Inilah Aku

Inilah Aku
Cinta Buta


__ADS_3

Happy reading 😍


"Kenapa kamu melarikan diri, apa alasan mu nona Syifa???


"A... akuuu...


Syifa tidak tahu apa yang harus di katakan nya, apa Syifa akan mengatakan kebenaran atau kebohongan, bagaimana sikap Imam bila mengetahui alasan Syifa yang sebenarnya, menghindari pertunangan nya dengan Alex, bukan karena dia tidak menginginkan nya namun dia merasa ini terlalu cepat baginya.


"Sebaiknya kita bicarakan nanti ya," Syifa belum siap menjelaskan semuanya sama Imam, Syifa nggak mau kehilangan Imam saat ini.


Meski Imam merasa kecewa, tapi ya dia menerima semua keputusan Syifa, dia tidak akan memaksa Syifa bercerita bila memang tidak menginginkan nya.


"Sekarang kita ikuti mimpi kamu ya," Imam memberikan solusi agar Syifa mencari Siti di tempat yang sama seperti di mimpinya.


Syifa mengangguk tanda menyetujui keputusan Imam, Imam menuntun Syifa ke mobil untuk segera meninggalkan tempat itu secepatnya.


Semua rumah sakit sudah di datangi oleh Syifa dan Imam, tapi belum ada tanda-tanda keberadaan adiknya, cukup sulit mencarinya karena mereka tidak tahu persis rumah sakit mana yang harus mereka datangi.


"Kaaak... maafkan aku ya," Syifa tiba-tiba berhenti di lorong rumah sakit, Syifa merasa sudah terlalu banyak membuat Imam terlibat dalam masalah nya.


Ini adalah rumah sakit terakhir di kota ini, semoga saja apa yang mereka cari ada di rumah sakit ini.


"Baru nyadar ya kalau kamu itu sangat merepotkan," ucap Imam yang menatap Syifa yang sedang cemberut mendengar perkataan apa yang di katakan Imam bahwa dirinya memang sudah menyusahkan nya.


"Tapi aku senang bila di repotkan olehmu," bisik Imam ke telinga Syifa sambil tersenyum dan mengeringkan mata kanan nya.


"Haaaa...," Syifa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Imam barusan, dan sikapnya itu tentu saja membuat Syifa semakin salah tingkah saja.


"Tutup mulutmu...


"Nanti ada nyamuk masuk, baru tahuuu," goda Imam sekali lagi.


"Isssssh, mana ada laaaah," Syifa tersipu malu mendengar kata-kata Imam yang lembut, perlakuan nya kepada Syifa membuat Syifa sedikit mempunyai perasaan terhadap laki-laki asing yang baru saja dia kenal.


"Duuuh Syifaaaa, masa kamu suka sama dia, terus Alex gimana," batin Syifa, kini Syifa teringat Alex yang sudah akan menjadi tunangan nya.


"Kaaak... ak...akuuuu...


Saat Syifa menoleh, sosok yang berada di samping nya sudah jauh di depan nya, lagi lagi Syifa di tinggal oleh pria yang baru saja menggoda nya.


"Isssh... dasar...


Syifa pun mempercepat langkahnya agar bisa menyusul Imam,

__ADS_1


"Sungguh terlalu, masa wanita yang harus mengejar pria?! gerutu Syifa.


"Kaak... kok aku di tinggal siiih....


Syifa mau protes atas sikap Imam yang sudah meninggal nya. Namun Imam membeti sebuah berkas kepada Syifa, Syifa menerima berkas itu dan menerimanya.


Pelan-pelan Syifa membuka halaman pertama, betapa terkejutnya Syifa, tertera nama adiknya yang memang sedang di rawat di rumah sakit ini,


"Ruang mawar no.18...," Syifa membaca berkas itu dan mulai mencari ruangan yang di tulis dalam berkas.


Setiap pintu kamar Tak terlewatkan oleh Syifa, namun Syifa belum menemukan Ruang mawar, melati dan Anggrek sudah Syifa kunjungi, tapi di mana mawar???


"Sudah mencarinya tuan putri?! Imam menggelengkan kepalanya melihat tingkah Syifa.


"Belum, aku tak menemukannya kaak," ucap Syifa merasa semakin gelisah saja, dia ingin cepat berjumpa dengan adiknya dan meminta maaf atas kesalahannya dan keegoisan nya selama ini.


