Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.69


__ADS_3

Happy reading 😍


"Baiklah, tolong bawa kak Syifa dengan selamat ya kak," ucap Siti ketika dirinya sendiri tidak sanggup mendengar hal buruk mengenai kakak nya.


"Ya dek, itu pasti jadi kamu jangan khawatir," balas Imam dengan tersenyum.


"Kalau begitu aku istirahat dulu ya kak," Siti berpamitan kepada semua nya untuk istirahat lebih awal agar Imam dan Aryo pun langsung melakukan penyelamatan untuk kakaknya Syifa.


Sementara itu di mansion Alex dua orang manusia sedang membahas sesuatu yang mereka tunggu sejak tadi.


"Sebentar lagi,Syifa tiba mom," Dewi melihat GPS di dalam handphone nya dan melihat pergerakan mobil yang melaju ke arah mereka yang sudah menunggu dari tadi.


Mobil yang di tunggu akhirnya tiba dan berhenti tepat di hadapan Dewi. Dewi sudah tidak sabar untuk menemui Syifa yang masih pingsan di dalam mobil. baru saja dia akan membuka pintu mobil, para bodyguard sudah mendahului nya.


"Apa yang kau lakukan nona," ucap bodyguard yang kini sudah turun dan berniat untuk menurunkan Syifa dari mobil.


"Ya aku nunggu kalian lah, apalagi coba,"balas Dewi dengan sinis, tampaknya memang para bodyguard itu tidak menyukai dirinya.


"Buat apa menunggu kami, lagi pula kami sudah memenuhi syarat yang kalian inginkan bukan," ucap salah satu bodyguard yang kini sudah membawa Syifa bersama nya.


"Ya...akuuu cuma mau memastikan kalau kalian itu berhasil membawa Syifa, itu aja kok," Dewi tetap membela dirinya dan berusaha melihat Syifa yang di halangi oleh para bodyguard.


"Tugas kalian sudah selesai, jadi jangan pernah berpikir untuk bisa menyakiti nona Syifa, meski kami menculiknya bukan berarti kami akan membiarkan kalian berdua berbuat seenaknya, bagaimana pun nona Syifa lebih baik dari kalian," ucap Salah satu bodyguard yang lainnya dengan tegas, agar Dewi tidak punya kesempatan untuk berbuat jahat kepada Syifa.


"Siaaal, mereka malah melindungi cewek sialan ini, gue harus mikiriiiin cara yang lebih halus agar mereka tidak curiga," batin Dewi,


"Ok, terserah kalian, tapi ingat kalian harus mengikat Syifa terlebih dahulu dan memfotonya, untuk kita kirimkan kepada keluarga nya" ucap Dewi sedikit mengingatkan para bodyguard Alex akan tujuan utama mereka menculik Syifa.


"Tentu saja kami tidak bodoh" para bodyguard meninggalkan Dewi dan tidak menghiraukan nya.


"Ikh... awas kalian ya, lihat saja gue tidak akan tinggal diam," batin Dewi, ternyata anak buah Alex belum bisa dia pengaruhi dan kendalikan seutuhnya, tapi bukan Dewi namanya kalau tidak punya rencana cadangan.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lainnya, Aryo dan Imam dan beberapa pasukan khusus sedang meeting penting bagaimana cara nya agar cepat dan tepat dalam menjalankan misi kali ini.


"Apa yang harus kita lakukan Yoo?!" tanya Imam dengan gusar, dia benar-benar takut akan terjadi sesuatu hal yang buruk kepada Syifa.


"Tenang dulu mam, kita harus menyusun strategi dengan matang dan pikiran yang jernih, agar hasilnya maksimal," tegur Aryo yang merasa kasihan melihat kondisi sepupunya yang begitu khawatir dengan keadaan Syifa.


"Ok...ok... gue paahaaam," Imam menghembuskan nafasnya dalam-dalam dengan perlahan dan mengulanginya, dengan cara ini, pikiran nya akan sedikit rilexs dan membawa aura positif.


