Inilah Aku

Inilah Aku
Terungkap


__ADS_3

Happy reading 😍


Di Rumah Sakit...


Hari ini Siti sudah di perbolehkan pulang, hanya Bu Nilam, Syifa dan Aryo saja yang menemani Siti membereskan keperluan nya selama di rumah sakit. Sedangkan yang lainnya Sudah kembali ke kota. Rencana pertunangan pun diundur selama satu bulan. Dan akan diadakan di rumah utama keluarga besar Pak Harun di kota.


Aryo sudah memasukkan semua barang yang akan di bawa ke dalam mobil. Bu Nilam dan Syifa membantu Siti untuk berjalan, meski Siti menolak dan tidak ingin merepotkan mereka.


Bu Nilam dan semuanya sudah di beritahu untuk pulang ke rumah utama keluarga besar.


Sampai kondisi Siti benar-benar pulih dan sehat. Syifa juga akan.menginap untuk menemani hari-hari adiknya sampai benar-benar kembali sehat.Pak Ilham sudah mengizinkan nya untuk menginap selama beberapa hari.


Setelah menempuh perjalanan dua jam lamanya, akhirnya mobil yang Aryo kemudikan tiba di rumah utama. semua orang sudah menunggu dan mempersiapkan penyambutan yang sederhana saja sesuai permintaan Bu Nilam.


"Akhirnya Nona kembali ke rumah ini," Ucap kepala pelayan yang ikut menyambut kedatangan Siti. betapa gembiranya Bibi saat mendengar akan ada tamu yang akan datang dan akan ada pertunangan setelah nya.


Syifa menuntun Siti dan menggandengnya untuk masuk kedalam. Saat Syifa melihat rumah yang ada di hadapannya, Syifa tertegun, inikan Rumah Tuan yang sudah menolongnya alias Alex, tapi ini adalah rumah papanya Aryo, calon tunangannya adiknya, Syifa terus mengingat kembali bentuk rumah tuannya, ya sama persis seperti anak kembar,


"Iniii rumah Alex?!!! batin Syifa,


Syifa masih berpikir kalau Alex adalah tuannya yang dulu pernah menolong nya.


"Hallo nona Syifa selamat datang kembali," kepala pelayan begitu senang bisa menyambut kedatangan nona yang dia rindukan.


"BIBI...???


Syifa benar, ini memang rumah yang dulu pernah ia singgahi walau cuma sebentar saja.


"Kakak sudah mengenal bibi??? Siti menjadi heran karena ternyata bibi si kepala pelayan sudah mengenal kakaknya.


"iya dek, ceritanya panjang banget, nanti kakak jelasin di dalam ya," Syifa menjawab bahwa dirinya memang mengenal bibi sang kepala pelayan di rumah ini.


"Biii... apakah "TUAN" ada di rumah??? Syifa bertanya tentang keberadaan tuannya, Syifa melihat sekeliling, namun tidak ada tanda-tanda Keberadaan Alex.


"TUAN kan beeeer...


Bibi tidak meneruskan kata-katanya ketika Aryo yang tiba-tiba muncul dan memberikan isyarat agar bibi tidak bicara apapun.


"Beeer???


"Ber apa maksud bibi??? Syifa tidak mengerti apa maksud dari kata-kata yang baru saja keluar dari mulut bibi.

__ADS_1


"Beeeer....hmmmm...


"Bertamasya, ya bertamasya maksudnya non, hehe," Bibi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar tuan muda, selalu saja begitu," batin bibi saat melihat ke arah Aryo yang mengacaukan jempol nya.


"Hampir saja mengatakan hal yang sebenarnya," gumam bibi sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"Sudahlah bukan urusan ku," batin bibi.


"Ooh gitu ya biii," Syifa sedikit lega karena dia tidak akan berjumpa dengan Alex malam ini.


Itu tandanya Alex sedang tidak ada di sini.


"Sebaiknya kalian istirahat dulu, terutama kmau beb," Aryo melihat ke arah Siti, dia tidak ingin calon istrinya kelelahan dan kurang istirahat.


"Isssh, apa sih beb, beb!!!? Protes Siti saat Aryo memanggilnya dengan sebutan beb.