"Ayo kaaak cari lagiii," Syifa menarik tangan Imam namun Imam tak bergerak sedikit pun dari posisi nya.


"Aku sudah tahu ruangan nya, dan itu ada di atas," Imam menunjukkan kamar yang berada di atasnya,


"Jadiiiiii..." Syifa merasa bodoh karena tidak bertanya dulu sama Imam.


"Kita naik lift ya," Imam sekarang yang memegang Syifa yang masih terbengong-bengong saja.


"I...iya kak," Syifa sedikit takut juga mendengar kata lift, dulu pas masih kecil Syifa pernah terkurung dalam lift yang rusak bersama papanya. untungnya bala bantuan cepat datang,


"Kaak...Ki...kita naik tangga darurat saja yuuk,"ajak Syifa dengan tersenyum kecil.


"What...


"Apa kamu tidak salah, itu di lantai 3 looh, emang kamu kuat menaiki tangga satu persatu," ucap Imam tak percaya kalau Syifa malah ingin menaiki tangga darurat.


"Kuat kok kak, beneran, hehehe," Syifa juga tidak yakin apa dia akan kuat menaiki puluhan anak tangga untuk sampai lantai 3.


Namun Imam diam saja sambil menekan pintu tombol 3 dan menunggu lift terbuka,


"Ini lebih cepat dan praktis," ucap Imam kepada Syifa yang masih mencoba mencari cara agar tidak menaiki Lift itu.


"Ayooo masuk," Imam menarik tangan Syifa dan mencoba membawanya masuk ke dalam Lift.


"LEPASKAN WANITA KU...


BUUUUGH

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada seorang pria yang keluar dari lift dan dengan cepat memukul wajah Imam.


Imam pun terjatuh dan melepaskan tangannya Syifa.


Syifa tersentak kaget dengan apa yang terjadi, semua terjadi begitu cepat, Syifa melihat siapa yang sudah menyerah Imam dan membuatnya terluka.


"Kak Alex...


Syifa tak menyangka akan bertemu dengan Alex dalam keadaan seperti ini, pasti Alex salah paham terhadap Imam,


"Syifa...


Alex melihat ke arah Syifa, matanya berubah menjadi setajam silet yang bisa mengiris dan menyebabkan rasa perih.


Kini Alex lebih memperhatikan seseorang yang datang bersama Syifa dan dengan berani nya memegang tangan calon tunangannya di hadapannya.


"Siapa Loe," Imam yang tidak tahu siapa pria yang sudah lancang memukulnya seperti tadi.


"JANGAN DEKATI TUNANGAN KU...


Alex benar-benar marah kali ini, dia tidak akan membiarkan siapa pun mendekati Syifa.


"TUNANGAN MU???


"Kak Alex cukup, please dengarkan penjelasan Syifa dulu," Syifa mulai angkat bicara setelah merasa semuanya akan menjadi lebih buruk lagi.


"Kaak terima kasih, a..akuu harus pergi," Syifa pun pamit dengan membawa Alex bersamanya.


Melihat Syifa yang semakin menjauh bersama Alex, membuat hatinya seakan hancur berantakan, tak di sangka wanita yang dia cintai sudah memiliki pasangan.


Imam melangkahkan kakinya menuju ke luar rumah sakit, tugas nya sudah selesai, mengantarkan Syifa ke tempat yang benar, ya bersama tunangannya.


Sementara itu Syifa membawa Alex ke ruang parkir agar dia bisa leluasa menjelaskan semuanya kepada Alex.


"Kak Alex, a...akuuu dan dia hanya teman gak lebih, dia yang menolong ku di saat aku pergi dari Villa dan sampai saat ini, pas aku ingin kembali pun dia mau nganterin aku kak," Syifa terus bicara agar Alex memahami semuanya.


"Sudah bicaranya....


Alex memotong kata-kata Syifa dan menatap Syifa dengan tatapan yang berubah menjadi teduh dan hangat...


Alex langsung memeluk Syifa dengan erat, tidak akan ada orang lain yang bisa memiliki Syifa selain dirinya.


Siapapun yang berani menganggu hubungan mereka maka Alex akan bertindak kejam.

__ADS_1


Di saat Alex memeluk Syifa, Dia mengetik sebuah pesan kepada anak buahnya...


Happy reading 😍


__ADS_2