Inilah Aku

Inilah Aku
BAB.68


__ADS_3

Happy reading 😍


""Ya... memang bukan," jawab pria itu.


"Lalu siapa yang menyuruh kalian?" tanya Syifa sekali lagi.


Tiba-tiba saja seseorang dari mereka membungkam mulut Syifa dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius, tidak butuh waktu lama, Syifa pun pingsan akibat menghirup obat bius yang terdapat di sapu tangan itu.


"Sudah di bilang jangan banyak omong," celetuk supir yang membawa mobil mereka menuju markas yang di mana sudah ada Dewi dan mommy Melanie yang sedang menunggu kedatangan Syifa.


"Apa cara kita ini benar?


"Kalian kan tahu, nona Syifa adalah wanita yang dicintai oleh bos kita, sekarang kita malah menculiknya," ucap salah satu dari mereka yang merasa ragu untuk menjalankan rencana yang di rancang oleh Dewi.


"Tenang saja, kita tetap menjaga keselamatan nona Syifa dari Dewi, kita hanya ingin bos bisa keluar dan bebas kembali, setelah itu kita akan membebaskan nona Syifa kembali," ucap salah satu bodyguard yang lainnya, yang terpenting bosnya bisa keluar dari sel meski dengan cara menculik Syifa sebagai jaminan nantinya.


"Saya juga tidak rela bila nona Syifa di sakiti oleh Dewi," Beberapa anak buah menyetujui untuk melindungi Syifa dari cengkeraman Dewi si manusia licik dan penuh tipu muslihat.


"Baiklah kita akan menyusun rencana, begini rencananya..." Mereka pun berembuk untuk menyusun rencana yang matang, agar nona Syifa tetap berada di titik aman.


"Bagaimana kalian setuju," tanya salah satu bodyguard yang kini menjadi sandaran Syifa karena Syifa masih tidak sadarkan diri.


"Kami setuju," jawabnya serempak, sebagai tanda menyetujui rencana yang baru saja mereka susun dengan rapi dan sempurna.


Sementara itu di mansion tampak dua orang wanita sedang menunggu kedatangan seseorang, keduanya terus memperhatikan jalanan yang terlihat sepi, tidak ada kendaraan yang berlalu lalang seperti di kota besar.


"Sebentar lagi Syifa tiba mom," ucap Dewi saat melihat GPS yang di dalamnya terdapat data mobil anak buah Alex yang sedang menunggu mansion nya.


Sebuah tempat terpencil bagi orang yang ingin bersantai, namun terlalu jauh bila hanya untuk berwisata saja. Mansion Alex yang sudah tidak lagi berfungsi karena Alex banyak memiliki tempat persembunyian yang tidak di ketahui banyak orang.


"Hmmm... enaknya kita apakan nih anak?!" tanya mommy Melanie dengan berpangku tangan memikirkan cara apa yang dapat di gunakan untuk membalas dendam kepada Syifa. bahkan ide jahil di otaknya seakan ingin meloncat keluar dan traveling.


"Kita tidak boleh gegabah mom, mommy harus ingat kalau mereka adalah Anka buahnya Alex, meski sekarang mereka menuruti perintah kita, tapi mereka bisa saja berkhianat dan berbalik menyerang kita mom,"pikir Dewi,

__ADS_1


Kali ini Dewi tidak ingin rencananya gagal lagi dan lagi seperti sebelumnya. bahkan kini Dewi berencana untuk melenyapkan Syifa sekalian.


"Terus apa rencana mu selanjutnya," selidik mommy Melanie yang selalu merasa penasaran dengan rencana Dewi selanjutnya.


"Tunggu saja mom, sebentar lagi akan ada hiburan gratis untuk kita nonton, hahaha" gelak Dewi yang merasa rencananya kali ini tidak akan gagal dan tidak ada lagi yang akan menjadi pahlawan bagi Dewi sekarang.


"Baiklah, terserah saja," Mommy melenggang pergi meninggalkan Dewi dengan pikirannya untuk menghancurkan Syifa.


Next Keadaan Di Villa...


"Apaaa... Syifa tidak ada??? Pak Ilham langsung berdiri dari tempat duduknya saat mendengar kabar anaknya tidak ada istilah nya menghilang.