Syifa hanya tersenyum melihat tingkah laku keduanya yang seperti anak kecil saja. melihat adegan ini, Syifa merasa mereka adalah pasangan yang cocok dan bisa saling melengkapi.


"Klo gak mau di panggil beb, apa donk yank,Ay sayang,cinta, love, nya bab...


"Isssh apaaaaan siih yooo," Siti segera membungkam mulut Aryo dengan tangannya, sebelum Aryo kembali bicara ngawur.


Keduanya menoleh ke arah Syifa, Siti langsung melepaskan tangannya dari mulut Aryo.


"A...aaaku, mau ke dalam dulu ya hehe," Siti langsung masuk ke kamar meninggalkan Syifa yang masih senyum ke arahnya.


"Klo gituuu, Aryooo turun dulu ya kak," Aryo pun jadi salah tingkah ketika Syifa kini melihat nya.


"Iyaaa, terima kasih ya," ucap Syifa, Syifa terlihat senang melihat adiknya mendapatkan seorang pangeran yang baik.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Malam ini semua orang sudah berkumpul di meja makan, Syifa melihat sekeliling seperti mencari seseorang,. namun tetap saja orang yang di cari Syifa, tidak menampakkan batang hidungnya. Siti yang duduk bersebelahan dengan Syifa langsung menegur kakaknya,


"Kaaak, kenapa??? Siti penasaran dengan tingkah laku Syifa yang terlihat gelisah.


"Kakak mencari Alex," jelas Syifa kepada adiknya,Siti.


"Alex??? Siti tidak mengerti apa maksud Syifa, kenapa Syifa malah mencari Alex di sini.

__ADS_1


Aryo menghentikan suapannya ketika Syifa mengatakan nama Alex, begitu pun dengan yang lainnya.


"Nak, kenapa mencari Alex di sini??! Bu Nilam ikut bicara, karena penasaran dengan tingkah Syifa.


"Ya, dia tuanku, hmm maksud Syifa, orang yang sudah menolong Syifa ibu," jelas Syifa yang masih menganggap Alex sebagai tuannya.


"TUan??? Pak Harun ikut bicara, kenapa Alex bisa menjadi tuan di rumah ini, padahal mereka tidak ada hubungan darah, pak Harun mengerti siapa dalang dalam semua ini, di liriknya Aryo yang sepertinya salah tingkah.


"Aiiiish, Dasar anak nakal," batin Pak Harun ketika mengetahui semuanya adalah ulah anaknya, Aryo.


"Biar Aryo yang menjelaskan semuanya ya," Aryo merasa sudah waktunya Syifa mengetahui kebenaran nya.


"Alex bukan orang yang sudah menolong ku kak," ucap Aryo.


"Tapi... aku yang sudah menolong mu,"kini Aryo menatap Siti yang begitu terkejut mendengar perkataan Aryo barusan.


"Ma... maksud kamu gimana dek," Syifa masih tidak mengerti apa yang di maksud Aryo.


Saat itu aku melihat kak Syifa naik mobil seseorang dalam keadaan tidak sadar, aku mengikuti kalian sampai mobil kalian berhenti di tempat yang sepi, saat itu ada orang yang ingin berbuat jahat kepada kak Syifa, dan aku berhasil memukul nya dan membawa kak Syifa ke rumah ini, karena aku tidak tahu alamat rumah kak Syifa," jelas Aryo panjang lebar.


"Nggak mungkin," Syifa masih tidak percaya.


"Kalau kak Syifa tidak percaya, tanyakan saja kepada bibi yang sudah menemani kak Syifa saat itu," ucap Aryo ketika melihat keraguan Syifa tentang penjelasan nya.


"Iya nona, yang membawa nona adalah tuan muda,"ucap bibi membantu menjelaskan penuturan tuan mudanya.


Siti hanya terdiam, entahlah apa yang sedang di pikirkannya sekarang, begitu pun dengan Syifa yang masih tidak percaya tentang kebenaran ini.


Lalu Alex???


"Kenapa dia mengaku sebagai "TUAN"? Syifa semakin bergelut dalam hatinya.


DAN...


ARYO....


ADALAH TUAN YANG SESUNGGUHNYA,


TUAN YANG MEMBUAT HATINYA LULUH.


TUAN YANG ADA DI HATINYA.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan Siti???


Happy reading 😍


__ADS_2