi memegang senjata juga sudah mengamankan mommy Melanie yang menangis melihat anaknya sudah tidak bergerak lagi.


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2