"Bagaimana bisa, apa kau sudah mencari nya ke seluruh taman??!" Teriak pak Ilham dengan geram, baru saja dirinya merasa tenang, kini dirinya mendapat kejutan lagi dengan mendengar kabar yang tidak sedap baginya.


"Aku sudah mencarinya pah, tapi Syifa tidak ada di taman itu, aku sudah menjelajahi seluruh taman pah," Bela Imam yang merasa kehilangan Syifa juga. kemana sebenarnya Syifa, mengapa dia pergi begitu saja meninggalkan dirinya.


"Ada apa ini kak," Siti tiba-tiba muncul dan langsung menanyakan perihal apa yang sedang di debatkan oleh Imam dan pak Ilham.


"Ada apa lagi dengan kak Syifa kak, cepat beritahu aku kak," Siti menarik pergelangan tangan Imam dengan kasar, berita mengenai kakak nya adalah hal yang paling utama baginya.


"Sabar naaak, kami juga belum mengetahui apa yang sedang terjadi nak," Pak Ilham berusaha menenangkan adik Syifa yang begitu khawatir mendengar kabar tentang kakaknya.


"Tapi paman...


TIIING...


Sebuah pesan masuk ke dalam handphone Imam, sebelum Siti meneruskan kata-katanya kepada pak Ilham.


"Apaaa...." Imam begitu terkejut melihat isi pesan itu.


"Ada apa, kenapa mukamu pucat begitu," ucap Pak Ilham yang penasaran dengan isi pesan itu juga, direbutnya handphone yang masih di genggam oleh Imam.


"Astaga, Syifa anakkuuuuu...," Pak Ilham menangis melihat kondisi Syifa yang terikat di kursinya dengan mata tertutup kain dan mulut yang di lakban serba hitam,

__ADS_1


"Kenapa pamaaan," Siti pun berusaha menenangkan pamannya yang seakan akan roboh seketika bila dia tidak menopangnya.


"Syi.....Syifaaaa....


Siti tidak menunggu jawaban dari pamannya, direbutnya handphone yang kini berada di tangannya.


"Kak...kakaaaaaak.... hiks," Siti sama terkejut nya dengan yang lainnya, bahkan kini Siti menangis sejadi-jadinya melihat kondisi kakakny.


"Tenang, kalian harus tenang dan sabar, jangan sampai terbawa emosi," tutur Aryo ketika melihat semua orang kehilangan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang fana ini.


"Syifa di culik Yooo...., dan loe bilang tenang," Imam gusar dan mulai membentak Aryo yang bersikap biasa saja, seolah tidak peduli terhadap keadaan Syifa.


"Gue tahuuuu, maka dari itu kita tidak boleh gegabah, semua khawatir dengan nya, tapi kita harus berpikir dengan kepala dingin dan memikirkan cara terbaik untuk menolongnya tanpa banyak yang di rugikan" Aryo mengangkat kerah baju Imam agak tinggi ke atas,


TIIIING...


Sebuah pesan masuk lagi ke dalam handphone nya Imam, Aryo pun melepaskan kerah baju Imam, agar Imam tahu isi dari pesan itu.


" JANGAN MACAM-MACAM, BILA MASIH INGIN MELIHAT NYA BESOK PAGI"


Isi pesan itu berisi tentang sebuah ancaman terhadap dirinya dan juga anggota keluarga Syifa agar tidak bertindak lebih jauh lagi, apalagi melaporkan nya kepada polisi.


"Deeek, se... sebaiknya kamu Istirahat ya, biar kakak dan yang lainnya yang akan menjemput Syifa dengan selamat" ucap Imam ketika Siti sudah ada di hadapannya untuk melihat isi pesan itu juga.


"Baiklah, tolong bawa ka Syifa dengan selamat ya kak," ucap Siti ketika dirinya sendiri tidak lagi sanggup mendengar hal buruk lainnya yang menimpa kakaknya Syifa.


"Iya dek, insyaallah semua akan baik-baik saja kok" Imam tersenyum berharap Siti tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.


"Ya udah aku ke kamar dulu ya kak," ucap Siti dengan berpamitan kepada semua orang.


"Syifa maafkan aku...


Happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2