"Ok... kita bergerak sekarang, tapi ingat kita tidak boleh individu karena kita tidak tahu ada berapa banyak musuh kita. jadi apapun yang terjadi tidak boleh bergerak secara individu, kamu paham gaaak?!" selidik Aryo kepada sepupunya dengan tegas karena Aryo tahu saudaranya selalu bekerja sesuai dengan feeling yang dia percayai selama ini.


"Iyaaaa... gue paahaaam yooo," jawab Imam meski sebenarnya dia memiliki rencana sendiri untuk menyelamatkan Syifa.


"Ok, kalau begitu kita bergerak sekarang,"Aryo kini yang memberikan komando.


Aryo bertugas untuk menjemput Alex yang masih berada di jeruji besi, karena syarat utamanya adalah Alex yang nantinya akan ditukar dengan Syifa. sedangkan Imam langsung menuju lokasi dan beberapa anak buah Alex dan juga Imam.


"Ingat aba-aba dari ku Mam," Aryo kembali mengingat kan saudaranya.


"Iyaaaa...' Imam sudah muak mendengar Aryo yang selalu saja mengatakan hal yang sama.


Pak polisi memahami maksud Aryo. pak komandan pun memberikan izin agar bisa membawa Alex. komandan memerintahkan anak buahnya membawa Alex sekarang. tentunya dengan dalih akan di bebaskan agar Alex tidak menaruh curiga terhadap Aryo.


"Alex... ayo ikut saya," ucap salah satu anggota polri dengan membuka pintu sel yang terkunci.


"Ikuuuut kemana pak,? Alex tidak mengerti maksud dari pak polri tersebut.


"Anda bebas hari ini," ucap anggota yang lainnya yang juga ikut membantu membuka pintu sel yang lebih lebar.


"BEBAS..." batin Alex.


""Kenapa aku tidak suka dengan bebas, entahlah..." Batin Alex seolah-olah dirinya mengetahui apa yang terjadi.

__ADS_1


"Siapa yang membebaskan saya," tanya Imam kepada pak polri yang ikut mengandeng nya.


"Kenapa aku bisa bebas?!" bertubi-tubi pertanyaan muncul di otaknya.


Alex pun keluar dari sel dan mengikuti langkah para anggota polisi dengan rasa penasaran. pas tiba di ruangan khusus. Alex sedikit terkejut karena ada Aryo di sana yang sedang memperhatikan dirinya.


"Aryoo???


"Dia yang membebaskan ku??? batin Alex ketika melihat Aryo tersenyum ke arahnya.


"Silahkan duduk pak Alex," Perintah komandan saat melihat Alex yang masih berdiri saja.


"Iya...pak..." Alex pun duduk bersebelahan dengan Aryo.


"Kamu sudah bebas saudara Alex dan dia lah yang sudah menjamin Anda," ucap pak komandan sambil mengisi berkah yang akan di tanda tangani oleh Alex.


"Tapi kenapa pak, kasusku bukan kasus kecil bahkan cukup sulit untuk ku bisa keluar secepat ini," ucap Alex dengan menatap Aryo.


Apapun alasan Aryo, Alex merasa Aryo tidak akan melepaskan dirinya begitu saja, apa sebenarnya yang dia inginkan," batinnya


"Terima kasih pak," Alex menjabat tangan Komandan dan tersenyum, entahlah untuk apa dirinya tersenyum. seharusnya dia merasa senang sudah menemukan kebebasan nya. namun hatinya berkata lain.


"Kalau begitu saya permisi pak," Giliran Aryo yang menjabat tangan Komandan Sebagai tanda perpisahan.


"Baik, terima kasih," ucap pak Komandan.


Aryo pun melangkah pergi bersama Alex yang mengikutinya dari belakang. Aryo melangkah pergi menuju mobilnya,


"Apa tujuan mu sebenarnya," Alex langsung bertanya kepada Aryo, mengapa dirinya di lepaskan, bukankah saudaranya yang sudah menangkap nya.


"Aku butuh bantuan mu kali ini Lex," ucap Aryo yang juga to the points.

__ADS_1


"Bantuan ku.....


Happy reading 😍


__ADS_2