
Happy reading ๐
"Bagaimana dengan kamu Syifa, apakah kamu setuju," Ucap Pak Ilham yang ingin mengetahui pendapat anaknya.
"Syifaaaa nuruut semua perkataan papa, apapun keputusan papa, ya Syifa bakal menerimanya pa," ucap Syifa.
Hanya Pak Ilham yang dia punya selama ini, meski nantinya Keputusan nya tidak sesuai dengan harapan, tetap Syifa harus berlapang dada.
"Sudahlah maaaas, izinkan saja mereka berdua pergi, lagian Syifa tuh butuh healing juga lho mas, apalagi selama berada di kota, dia belum pernah ke luar kota," Mommy Melanie ikut berbicara dan sedikit membujuk rayu Pak Ilham.
"Gimana klo Dewi juga ikut dengan kalian,?! pinta Pak Ilham kepada Alex.
"Hmmm, bo...boleh kok," Alex tersenyum namun dengan mencari keberadaan Dewi dan berharap Dewi tidak setuju dengan semuanya ini.
Namun sepertinya Dewi sedang Asyik dengan lagu favoritnya yang berputar sedikit kencang di telinga nya.
"Dewwiiii," Akhirnya mommy Melanie menepuk pundak nya,
"Iyaaa, ok...", tanpa melihat ke arah mommy Melanie,
"Naaah, Dewi sudah setuju sepertinya," ucap mommy Melanie,
"Kali begitu, saya pamit pulang dulu Pak Ilham, mommy," Alex pun berpamitan setelah berhasil membujuk Pak Ilham meski ada bantuan dari mommy.
********************
Hari ini menjadi hari yang super sibuk bagi Syifa, dia sudah bangun jam tiga pagi untuk menyiapkan makanan untuknya sendiri dan tentu untuk Ayahnya juga, Karena Syifa dan Alex juga Dewi akan menginap di Villa selama dua hari.
Dewi ikut, karena pak Ilham yang menyuruhnya menemani Syifa, tentu saja Alex harus mengizinkan kali ini, kalau menolak tentu akan ada rasa curiga di hati Ayahnya Syifa.
Hampir dua jam bertempur di dapur akhirnya semua sudah tertata rapi di meja makan. buat Syifa melayani Ayahnya adalah no satu.
Dari makan, sampai menyiapkan air hangat untuk mandi pun sudah biasa Syifa lakukan.
__ADS_1
Menu pagi ini menu sehat ala chef, ada sepiring sandwich isi sayuran, yang terisi dari salad, potongan tomat, daging beef yang di potong tipis, di tambah sedikit mayonaise dan saus tomat,
Minuman yang tersedia, untuk Ayahnya Syifa membuat segelas susu hangat khusus untuk usia Pak Ilham, dan segelas coklat panas untuk dirinya.
"Paaah.... Ayo sarapan," Teriak Syifa ketika melihat Pak Ilham belum turun juga.
"Iyaa naak," jawab Pak Ilham sambil menuruni anak tangga satu per satu.
"Pak Ilham pun duduk di tempat biasanya, begitu pun dengan Syifa,
"Hmmm, paaah...???
"Apa papa sudah yakin dengan keputusan papa???
Syifa kembali menanyakan perihal tentang berlibur ke Villa bersama Alex dan Dewi,
"Bila anak papa ini ingin sekali pergi... ya sudah
"Terima kasih ya pah," Syifa menghampiri Pak Ilham dan memeluknya,
Dia merasa bangga mempunyai seorang Ayah yang begitu mengerti dirinya. Meski Syifa tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, namun Pak Ilham sudah menjadi seorang ibu sekaligus seorang Ayah bagi Syifa.
"Tiiiin.....tiiiiiin....
Suara klakson mobil pun terdengar dari kejauhan, Syifa sudah tahu siapa orang yang sudah mampir ke rumah nya.
Syifa pun menuju pintu untuk menyambut kedatangan Alex,
"Assalamualaikum,"
Alex kini mengucapkan salam kepada Pak Ilham.
"Waaalaikumussalam," jawab Pak Ilham.
__ADS_1
"Pagiii Pak Ilham," Ucap Alex sambil mencium tangan Pak Ilham.
"Pagi nak Alex," Balas Pak Ilham sambil tersenyum.
"Gimana apa semua sudah siaap," Alex langsung ke intinya, untuk mengajak Syifa ke Villa hari ini, mungkin ada barang yang harus dia bawa ke mobil,
"Udah kok kak... semua udah Siap," Balas Syifa
"Ya udah kita langsung berangkat saja ya, Supaya cepat sampai dan gak kena macet," lanjut Alex sambil membawa koper ukuran sedang milik Syifa.
"Paaah... Syifa berangkat yaa, papa inget jangan telat makan, jangan tidur terlalu malam, trus nggak boleh makan junk food, terus...," sebelum Syifa meneruskan kalimatnya, Pak Ilham memberi tanda kalau semuanya akan baik-baik saja.
"Naaak.. tenang saja, papa kamu ini sudah terbiasa,jadi kamu g usah khawatir, lagi pula mommy Melanie pasti bantu papa di sini," Pak Ilham mengerti akan kekhawatiran Syifa yang tak pernah bisa jauh darinya sejak kecil.
"Naak Alex...Saya titip Syifa yaa," Pak Ilham menepuk pundak Alex dan tersenyum, seakan beban Pak Ilham dipindahkan ke Alex,
"Tenang saja Pak Ilham, Percaya sama saya, Saya akan menjaga Syifa seperti menjaga nyawa saya," janji Alex kepada Pak Ilham.
"Ya... terima kasih," Pak Ilham merasa sedikit lega mendengarnya. semoga saja apa yang di ucapkan Alex adalah benar.
Kini Syifa dan Alex siap berangkat namun sepertinya mereka melupakan sesuatu atau seseorang?????
"Woooooooi, tungguiiiin guuuuueee," Dewi sedikit berlari dengan membawa koper kesayangan nya.
"Dewwiiii," seru Alex dan Syifa kompak.
"Tegaaaa sekali kalian, gue sampe keringetan kayak gini," Dewi kesal karena tidak ada yang ingat sama dia.
"Cepetan masuk, klo nggak gue tinggal beneran," Perintah Alex, waktunya terbuang percuma klo melayani Dewi berkomentar,
bersambung ya gaeees๐
Happy reading ๐
__ADS_1